YASTROKI Riau Hadir Melayani Penyintas Stroke, Siapkan Fisioterapi Hingga Neorestorasi

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) Provinsi Riau berkomitmen memperluas akses pelayanan kesehatan dan pendampingan sosial bagi masyarakat penyintas stroke, khususnya di Kota Pekanbaru. Komitmen tersebut disampaikan Ketua YASTROKI Provinsi Riau, dr. Muhammad Iqbal, S.P.N., Fmin, usai pelaksanaan seminar dan peresmian Kantor YASTROKI Riau.

dr. Iqbal mengatakan, kehadiran YASTROKI Riau diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi penyintas stroke, mulai dari keterbatasan ekonomi, sulitnya akses transportasi menuju fasilitas kesehatan, hingga kurangnya dukungan sosial selama proses pemulihan.

"Penyintas stroke memiliki kondisi dan respons psikologis yang berbeda. Ada yang memiliki semangat tinggi untuk sembuh, ada yang pasrah dengan keadaan, bahkan tidak sedikit yang mengalami depresi. Karena itu, penanganan stroke tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan medis, tetapi juga membutuhkan perhatian dan pendampingan dari keluarga serta lingkungan sekitar," jelas dr. Iqbal, Minggu (08/11/26).

Ia menambahkan secara ilmu medis bahwa yang dibutuhkan penyintas stroke bukan hanya obat-obatan, tetapi juga dukungan keluarga, teman, dan masyarakat. Mereka tidak boleh merasa berjuang sendirian dalam proses pemulihan.

"Maka sebagai langkah konkret, YASTROKI Riau akan membangun komunitas peduli stroke serta memperkuat kolaborasi dengan komunitas lansia dan kelompok masyarakat lainnya. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih responsif terhadap kebutuhan penyintas stroke," jelasnya.

Iqbal juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak informasi keliru mengenai penanganan stroke. Salah satu mitos yang masih ditemukan adalah anggapan bahwa menusuk tubuh penderita dengan jarum dapat menyembuhkan stroke. Menurutnya, pemahaman seperti itu perlu diluruskan melalui edukasi kesehatan yang tepat.

"Kita jelaskan kembali bahwa pemulihan penyintas stroke membutuhkan penanganan medis yang sesuai, termasuk terapi obat, fisioterapi, serta rehabilitasi dan pendekatan neurorestorasi untuk membantu memulihkan fungsi saraf," sebut dr. Iqbal.

Ke depan, YASTROKI Riau juga merencanakan layanan respons cepat melalui call center atau layanan panggilan darurat. Program tersebut nantinya diharapkan melibatkan dokter spesialis dan komunitas stroke yang telah mendapatkan pelatihan agar dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan penyintas.

"Melalui pengembangan program tersebut, YASTROKI Riau ingin menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing penyintas stroke, termasuk mereka yang membutuhkan pendampingan komunikasi secara intensif," ujar dr. Iqbal.

"Harapan kami, YASTROKI Riau dapat menjadi mediator di tengah masyarakat, membantu penyintas stroke memperoleh akses pelayanan yang tepat, serta mendukung mereka agar dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih baik," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum YASTROKI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.N-FNRE, MARS, MH., menegaskan pentingnya penguatan peran komunitas dalam upaya pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi penyintas stroke di Indonesia.

Menurutnya, YASTROKI memiliki visi menurunkan angka kejadian stroke melalui edukasi, promosi kesehatan, pencegahan, serta peningkatan kesiapan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani penyintas stroke. Upaya tersebut juga diperkuat melalui penelitian, pengembangan program berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas sektor.

"Kami berharap YASTROKI Cabang Riau terus memperluas jangkauan kolaborasi dengan seluruh komunitas lansia melalui program kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan serta penanganan stroke," ujar dr. Tugas Ratmono.

Ia menambahkan sebagai langkah konkret, YASTROKI Pusat tengah menyiapkan program Forum Stroke Kecamatan yang akan diterapkan oleh seluruh cabang YASTROKI di Indonesia. Program berbasis komunitas ini dirancang menjangkau tingkat kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan RW dan RT.

"Forum ini akan mendorong pemetaan potensi dan kebutuhan wilayah, meliputi fasilitas kesehatan, laboratorium, apotek, tenaga medis, serta pendataan warga penyintas stroke. Keterlibatan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci pelaksanaan program ini," sebutnya. 

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapuskes TNI ini sangat optimistis bahwa YASTROKI Cabang Riau dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat upaya pencegahan stroke serta pemulihan penyintas melalui rehabilitasi yang berkesinambungan.

"Saya yakin kehadiran YASTROKI Riau diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelayanan dan edukasi kesehatan, tetapi juga membangun kepedulian sosial agar penyintas stroke mendapatkan kesempatan pemulihan yang lebih baik," tutup dr. Tugas Ratmono.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, YASTROKI berharap penanganan stroke di Indonesia semakin terintegrasi, mulai dari pencegahan di tingkat masyarakat hingga pelayanan medis dan rehabilitasi, sehingga kualitas hidup para penyintas stroke dapat terus ditingkatkan. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-yastroki-riau-hadir-melayani-penyintas-stroke-siapkan-fisioterapi-hingga-neorestorasi-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)