Penyebaran Covid-19 di Pekanbaru Diprediksi Turun ke Titik Nol pada 12 Juni Nanti

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Analisis terhadap perkembangan penyebaran virus Corona atau Covid-19 dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Adapun hasilnya, penyebaran virus mematikan ini diprediksi menyentuh angka nol atau berakhir pada 12 Juni 2020. Prediksi itu berdasarkan analisis statistik dari grafik perkembangan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Pekanbaru.

Diketahui, beberapa hari belakangan, Pemko menghitung ada penurunan kasus PDP.

"Kami melihat grafik perkembangan kasus PDP Covid-19 di Kota Pekanbaru. Pada tanggal 27 April kemarin, kasus PDP menurun signifikan dari 18 kasus menjadi 11 kasus. Kami harap, penurunan ini terus terjadi," ucap Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian Kota Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra.

Ia menerangkan, dari analisis itu, Pemko Pekanbaru yakin tidak ada lagi penyebaran Covid-19 pada 12 Juni nanti.

"Jika kondisinya tidak lebih baik atau lebih buruk dari hari ini maka kami prediksi grafik perkembangan kasus PDP Covid-19 akan turun ke titik nol pada 12 Juni mendatang. Titik nol artinya tidak ada lagi penambahan kasus PDP Covid-19," paparnya.

Adapun akurasi perhitungan statistik itu mencapai 76 persen. Meski demikian, imbuhnya, penurunan angka penyebaran kasus Covid-19 perlu kerja sama dari masyarakat agar disiplin menerapkan upaya pencegahan penyebaran virus Corona sesuai anjuran pemerintah.

"Kuncinya adalah kami bersama-sama disiplin menerapkan imbauan pemerintah, physical distancing, social distancing agar kami segera bebas dari virus Corona ini," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-penyebaran-covid19-di-pekanbaru-diprediksi-turun-ke-titik-nol-pada-12-juni-nanti.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)