Menyulap Bandar Bakau Dumai Dengan Pesona Keindahan Alam

Logo
Fauna yang terdapat di Bandar Bakau Dumai

DUMAI - Bandar Bakau Dumai menjadi salah satu destinasi wisata mangrove di Provinsi Riau. Keindahan alam serta kemurnian daerah yang asri dan terjaga dengan baik menarik perhatian pengunjung dari lokal dan  mancanegara yang ingin menikmati keindahan alam, sekaligus belajar tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan.

Bandar Bakau Dumai ini juga memegang peran penting dalam upaya konservasi lingkungan, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang terdiri dari berbagai jenis pohon mangrove yang tumbuh di area dengan luas 25 hektar.

Memasuki kawasan yang dikelilingi tanaman mangrove yang terbentang di sepanjang pesisir pantai suasana terasa sejuk. Rasa lelah  terobati setelah berjalanan panjang dari Pekanbaru menuju ke Bandar Bakau Kota Dumai menempuh sekitar 3 jam saat mata melihat pemandangan indah, bagaikan permata hijau pesisir.

Lebih masuk ke dalam lagi, terdapat bangunan jembatan beton membelah hamparan bakau yang dibangun oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan, ada juga pembangunan pusat gallery, panggung teater dan pembibitan mangrove. Bahkan homestay  untuk tamu berlokasi di tepian pantai dengan pemandangan laut lepas berhadapan langsung dengan perairan Selat Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Dari sini, pengunjung dapat mengamati lebih dekat keanekaragaman hayati yang ada, seperti berbagai jenis burung, kepiting, ikan, kucing hutan dan makhluk hidup lainnya mendiami kawasan ini. Selain itu, Bandar Bakau Dumai telah menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, termasuk burung-burung migran yang singgah saat melakukan perjalanan jauh. Keanekaragaman hayati ini menjadikan hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang sangat berharga untuk dijaga.

Upaya Menjaga Ekosistem Mangrove

Bandar Bakau Dumai kini menjadi pusat rehabilitasi mangrove. Sebelumnya kawasan tersebut telah terjadi eksploitasi mangrove jenis bakau oleh masyarakat sebagai  bahan baku arang di daerah Pangkalan Bunting Sungai Dumai, sehingga mengalami abrasi.

Konservasi Bandar Bakau Dumai tidak terlepas dari perjuangan sosok Darwis Muhammad Saleh penggiat lingkungan yang tidak kenal lelah. Dia masuk ke bandar bakau pada tahun 1999 dan melakukan aksi penyelamatan ancaman abrasi dengan mengampanyekan pentingnya mangrove bagi ekosistem laut, serta menjaga daratan agar tidak terkikis ganasnya ombak.

Darwis mengatakan selain untuk menahan laju abrasi, hutan bakau juga dikenal sebagai simbol budaya masyarakat Dumai.

“Mangrove ini sangat bermanfaat bagi lingkungan di pesisir pantai dan memberi dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat yang tinggal disekitarnya terutama dari sektor ekonomi  meningkat," ungkapnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove, Darwis sebagai ketua kelompok tani hutan (KTH) Bandar Bakau Dumai membuat program diantaranya membuka sekolah alam non formal untuk menciptakan kader lingkungan sejak dini dan pelestarian mangrove pembibitan, penanaman bakau, hingga pemberdayaan kelompok UMKM.

Kawasan mangrove ini  memberi andil yang sangat besar dalam mengurangi abrasi di sepanjang garis pantai yang tidak terlepas dari cerita legenda Putri Tujuh yang sangat mengena dengan masyarakat melayu khususnya Kota Dumai.

"Legenda Putri Tujuh bahwa buah bakau merupakan senjata yang mengalahkan bala tentara Kerajaan Empang Kuala yang mau memboyong Putri Tujuh ini. Saya yakin, bahwa buah bakau yang dimaksud dalam legenda tersebut kemudian tumbuh menjadi hutan bakau," katanya.

Seiring berjalanan waktu, Bandar Bakau Dumai terus mengalami peningkatan baik dari segi penataan dan pengunjung yang berasal dari anak-anak sekolah, akademis bahkan tamu dari luar negeri, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Di tahun 2023 kemarin telah mencapai  3.000 pengunjung dari sekolah, akademisi dan mancanegara untuk mempelajari tentang mangrove. Bahkan tetangga kita Malaysia telah berhasil menerapkan di daerahnya setelan mengikuti pelatihan," paparnya.

Hal ini juga berkat bantuan dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan yang berkomitmen pelestarian hutan dan kawasan mangrove di Indonesia sangat membantu.

"Kolaborasi dengan PHR sangat membantu menyelamatkan mangrove bandar bakau. Tidak hanya dalam bentuk fisik, juga  telah mengubah mental para kelompok tani hutan dan pengunjung seperti membangun jalan yang dulunya di bangun menggunakan kayu," kata Dawis.

Mangrove Kawasan Eco Eduwisata

Keberadaan Bandar Bakau Dumai dilirik oleh PHR sebagai kawasan eco eduwisata. Bukti nyata ini diwujudkan pada program konservasi hutan mangrove dengan memberdayakan masyarakat tempatan di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Juga melakukan  pembangunan infrastuktur sebagai upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

"Program konservasi mangrove ini berupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan PHR melalui pembinaan kelompok masyarakat tempatan yang berfokus untuk menjaga lingkungan di pesisir Riau tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat," ujar Analyst Social Performance PHR WK Rokan, Priawansyah.

PHR memiliki komitmen dalam hal pelestarian lingkungan dan konservasi. Hutan mangrove mampu menyimpan dan menyerap karbon lebih banyak yang berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

"Tanaman mangrove mampu menangkap karbon lima kali lebih banyak dibandingkan hutan biasa, sehingga dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim, " katanya.

Priawansyah menyebutkan dengan kolaborasi bersama kelompok tani, PHR lebih meningkatkan pembangunan infrastruktur di hutan bakau seperti pembangunan jembatan beton sepanjang 300 meter pada tahun 2022 masih dibangun menggunakan kayu. Selain itu, PHR juga merenovasi kafe usaha kelompok bersama Radem Piloe dan TItik Reda yang sebelumnya dibangun melalui swadaya masyarakat. Serta pembangunan prasarana lainnya seperti pintu gerbang, bangunan pusat gallery, panggung teater dan pembibitan mangrove.

Peningkatan infrastruktur yang dibangun PHR kini memudahkan pengunjung yang datang ke Bandar Bakau Dumai untuk melihat langsung ekowisata mangrove. Juga kawasan tersebut jadikan sebagai tempat edukasi bagi pelajar dan mahasiswa,bahkan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan negara lainnya melakukan riset dan penelitian tanaman mangrove sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Penulis : Wiwik Widaningsih



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-menyulap-bandar-bakau-dumai-dengan-pesona-keindahan-alam.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)