Sekdaprov Riau Akui Belum Tahu soal Mutasi oleh BRK pada Masa Pandemi Covid-19
- Selasa, 09 Juni 2020
- 961 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Gerakan Pencanangan Jaga Kampung diluncurkan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar pada Selasa (9/6/2020). Kegiatan itu dilakukan bersama pengurus LAMR di kabupaten/kota di Riau dan Wakil Gubernur Riau, Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Edy Natar Nasution. Peresmian pencanangan Gerakan Jaga Kampung yang masih merupakan rangkaian kegiatan Milad Emas ke-50 LAMR ini dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar.
Momen itu diiringi dengan penabuhan canang yang dilanjutkan dengan penandatanganan Warkah Pencanangan Gerakan Jaga Kampung oleh Datuk Seri Syahril Abubakar dan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA), Datuk Seri H Al azhar di Balairung Tenas Efendy Balai Adat Melayu Riau. Tampak hadir di Balairung Tenas Effendy ini, antara lain, Sekretaris Umum MKA LAMR Datuk Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum DPH LAMR Nasir Penyalai, dan pengurus LAMR lainnya. Mereka tampak duduk berselimput mengikuti acara pencanangan Jaga Kampung tersebut.
Adapun Wakil Gubernur Riau, Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Edy Natar Nasution menghadiri kegiatan ini dari ruang kerjanya di Jalan Sudirman. Menurut Datuk Taufik Ikram, Gerakan Jaga Kampung merupakan suatu frase, suatu ungkapan yang memperlihatkan adanya suatu daya upaya dengan keberadaan atau kemampuan sendiri untuk memartabatkan suatu kawasan yang amat dinamis dengan berbagai latar belakang. Latar belakangnya bukan saja material, melainkan juga spritual.
Dilihat dari segi waktu, bukan saja kini, melainkan juga dulu dan akan datang. Oleh sebab itu, ungkapan gerakan jaga kampung ini merupakan aktivitas yang mendalam dan amat luas.
"Kampung adalah konsep kultural yang mengandung nilai-nilai multidimensional, bukan sekedar masalah tempat," katanya.
Dikatakan Ketua LAMR Kuansing, Datuk Pebri Mahmud, situasi saat ini tidak saja masalah Covid-19, tetapi juga ada hal lainnya yang bersangkutan dengan hak adat masyarakat.
"Kami tidak mau ada orang yang seenaknya mengambil hak adat kami. Karenanya, kami sangat mengapresiasi kegiatan Jaga Kampung ini sehingga adat kami tetap terjaga," ucapnya melalui aplikasi virtual.
Menurut Ketua Umum LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, adapun persoalan yang dihadapi Meranti sejak dulu adalah daerah ini menjadi tempat keluar-masuknya TKI illegal sebab letak geografisnya.
"Meranti adalah wajah negara ini karena merupakan pulau terluar. Namun, Meranti hingga saat ini masih tercatat sebagai daerah termiskin," ujarnya.
Ia menambahkan, terkait Menjaga Kampung, pihaknya sangat sepakat, khususnya menjaga keaamanan kampung, terlebih Meranti daerah pulau yang seharusnya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak.
"Dengan letak geografis Meranti berbagai hal terjadi sehingga hal ini menjadi tugas kami untuk menjaga marwah Melayu. Terkait hal itu, kami sudah membuat helat berupa Bele Kampung yang tujuannya tidak saja menjaga kampung dari wabah, tapi juga menjaga keamanan bahkan berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat," paparnya.
"Kami sangat sepakat dengan Gerakan Jaga Kampung ini dan hal ini tidak saja menjaga hal hak adat, tidak saja menjaga diri dari wabah Covid-19, namun juga terhadap keamanan yang saat ini kami ketahui bahwa narkoba sudah sangat merasuk hingga ke kampung-kampung," tutur Ketua LAMR Pelalawan, Zulmizan.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-luncurkan-gerakan-jaga-kampung-ini-kata-lam-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply