Ditres Narkoba Polda Riau Raih Penghargaan Lemkapi karena Gagalkan Beredarnya 400 Kg Sabu-sabu

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), kemarin (25/1/2019)), memberikan penghargaan kepada Direktorat Reserse (Ditserse) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Hal itu sehubungan dengan digagalkannya penyelundupan 400 kilogram sabu-sabu di Riau. 

Adapun penghargaan itu diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Saputra Hasibuan, kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Hariyono. Tampak hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Wakapolda Riau, Brigjen Pol Wahyu Widada, serta jajaran Pejabat Utama Polda Riau. Penyerahan penghargaan itu digelar di ruangan Aula Tribrata, Mapolda Riau.

Menurut Edi Saputra Hasibuan, penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi pihaknya kepada Polri yang melaksanakan tugas dengan baik.

"Kami datang mewakili masyarakat yang simpati terhadap kinerja Polri. Ini bentuk apresiasi terhadap kinerja Polri yang memang bagus. Dalam hal ini pengungkapan narkoba. Polda Riau sudah menyelamatkan jutaan manusia dari bahaya narkoba. Bisa dibayangkan jika hampir sekitar 400 kilogram sabu-sabu beredar, tentu ini akan sangat merusak. Tapi Alhamdulillah bisa diselamatkan," katanya.

Ia pun berharap Polda Riau dan seluruh jajaran Polda lain di Indonesia pada umumnya akan semakin baik dan profesional. Ditegaskannya, pihaknya akan terus memberikan motivasi dan dukungan kepada jajaran Polri. Hal itu demi dapat meningkatkan kepercayaan Polri di masyarakat.

"Hasil penelitian kami, sudah 82,3 persen tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kalau ada kekurangan pun masih bisa kami pahami dan maklumi," paparnya.

Di sisi lain, ia berpesan kepada Polda Riau agar titik rawan yang menjadi pintu masuk narkoba, seperti pelabuhan tikus, dapat semakin diperketat pengawasannya.

"Wilayah tersebut rawan digunakan bandar kelas kakap untuk memasukkan narkoba. Tentu kami mengimbau, perlu ada kerjasama semua pihak, baik Polri, TNI, BNN, juga masyarakat. Awasi seketat mungkin," tegasnya.

Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, penghargaan itu akan dijadikan sebagai pemicu agar lebih giat lagi dalam bekerja.

"Penghargaan masalah pengungkapan narkoba. Satu sisi saya bangga atas prestasi yang dicapai. Satu sisi saya prihatin karena peredaran gelap narkoba di Riau masih sangat tinggi," paparnya.

Ia pun tak menampik jika sebagian besar narkoba masuk melalui jalur laut, terutama pelabuhan-pelabuhan tikus di Riau yang luput dari pengawasan.

"Narkoba masuk dari Pesisir Timur, masuk ke Riau, untuk kemudian dimasukkan ke daerah lain. Terutama di Sumatera dan Jawa. Narkoba di Riau cukup mengkhawatirkan, harus kita keroyok ramai-ramai," jelasnya.

"Bicara narkoba bicara generasi yang akan datang, dampaknya ke generasi muda. Jadi, harus betul-betul kami jaga, bukan hanya mengandalkan Polri, namun stake holder lain dan masyarakat luas harus ikut terlibat," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-ditres-narkoba-polda-riau-raih-penghargaan-lemkapi-karena-gagalkan-beredarnya-400-kg-sabusabu.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)