Wabup Inhil Beberkan Ironi Guru Honorer saat Peringati HUT PGRI 2018 di Tembilahan

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) TEMBILAHAN – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syamsuddin Uti menyoroti persoalan kesejahteraan guru-guru di Kabupaten Inhil, terutama guru–guru Honorer dan daerah terpencil, saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 73 dan Hari Guru Nasional.

Menurutnya, ironi guru–guru honorer yang kerap terjadi di sekolah–sekolah, termasuk di Kabupaten Inhil, adalah berstatus sebagai honorer, pekerjaan dan tunjangan yang diterima guru honorer tidak sebanding. Ironisnya, guru honorer yang aktif bekerja justru tidak mendapat tunjangan yang layak sebagaimana guru-guru PNS.

“Mereka (honorer) yang rajin ngajar, maka terbalik ini, seharusnya mereka yang menerima tunjangan yang besar, nah ini menjadi perhatian saya,” katanya saat menjadi pembina upacara dalam apel gabungan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 73 dan HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 47 di lapangan Gajah Mada Tembilahan kemarin, Kamis (29/11/2018).

Dia pun menyoroti persoalan pemerataan guru–guru yang belum sepenuhnya terjadi di Kabupaten Inhil karena masih banyak daerah–daerah di Inhil yang kekurangan guru.

“Iya, saya rasakan itu waktu SD 03 Lajau. Dinding hancur, gurunya Cuma satu saya minta dua lagi dari pribadi saya, biarlah saya berkorban seperti itu. Selanjutnya ini menjadi pegangan saya untuk kedepan meninjau kembali kebijakan dinas pendidikan, mudah–mudahan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Karena itu, melihat kondisi belum meratanya guru, utamanya di daerah terpencil dan terluar, dia menegaskan ingin adanya peningkatan tunjangan bagi guru–guru yang ada di daerah–daerah terpencil Inhil.

“Mereka kalau datang ke sini (Tembilahan) ongkosnya besar, ini perlu ada peningkatan agar dia gajinya itu utuh tidak terganggu akomodasi dan segala macamnya,” jelasnya.

Dia memandang, sejumlah fenomena yang terjadi pada guru di Inhil itu telah dilihatnya saat turun langsung di sekitar 202 desa dan telah menjadi perhatiannya ke depan bersama Bupati Inhil HM Wardan.

“Sasaran saya untuk kesejahteraan memang di kesehatan yabg kedua di guru. Makanya saya baru masuk dalam sistem, tapi saya sudah tahu apa permasalahan guru. Saya juga, Pak Wardan selalu saya desak, Pak jangan tidak kami perhatian guru, terutama di desa ini,” tandasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-wabup-inhil-beberkan-ironi-guru-honorer-saat-peringati-hut-pgri-2018-di-tembilahan.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)