Khitan Massal RJIC Peduli; “Alhamdulilah, Selesai Salah Satu Tugas Sebagai Orangtua”

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Khitan memang menggerunkan. Namun ia adalah perjuangan. Ikhtiar dari para lelaki untuk menyempurnakan fitrah sebagai seorang muslim. Khitan perlu keberanian dan keyakinan.

Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihat (segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna), Khitan Massal RJIC Peduli telah selesai dilaksanakan pada hari Ahad, 22 Desember 2024 di RS Ibnu Sina Pekanbaru. Acara pembukaan berlangsung di Aula Umar bin Khattab. 

“Khitan adalah salah satu syariat Islam. Kami senang bisa menjadi bagian dari amal sholeh ini,” ujar dr Agustiawan mewakili pihak Direktur dan Manajemen RS Ibnu Sina.

Menurut Ketua Yayasan Nadwah Islamiyah, Mashudi, khitan massal ini adalah agenda tahunan RJIC Peduli. “Banyak kegiatan rutin di Masjid RJ yang dapat diikuti oleh masyarakat. Setiap Maghrib ada kajian. Ada pula kajian bakda Subuh, serta tahsin, belajar bahasa Arab dan lain sebagainya,” tutur Mashudi didampingi Ketua Panitia, Heri Nofalis. 

Dengan izin Allah, awalnya calon peserta khitan ditargetkan hanya untuk 125 anak yatim, dhuafa, atau yang membutuhkan. Cuma dalam waktu dua hari, calon peserta telah mencapai 170 anak. Di hari pelaksanaan, total calon peserta bertambah menjadi 187 orang. Dari angka itu, 152 anak berhasil dikhitan. Ini berarti melebihi dari target awal yang direncanakan. Usia peserta paling besar 14 tahun dan paling kecil 3 tahun.

Beraneka ragam tingkah-polah anak-anak menjelang disunat. Ada yang tenang dan malah asyik mengunyah. Ada yang penuh drama. Ada yang perlu dibujuk-bujuk. Ada pula yang muroja'ah hapalan Al Qur’an. Tidak hanya kakak dan adik yang ikut. Om tante, bahkan kakek nenek juga ikut serta memberikan dukungan. Begitulah besarnya harapan agar para bocah ini mau dikhitan.

Zian (4) keluar dari ruang tindakan dengan wajah tenang. Meski belum sekolah, lelaki kecil ini adalah salah seorang peserta Khitan Massal RJIC Peduli yang paling tenang. Tiada airmata. Tak ada drama. Padahal ia baru saja menghadapi perjuangan untuk menjadi hamba Allah yang berusaha senantiasa taat kepada-Nya. 

Didampingi sang ayah, Dani, dua beranak ini berjalan santai menenteng tas hadiah. “Alhamdulillah. Saya tahu kegiatan Khitan Massal ini karena selalu mengikuti berbagai media sosial Masjid Raudhatul Jannah Islamic Center (RJIC),” ujar Dani. 

Lain pula kisah Diah, ibu dari Aditya (10). Diah tahu informasi tentang khitan massal ini dari Bu RT. Ada tiga anak dari wilayah mereka yang ikut serta. “Saya mau karena ini langsung dari rumah sakit. Jadi terpercaya. Rupanya khitan massal ini ada tiap tahun ya? Ada donaturnya berarti ya,” tanya warga Jalan Paus ini. 

Diah bercerita, suaminya adalah seorang muallaf. Ayah Aditya baru dikhitan saat usia 21 tahun. “Jadi ayahnya itulah yang paling semangat agar anaknya dikhitan,” tutur Diah.

Kisah Ayu (31) lain lagi. Suaminya baru meninggal dunia tiga bulan yang lalu. Sebelum wafat, rahimahullah sudah berjanji kepada sang anak, Galih (kelas 4 SD), bahwa saat liburan nanti akan dikhitan. 

“Jadi karena ayahnya sudah tiada, tentu saya lagi sebagai ibu yang menunaikan janjinya. “Semangat ya nak. Nggak apa-apa. Buang penyakit ini namanya. Tapi anaknya belum sunat kok Mamanya udah jantungan ya,” kata Ayu sambil mengusap kepala anaknya. 

Ayu tahu info khitan massal ini dari teman. Ada dua anak lagi teman Galih yang juga jadi peserta. “Kami sama-sama ke sini naik ojek online. Sebelumnya ada juga yang menawarkan khitan massal dengan cara manual. Tapi kami batalkan. Alhamdulillah ketemu di sini yang pakai metode laser,” ungkapnya.

Empat anak Ayu semuanya lelaki. Galih adalah putra kedua. “Adik yang di bawahnya sudah 5 tahun. Tapi belum mau disunat. Semoga tahun depan rezeki adiknya untuk bisa ikut lagi program ini,” harapnya.

Khitan adalah gerbang awal bagi para lelaki kecil untuk melakukan hal-hal besar di masa mendatang sebagai pemimpin. Khitan juga suatu keharusan untuk anak laki-laki yang menunjukkan kebersihan seorang muslim. Namun di sebagian masyarakat, biaya khitan ini terasa begitu mahal. 

Karena itu mari bersama kita meluaskan maslahat khitan. Semoga Allah karuniakan limpahan pahala dan keberkahan dari beragam maslahat yang dirasakan oleh para saudara kita. Menebar manfaat bagi umat. 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu para yatim dan dhuafa,” ujar Yudi Prayoga, ayah salah seorang peserta. 

Masih terngiang jelas di telinga ucapan lega seorang ibu yang baru saja keluar dari ruang tindakan. “Alhamdulillah, selesai salah satu tugas saya sebagai orangtua.”

Jazaakumullah khayran untuk semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan Khitanan Massal RJIC Peduli pada Ahad 22 Desember 2024 ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Terima kasih tiada terhingga kepada para muhsinin, mitra, dan para relawan. Penghargaan yang setinggi-tingginya karena telah berjuang harta, pikiran, waktu, dan tenaga bersama RJIC untuk meraih peluang pahala berbuat kebaikan. 

Semoga Allah jadikan semua yang kita kerjakan sebagai pembuka sebanyak mungkin pintu kebaikan serta menerimanya sebagai amal jariyah yang pahala dan faedahnya senantiasa mengalir dan bertambah. Semoga kerja sama yang selama ini sudah terjalin mesra, Allah perkenankan sebagai saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.

Sampai jumpa dalam aksi kebaikan selanjutnya.(rls)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-khitan-massal-rjic-peduli-%E2%80%9Calhamdulilah-selesai-salah-satu-tugas-sebagai-orangtua%E2%80%9D.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)