Agustus Nanti, Kejuaraan Beladiri secara Online Digelar KONI Pekanbaru
- Jumat, 03 Juli 2020
- 775 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Penyaluran dana bagi warga terdampak Covid-19 di Pekanbaru melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru, yang ditunjuk oleh wali kota sebagai salah satu perbankan yang menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), memicu polemik. Hal itu lantaran bantuan yang disalurkan tidak utuh diterima warga.
Menanggapi itu, Direktur Utama BPR Pekanbaru, Akhmad Fauzi Lindung, mengatakan bahwa pihaknya ikut serta menyalurkan BLT berdasarkan penunjukkan oleh wali kota Pekanbaru karena BPR Pekanbaru merupakan salah satu BUMD milik Pemko Pekanbaru.
"Kami mendapat perintah menyalurkan pada saat tanggal 20 Mei 2020, di mana pada saat itu beberapa bank tutup karena menjelang Lebaran. Namun, kami terpaksa membuka layanan dikarenakan harus melayani warga untuk membuka rekening," ucapnya, Kamis (2/7/2020).
Pada tanggal 22 Mei 2020, imbuhnya, warga membludak di kantor. BPR lantas memutuskan untuk membuatkan rekening warga secara kolektif, yang artinya warga tidak datang ke kantor, tetapi pihaknya membuatkan rekening berdasarkan data dari kecamatan.
"Kami telah membuatkan lebih kurang 8.400 rekening. Namun, setelah diverifikasi Dinsos Kota Pekanbaru, hanya 6.424 rekening atau KK yang dinyatakan valid. Nah, sesuai dengan SOP perusahaan, setiap pembukaan rekening, ada setoran awal Rp50 ribu. Bagi warga yang kolektif tadi, kami minta pada saat penyaluran yang dimulai pada tanggal 18 Juni. Namun, tidak semua warga pada saat pengambilan yang memiliki dana tunai makanya sebagian memilih meninggalkan saldo Rp50 ribu, yang beberapa hari ini dikira dipotong. Padahal, Rp50 ribu ini ada di saldo rekeningnya," urainya.
"Karena ada di rekening tabungan maka aturan rekening tabungan juga berjalan, di mana kami memberikan bunga tabungan kisaran 1-4 persen sesuai dengan saldo rata-rata harian. Jadi, sebenarnya kami malah memberikan benefit ke warga, tapi diberitakan memotong," paparnya.
Adapun pada hari Selasa, BPR dan beberapa perbankan penyalur BLT, di antaranya BRK dan BRI, dipanggil ke Balai Serindit komplek rumah dinas Gubernur untuk klarifikasi bersama gugus Covid. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Asisten I Pemprov Riau, Wakil wali Kota Pekanbaru, Kepala Perwakilan BPKP, Inspektorat Provinsi, Sektretaris Gugus tugas Covid-19 Provinsi, Perwakilan Kejati Riau, Perwakikan Diskrimsus Polda Riau, dan jajaran OPD Kota Pekanbaru.
"Berdasarkan rapat hari Selasa tersebut maka setelah berdiskusi dengan komisaris, kami sepakat meminta warga mengambil dananya secara keseluruhan, dengan arti kata menutup rekening. Bagi yang belum mengambil saldo Rp50 ribu di rekening, silakan datang ke kantor. Jadi, kami bukan mengembalikan karena dana bukan kami pegang, tapi sudah di rekening warga," tegasnya.
Sejauh ini, kata dia lagi, BPR baru menyalurkan dana ke 3.200 lebih KK. Diketahui, masih ada tiga kecamatan lagi yang masih proses, yakni Rumbai, Rumbai Pesisir, dan Tenayan Raya. Ia menyebut, atas adanya persoalan ini, konseksuensi dari penutupan rekening ini untuk BLT tahap II kemungkinan BPR tidak lagi memiliki nasabah tersebut karena rekeningnya sudah ditutup seiring sudah diambilnya keseluruhan saldo.
Oleh sebab itu, lanjutnya, kemungkinan untuk berikut BPR akan memikirkan lagi untuk ikut dalam penyaluran ini karena lebih banyak merugikan pihaknya.
"Karena kami sudah mengeluarkan biaya Rp2 juta per hari untuk biaya konsumsi, pengamanan, dan lembur karyawan dikarenakan kami tidak mendapat bantuan biaya operasional sepeser pun. Selain itu, kami rugi di brand BPR Pekanbaru. Nasabah eksisting kami selalu menanyakan kondisi BPR Pekanbaru," sebutnya.
Diungkapkannya, total dana yang sudah disalurkan sekitar Rp700 juta, dari total Rp1,92 miliar. Di sisi lain, baru 3.200 warga yang sudah mengambil bankeu dari total 6.424 warga atau KK.
"Kami sampai tanggal 9 masih menyalurkan untuk tiga kecamatan, dengan jumlah warga lebih kurang 2.000. Jadi, perlu ditegaskan kembali, seluruh dana sudah ada di rekening warga. Kalau sudah ada rekening, hanya warga yang namanya ada di rekening yang dapat mengambilkan. Bank sendiri tidak dapat mengambilnya," tuntasnya.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-ini-klarifikasi-dirut-bpr-pekanbaru-terkait-isu-pemotongan-penyaluran-dana-blt.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply