Kasus Penemuan Mayat Pemulung di Kolong Jembatan, 5 Tahun Tinggal Sendirian

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Seorang tunawisma bernama Robi (48) ditemukan meninggal dan sudah membusuk di bawah kolong jembatan depan Bengkel Eka Prima, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru pada Selasa (26/5/2020) lalu. Menurut Kapolsek Bukit Raya Kompol Bainar, Robi sehari-hari mencari barang bekas lalu menjualnya demi memenuhi kebutuhan hidup.

Adapun tempat tinggal Robi bernaung hampir 5 tahun di bawah kolong jembatan itu kemudian menjadi tempat jenazahnya ditemukan.

"Dari keterangan saksi, korban sudah lama tinggal disana. Sehari-hari korban bekerja sebagai pemulung," ucap Kapolsek.

Saksi bernama Anto mengaku terakhir kali melihat korban pada tanggal 20 Mei 2020 lalu sebelum akhirnya korban ditemukan meninggal. Anto melihat korban tengah mandi di bawah jembatan itu. Di sisi lain, polisi pun belum mengtahui identitas lengkap Robi sebab korban tidak memiliki KTP dan tinggal sendiri di kolong jembatan.

Mayat Robi sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi sudah membusuk di kolong jembatan depan bengkel Eka Prima Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, penemuan mayat bermula saat saksi membuka warung nasi goreng dan mencium ada aroma busuk yang berasal dari bawah jembatan tempat korban tinggal.

"Lalu saksi beserta warga melihat ke arah bawah jembatan dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi membusuk dan membengkak dalam posisi tidur terlentang," ucap Kapolresta, Selasa (26/5/2020).

Lantas, saksi memberitahukan penemuan itu kepada Polsek Bukit Raya. Setelah ke TKP, polisi membawa mayat korban ke RS Bhayangkara.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kasus-penemuan-mayat-pemulung-di-kolong-jembatan-5-tahun-tinggal-sendirian.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)