BKSDA Pasang Camera Trap untuk Pantau Harimau yang Masuk Kebun Warga di Inhu
- Jumat, 01 Maret 2019
- 13 likes
Karhutla di Rupat, Polres Bengkalis Turunkan Tim untuk Bantu Upaya Pemadaman
- Senin, 25 Februari 2019
- 13 likes
RIUHITS.COM, DUMAI, 4 November 2026 - Suara desau angin laut berpadu dengan deburan ombak yang menghantam pesisir Kelurahan Mundam, Kota Dumai. Garis pantai di wilayah ini menyimpan cerita pergumulan panjang antara manusia dan alam. Di balik keindahannya, abrasi telah lama menjadi ancaman senyap yang mengikis daratan, mendekati halaman rumah, dan membayangi masa depan warga pesisir.
Namun, di tengah kecemasan itu, harapan baru mulai tumbuh berakar di atas lumpur basah Jalan Muslim RT 5. Sepanjang pertengahan Agustus hingga akhir September 2026, kawasan sekitar Rumah Edukasi Anak Pesisir (REDAKSI) mendadak sibuk. Para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya bahu-membahu bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai menanam 500 batang bibit mangrove.
Bukan sekadar menanam, ada ketelitian dan inovasi yang disematkan dalam setiap lubang tanam. Mereka menggunakan metode OSOP (One Seedling One PVC)—sebuah terobosan ciptaan Kilang Dumai yang melindungi setiap bibit mungil dari amukan ombak ekstrem serta hantaman sampah laut. Setiap bibit dipagari potongan pipa PVC berukuran 4 inci sepanjang 35 sentimeter, menjadi perisai kokoh bagi tunas-tunas hijau yang tengah berjuang hidup.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengungkapkan bahwa penanaman ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Serumpun Lestari".
"Penanaman mangrove ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir tetap terjaga, memberikan manfaat ekologis jangka panjang, sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Muhammad Rum.
Transformasi program yang dulunya dikenal sebagai Serumpun Paman Bahri ini memang dirancang secara terintegrasi. Tidak hanya menyebar bibit, Kilang Dumai juga menghadirkan Alat Pemecah Ombak (APO), membangun fasilitas edukasi REDAKSI, hingga menyediakan fasilitas nursery (pembibitan) mandiri yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
Perjuangan yang Mulai Berbuah
Bagi Sulaiman (51), Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, kehadiran mangrove dan infrastruktur pelindung ini adalah napas bagi kelangsungan kampung halamannya. Ia mengenang masa-masa awal penanaman mandiri yang dimulai sejak 2023, di mana gelombang laut yang ganas kerap menyapu bersih bibit-bibit yang baru ditanam karena belum adanya pemecah ombak.
"Bagaimana caranya kita mempertahankan rumah yang ada di pesisir pantai ini untuk berkelanjutan sampai anak cucu. Kalau tidak dicegah, kawasan ini tidak akan bisa bertahan selamanya," tutur Sulaiman dengan mata menyapu laut lepas.
Kini, setelah dukungan Alat Pemecah Ombak (APO) hadir dari program TJSL Kilang Dumai, gelombang tinggi berhasil diredam sebelum sampai ke bibir pantai. Bibit-bibit mangrove yang dilindungi pipa PVC pun tumbuh subur, merajut jaring hijau alami yang kian merapatkan barisan di sepanjang pesisir Mundam.
Komitmen ini ditegaskan pula oleh Section Head Environment–HSSE Kilang Dumai, Rachmat Harris Firmansyah, dalam berbagai forum dialog publik bahwa sinergi antara dunia usaha dan komunitas lokal adalah kunci utama mitigasi perubahan iklim.
Jejak kepedulian Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai inipun tak berhenti di Kelurahan Mundam. Sebelumnya, pada 28 Juli 2026, sebanyak 200 bibit mangrove telah diserahkan kepada Kelompok Pegiat Mangrove di Bandar Bakau Dumai, disusul 100 bibit lainnya bagi BPBD pada 6 Oktober 2026 lalu.
Matahari perlahan meninggi di atas langit Kelurahan Mundam. Di balik pagar-pagar PVC yang berbaris rapi di garis pantai, tunas-tunas mangrove terus menghunjamkan akarnya ke dalam bumi. Bersama para nelayan dan asa yang dirajut bersama, pesisir Dumai kini memiliki pelindung baru yang siap menahan badai, demi menjaga warisan hijau bagi generasi yang akan datang.
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-kala-pipa-pvc-menjaga-tunas-hijau-ikhtiar-kilang-dumai-melawan-abrasi-di-pesisir-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply