Sekda Kuansing Sebut Ilegal Logging dan PETI Jadi Penyebab Banjir

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) diterjang banjir. Saat ini, air diketahui mulai berangsur surut. Meski demikian, air masih merendam rumah 8.430 Kepala Keluarga (KK). Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Dianto Mampanini kondisi banjir sejumlah wilayah sudah mulai surut.

"Laporan pada hari ini banjir beberapa wilayah sudah mulai surut, sementara di sebagian wilayah Kuansing lainnya masih direndam banjir," katanya.

Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab Kuansing terus melakukan proses evakuasi dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir.

"Ada 12 kecamatan yang terdampak banjir dan ribuan KK menjadi korban banjir," tuturnya.

Banjir di Kuansing, imbuhnya, merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap akhir tahun. Akan tetapi, sambungnya, dalam beberapa tahun terakhir, volume air banjir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Banjir ini sebenarnya sudah tiap tahun. Setiap memasuki bulan Oktober hingga Desember, curah hujan akan tinggi di hulu atau di Sumatera Barat maka kami yang ada di hilir ini pasti akan mengalami banjir," sebutnya.

Soal banjir dalam lima lima tahun terakhir yang cukup parah, ia tidak menampik hal itu. Menurutnya, ada beberapa faktor ulah manusia sebagai penyebab banjir yang kian parah.

"Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab banjir ini semakin parah. Pertama karena adanya alih fungsi hutan, bahkan aktivitas ilegal logging masih terjadi. Jadi, kawasan penyangga air sudah terganggu. Selanjutnya adalah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI)," ungkapnya.

Akibatnya, kata dia lagi, banjir kali ini cakupannya cukup luas.

"Dampak banjir cukup luas. Selain merendam rumah penduduk, banjir juga merusak 1.010 hektare lahan pertanian berupa sawah padi," ucapnya.

Banjir sendiri membuat aktivitas masyarakat dan perekonomian terganggu. Sejumlah sekolah diliburkan akibat ruang kelas tak luput direndam banjir. Bahkan, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Gubernur Riau Syamsuar dan Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima, Brigjen TNI Mohammad Fadjar kemarin meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cerenti dan Inuman, Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Di samping itu, Pemrov menyalurkan 3 ton beras dan bahan makanan lain untuk korban banjir di Kuansing.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-sekda-kuansing-sebut-ilegal-logging-dan-peti-jadi-penyebab-banjir.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)