Update Covid-19 di Riau: Ada Tambahan 1 Kasus Positif dan 10 Pasien Sembuh
- Jumat, 03 Juli 2020
- 746 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pada Pelaksaaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK se-Provinsi Riau tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau akan memfasilitasi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri akibat keterbatasan kuota. Menurut Sekretaris Disdik Riau, Ahyu Suhendra, masih adanya siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, khususnya siswa yang tidak mampu, lantaran kuota sekolah negeri tidak mampu menampung semua pendaftar.
Saat pendaftaran ulang PPDB SMA/SMK negeri, imbuhnya, bahkan masih banyak siswa kurang mampu yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri sehingga perlu diberikan solusi agar masyarakat Riau semua bersekolah sesuai dengan arahan gubernur Riau.
"Memang setelah PPDB ini banyak pengaduan dan masukan kepada kami dan sejauh ini kami tetap mencarikan kebijakan dan strateginya. Jadi, anak-anak kami yang tidak bisa sekolah negeri, bisa ke sekolah swasta. Swasta kan juga mendapatkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) dari provinsi," ucapnya, Kamis (2/7/2020).
"Sesuai dengan Pergub yang telah dikeluarkan, masing-masing siswa mendapatkan Rp400 ribu yang bersekolah di swasta. Ini kan juga meringankan beban orangtua siswa, yang anaknya tidak bisa sekolah di negeri," jelasnya.
Siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri, sambungnya, karena aturan yang berlaku (sistem zonasi) dan fasilitas sekolah tidak dapat menampung semua siswa yang mendaftar. Adapun untuk sekolah negeri sendiri, masa pendaftaran ulang pada Jumat (2/7/2020) sebab pihaknya juga akan memanggil kepala sekolah negeri untuk mengetahui persentasi penerimaan siswa pasca pendaftaran ulang sehingga sekolah negeri yang masih bisa menampung siswa, nantinya akan dimasukkan siswa yang tidak lulus negeri, khususnya jalur afirmasi (masyarakat tak mampu).
"Untuk itulah kami akan panggil sekolah swasta untuk berdiskusi guna bagaimana pendidikan anak-anak di swasta. Ini kami masih dalam tahap pemetaan, sekolah swasta yang juga mendapatkan Bosda dan untuk sekolah negri juga diminta laporannya, berapa jumlah siswa yang diterima, dan berapa lagi jumlah siswa yang bisa ditampung," tuturnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan pada tahun ini diketahui menganggarkan dana Bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sebesar Rp428,995 miliar. Adapun jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu, yakni Rp 250,270 miliar. Dengan dana ini, sekolah SMA sederajat negeri tahun ini akan menerapkan sekolah gratis. Untuk sekolah negeri, dana Bosda yang dikeluarkan sebanyak Rp305,325 miliar yang diberikan kepada 190.855 siswa.
Bagi sekolah swasta Rp24,763 miliar, guru tidak tetap Rp95,832 miliar untuk 3.630 guru, siswa miskin Rp1,012 miliar untuk 920 orang, dan komunitas adat terpencil Rp671 juta untuk 610 orang.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-kuota-sekolah-negeri-terbatas-siswa-kurang-mampu-akan-difasilitasi-disdik-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply