Tenggelam saat Berenang di Parit Belanda, Murid SDN 166 Pekanbaru Ditemukan Tak Bernyawa

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Tenggelam di Parit Belanda saat berenang, murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 166 Pekanbaru akhirnya meninggal dunia, kemarin. Bocah itu adalah Jul Leo Hendra Saputra (11). Pelajar SD Negeri 166 Pekanbaru itu ditemukan tak bernyawa setelah diduga tenggelam saat berenang di Parit Belanda, di Jalan Siak IV, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru.

Sebelumnya, ia diketahui ikut bersama rombongan hiking sekolah, total sekitar 51 orang anak murid. Murid-murid itu menempuh perjalanan dari sekolah dipandu oleh guru olahraga, Abu Nazar. Rutenya melewati bawah Jembatan Siak IV. Setibanya di Parit Belanda (anak Sungai Siak), murid-murid meminta izin kepada sang guru untuk mandi di pinggiran.

Akan tetapi, Abu Nazar menolak permintaan itu mengingat bahaya yang ada lantaran aliran air cukup deras. Namun, sebagian murid, meski sudah dilarang tetap saja bermain di pinggiran parit tersebut. Tak lama kemudian, guru olahraga itu memimpin untuk melanjutkan perjalanan. Saat hendak memulai berjalan, ia pun diberitahu oleh beberapa murid bahwa ada teman mereka (korban) yang hilang.

Abu Nazar lantas pun menghitung anak muridnya kembali dan jumlahnya berkurang satu orang. Murid yang hilang itu adalah Jul Leo Hendra Saputra. Abu Nazar yang panik langsung terjun ke parit untuk mencari korban. Sekitar 20 menit mencari, ia tak berhasil menemukan korban dan ia pun menghubungi pihak kepolisian.

Beberapa personel kepolisian dari Polsek Rumbai Pesisir tak lama kemudian tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pencarian. Polisi pun menghubungi orangtua korban dan berkoordinasi dengan Tim SAR. Menjelang tim SAR tiba, beberapa orang warga banyak yang membantu mencari korban secara suka rela.

"Akhirnya pukul 17.10 WIB, hasil penyelaman manual oleh relawan setempat, korban berhasil ditemukan. Korban lalu dievakuasi ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan," kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda.

Akan tetapi, nyawa sang bocah tak bisa tertolong. Ia dinyatakan sudah meninggal dunia. Budhia menerangkan, menurut saksi, korban merupakan murid pindahan dan belum tergabung dalam keanggotaan pramuka. Korban yang katanya mampu berenang itu pada saat kejadian berenang ke tengah aliran Parit Belanda.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-tenggelam-saat-berenang-di-parit-belanda-murid-sdn-166-pekanbaru-ditemukan-tak-bernyawa.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)