Masyarakat Banyak Salah Kaprah Terkait Pengertian New Normal, Ini Kata Kajati Riau
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Penerapan new normal atau tatanan hidup baru di Indonesia akan dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi, kebijakan ini banyak disalahartikan oleh masyarakat sebab mereka banyak yang berbondong ke pusat perbelanjaan dan berkerumun. Menyikapi itu, Kejaksaan Agung RI memberi arahan khusus kepada seluruh kejaksaan untuk menyampaikan kepada pemerintah dan masyarakat tentang new normal agar tidak ada yang salah kaprah.
"Pengertian new normal jangan salah kaprah. Kalau kami lihat di daerah lain maupun Riau, ada pengertian dari masyarakat yang sudah kebablasan, menganggap ada pelonggaran-pelonggaran," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Mia Amiati, Selasa (2/6/2020).
Disampaikannya, new normal merupakan suatu kedisiplinan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Masyarakat harus bertahan hidup dengan yang benar. Ia memamaparkan, untuk bertahan hidup, ada empat peraturan yang harus tetap dijalankan masyarakat saat new normal.
"Selalu gunakan masker jika keluar rumah, mencuci tangan dengan air dan sabun, menghindari kerumunan, dan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga," paparnya.
Protokol kesehatan itu, kata dia, saat ini diabaikan oleh masyarakat. Padahal, dalam agama apa pun, dianjurkan untuk berikhtiar agar dapat hidup lebih baik.
"Kami yakin semua mengajarkan hal sama, baik Islam, Kristen, Budha, dan Hindu. Selalu harus berikhtiar untuk hidup lebih baik," tuturnya.
Ia memandang, dalam praktik saat ini, saat PSBB dihentikan, masyarakat langsung menyerbu tempat keramaian.
"Ini kami sesali. Kami tidak tahu saat ini siapa yang jadi menyebarkan virus tersebut. Banyak sekali orang tanpa gejala," tutupnya.(rzt)




Comments (3)
https://riauhits.com/berita-masyarakat-banyak-salah-kaprah-terkait-pengertian-new-normal-ini-kata-kajati-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply