Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprediksi Turun 0,6 Persen Efek Covid-19

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pertumbuhan ekonomi Riau diprediksi terkoreksi (turun) sekitar 0,6% dari target 2,9% pada akhir 2020 akibat adanya pandemi coronavirus disease (Covid-19). Menurut Kepala BI Perwakilan Riau, Decymus pandemi Covid-19 akan mengganggu hampir semua sektor penyumbang pertumbuhan perekonomian daerah.

"Kami sudah mendapati beberapa sektor pendukung utama pertumbuhan ekonomi yang dalam sebulan terakhir ini sudah terlihat terjadinya penurunan," katanya, Rabu (15/4/2020).

Diterangkannya, sektor pendukung utama terhadap pertumbuhan ekonomi Riau, seperti migas, CPO dan karet, saat ini juga sudah tampak mengalami penurunan. Padahal, ketiga sektor itu adalah komoditas utama untuk ekspor dengan menyumbang hingga 80% PDRB. Dari sisi domestik, sektor-sektor yang sudah terlihat mengalami penurunan adalah transportasi, akomodasi, perdagangan, dan lainnya.

"Kalau kami lihat dari komoditi ekspor saja sudah menyumbang 70%-80% terhadap BDRB Riau. Jadi, kalau komoditi ini mengalami gangguan apalagi terhadap negara tujuan ekspor kita seperti Tiongkok dan Eropa yang juga terdampak corona maka itu akan sulit untuk kami hindari penurunannya," jelasnya.

Untuk sektor perkebunan kelapa sawit, imbuhnya, sejauh ini juga memberikan kontribusi besar terhadap daya beli masyarakat, mengingat sekitar 52% masyarakat di Riau menggantungkan perekonomiannya pada usaha tersebut.

"Kalau kami berbicara CPO di Riau, kami tak hanya bicara soal perusahaan besar, tapi ini juga menyangkut sekitar 52% petani sawit di Riau cari makan di situ. Jadi, kalau ada apa-apa dengan CPO maka akan langsung memukul daya beli masyarakat di Riau," paparnya.

Ia menambahkan, untuk sektor-sektor di domestik memang jumlahnya tidak banyak, tetapi orang yang terdampak sangat banyak, contohnya sektor perdagangan, ada banyak toko yang sudah menutup usaha mereka akibat sepi pembeli.

"Sektor transportasi apalagi. Transportasi udara rute keluar negeri sudah tidak terbang. Domestik juga sudah berkurang karena orang memilih untuk tidak pergi. Kondisi yang sama juga bisa kami lihat di transportasi laut dan darat," bebernya.

Beberapa sektor yang mungkin akan mengangkat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sambungnya, adalah listrik dan telekomunikasi sebab orang lebih banyak berdiam diri di rumah. Penggunaan listrik dan komunikasi otomatis akan sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, jika dilihat secara keseluruhan dari komoditi ekspor dan domestik, kata dia lagi, diperkirakan total ekonomi Riau terdampak corona sekitar 0,6%. Artinya, pertumbuhan ekonomi Riau di akhir tahun bisa turun menjadi 2,3% dari terget 2,9%.

"Tapi perlu dicatat, 2,3% prediski pertumbuhan ekonomi akhir tahun itu, kalau kami nggak ngapa-ngapain di tengah wabah Covid-19. Tapi kan pemerintah, BI, dan pihak pengambil kebijakan lainnya bergerak untuk melakukan stimulus perekonomian. Kemenkeu, BI, dan OJK sudah bergerak untuk melakukan stimulus," sebutnya.

Disampaikannya, semua otoritas itu sudah memberikan stimulasi ekonomi sesuai dengan bidangnya masing-masing, seperti insentif pajak, penurunan suku bunga, restrukturisasi kredit, dan yang akan dilakukan adalah penyaluran bangunan sosial dari pemerintah.

"Itu semua dilakukan agar penurunan 0,6% (untuk Riau) tidak terjadi," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pertumbuhan-ekonomi-riau-diprediksi-turun-06-persen-efek-covid19.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)