Ragam Pemikiran Doktor dalam bidang Pertanian Riau

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Bedah buku “Ragan Pemikiran para doktor” yang diinisiasi Fachri Yasin berlangsung serius karena waktu dua jam tidak cukup menampung berbagai komentar para pengunjung yang hadir. 
Isu utama yang paling banyak muncul dalam diskusi itu adalah “Sawit”. 

Fachri Yasin yang juga sebagai penyunting buku ini menyadari sulitnya menghimpun para penulis. 
Dari 26 doktor hanya 11 orang yang menyampaikan pemikiran. Tema buku ini memang terarah pada bidang pertanian, lebih khusus pada aspek sawit.

Menurut salah seorang peserta, jika buku ini mau dicetak ulang perlu merevisi margin dan jenis huruf agar lebih menarik. 

Hal yang lebih penting tema buku “Pertanian” harus lebih menonjol dari judul yang sudah ada. Bisa pula nanti ada tema lain berikutnya. Selain itu banyak istilah yang perlu diberi penjeladan.


Bedah buku ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Soeman Hs, Selasa, 17 September 2024.


Gulat Manurung, salah seorang penulis menyiasati bahwa keberadaan perkebunan sawit di Riau sudah tepat. Karena sudah dipikirkan untung ruginya, sebab daerah lain seperti Jambi, Sumatera Utara dan Aceh serta Kalimantan sudah mulai mengejar. Malahan ada isu di negara-negara Arab dan Cina sudah mulai tertarik mengembangjan sawit dengan teknologi baru.

Gulat yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ia terkenal berhasil meraih gelar Doktor dalam waktu singkat dan aktif dalam isu-isu terkait pengelolaan sawit, membantah jika tanaman sawit merusak lingkungan. 
Menurutnya air yang diserap dari tanaman sawit tidak lebih banyak dari sawah padi. Sedangkan pada aspek ekonomi sawit memberikan keuntungan lebih besar. Misalnya satu kilo karet hanya bisa membeli setelah kilo beras.
 Apa yang sudah di lakukan di Riau dalam pengembangan sawit sudah tepat dan tidak akan mempengaruhi sektor lain. Sebab sektor lain sulit bersaing di Riau. Makanya sawit di Riau ibarat gula dan manisnya.

Dr. Parlin Haloman Sinaga, salah seorang pembahas merasa terbantu dengan terbitnya buku ini. Bahwa pengembangan sektor sawit sudah dapat menjawab keraguan semua orang. Karena bisa merusak pengembangan tanaman pangan dan petaninya. Ternyata petani terbawa oleh perubahan itu. 
Cuma Parlin memberikan catatan yang menarik, perlu ada batasnya - yang dalam paparan ini buku ini belum tampak.

Pembahas yang lain, Dr Rahmad Rahim, menyoroti buku ini dari aspek ekonomi. Buku ini menurut sangat membantu para demokrat dalam mengambil kebijakan pengembangan sawit. Seban di Riau juga ada potensi lain seperti minyak bumi.(ssh)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-ragam-pemikiran-doktor-dalam-bidang-pertanian-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)