Kartini Masa Kini yang Rendah Hati

Logo
Ketua Dekranasda dan Ketua TP-PKK Rasidah Alfedri mencium tangan pemilik rumah di Perawang. Foto diambil sebelum physical distancing.

SIAK, RAMAH dan rendah hati itu merupakan sosok  sederhana Rasidah Alfedri ternyata tidak cerita atau tidak muncul dari omongan satu dua orang saja. Banyak yang mengatakan memang begitulah dia adanya. Rasidah, begitu dikagumi para ibu, baik muda maupun yang sudah berumur. Semua mengaku terkesan atas keramahan dan kerendahan hatinya. Dan satu lagi, begitu pemurahnya dia.

Ternyata, berempati kepada orang yang kehidupannya berada jauh di bawah, terus menerus dilakukan Rasidah. Dia tanpa henti pergi dari rumah ke rumah para janda dan duafa untuk memberikan tanda mata berupa sembako dan uang tunai. “Tidak seberapa yang kami berikan, tapi kami tulus dan ikhlas melakukannya. Karena kami merasa, mereka adalah masyarakat kami dan bagian dari kami,” ungkap Rasidah saat ditemui di kediamannya, Ahad (19/4). Rasidah begitu ramah, petang itu dia keluar dengan balutan busana garis garis didominasi warna krem dan masker warna senada.

Guru SMAN 1 ini mengaku pangkatnya sudah pantas membuatnya berada di posisi sebagai pemilik sekolah, namun dia memilih tetap mengajar, karena passion-nya berada di situ. “Saat bapak (Bupati Siak Alfedri, red) masih menjadi camat di Minas, saya sudah dekat dan berbagi dengan masyarakat yang memerlukan,” ungkap Rasidah. Menurut Rasidah, dirinya terpanggil untuk melakukan hal itu.

Bagaimana ya?
Senang saja rasanya bisa berbagi. “Saya rasa bukan dari nilai atau jumlahnya. Tapi ikhlas atau tidak kita melakukannya. Bagi saya itu yang terpenting,” ucap Rasidah. Menurutnya, dia terus menerus menularkan hal positif itu kepada siapa saja, terutama terhadap orang-orang dekatnya. Saat menjadi Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Penggerak PKK, dia semakin menggencarkan indahnya berbagi. Bahkan setiap pekan dengan nama Jumat Berbagi, dia dan timnya turun.

“Alhamdulillah, tim yang solid membuat agenda berjalan baik. Saya tidak akan bisa mengerjakan semuanya sendiri. Dengan tim yang solid, dan sudah terbiasa dengan gotong royong sesuai Pokja yang ada, apa yang saya kerjakan menjadi seperti ini,” ungkapnya. Ditanya tentang tim yang solid, Rasidah menyebut pengurus Dekranasda dan TP-PKK.

Mereka yang menghubungi RT dan RW, mencari tahu siapa saja warganya yang layak dan memerlukan bantuan. Setiap pekan, 10 sampai 15 paket diberikan, berkeliling dari satu kampung ke kampung lain, seluruh kecamatan yang ada di Siak. Terlebih dalam situasi seperti ini, di tengah badai Covid-19, saat ekonomi warga menurun dratis. Semua lini merasakannya. Perlu perhatian serius agar warga bisa bertahan dan tegar dalam menghadapi badai ini. “Kami dari Dekranasda dan PKK tidak tinggal diam.

Tidak hanya menyiapkan masker yang diambil dari donasi para anggota yang rezekinya berlebih. Meski kami tidak boleh usaha di Dekranasda karena tugas kami sebagai pembina, namun sisa keuntungan hasil pejualan batik dan songket yang dihasilkan juga donasikan,” ungkapnya. TP-PKK ada anggaran dari Pemkab Siak, tapi pihaknya tidak mengambilnya untuk hal ini. Apa yang mereka lakukan ini, murni dari anggota. Bahkan istri-istri kepala OPD, ikut membantu menjahit masker, mengingat ada 10 ribu masker yang disiapkan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Koordinasi terus dilakukan, bahkan sampai ke pengurus PKK tingkat kampung, mereka membuatkan masker untuk dibagikan kepada masyarakat. “Hal ini sangat penting, bagaimana caranya agar warga kita tidak terkena Covid-19,” ungkap Rasidah. Bahkan Rasidah turun langsung ke jalan-jalan membagikan masker kepada masyarakat.

Di samping itu, pihaknya juga menyiapkan sembako juga dari hasil donasi para anggota. Selain sembako, biasanya kami sisipkan uang tunai di amplop, hal ini diharapkan dapat meringankan sedikit kesulitan yang dihadapi. “Saat bertemu dengan warga, saya selalu berdiskusi. Saya selalu mengajak bagaimana caranya kehidupan mereka bisa lebih baik lagi ke depannya. Keberanian dan kecerdasan seorang perempuan diperlukan untuk menopang perekonomian keluarga,” ungkapnya.

Ada tiga hal yang harus dimiliki perempuan masa kini, sebagai Kartini milenial dan Kartini masa depan, pertama moral, seorang perempuan atau seorang ibu yang juga sebagai istri, harus memiliki moral, sehingga dia bisa menjadi teladan tidak hanya di rumah, tetapi juga di lingkungannya. Ibu harus menjadi contoh bagi anak-anaknya. Dengan moral yang baik, seorang ibu akan melahirkan generasi yang baik pula. Kedua, smart atau cerdas bisa juga diartikan pintar. Pintar di sini bisa berarti banyak hal, bisa membagi waktu, bisa memanfaatkan anggaran yang minim di tengah Covid-19 ini.

Banyak hal yang membuat ibu bisa melahirkan generasi cerdas dan pintar sehingga siap menghadapi tantangan hidup ke depan yang pasti rintangannya lebih dahsyat lagi. Ketiga berani, keberanian mengambil keputusan, keberanian menghadapi tantangan dan keberanian lainnya. Tiga hal ini harus dimiliki perempuan perempuan Indonesia, terutama perempuan perempuan Siak.

 “Hal itu pula yang menjadi penyebab saya menularkannya kepada siapa saja yang saya jumpai, terutama para ibu yang memang harus mandiri, terutama dari segi finansial, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga,” ungkapnya. Sebagai istri Bupati, bukan berarti lantas membuat Rasidah berpangku tangan, membiarkan orang lain yang turun ke lapangan. “Tidak ada bagi saya kamus Seperti itu. Saya memang harus berada di tengah tengah masyarakat. Karena masyarakat adalah bagian dari saya,” ucap Rasidah.

Sehingga saking biasanya, dia tidak merasa canggung jika harus  berhadapan langsung, berkomunikasi dan turun ke rumah rumah. Di organisasi Rasidah mengaku tidak pernah memegang uang, sebelum turun biasa dirapatkan. Ada kelompok yang mengatur semuanya. Ini merupakan salah satu tanggung jawab pemimpin dan tanggung jawab dirinya juga. Jabatan adalah amanah, kapan saja bisa diambil. Amanah harus dipertanggungjawabkan. “Kalau kita berpunya apa salahnya kita berbagi. Kalau kita berbagi ada kepuasan tersendiri,” tutupnya.  (adv)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kartini-masa-kini-yang-rendah-hati.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)