DPRD Pekanbaru Minta Diskes dan Disperindag Bertindak Terkait Tingginya Harga Masker

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Para pelaku usaha, seperti apotek, toko obat, dan juga swalayan diminta untuk tidak memanfaatkan momen Pandemik Virus Corona untuk mengeruk keuntungan berlebihan. Adapun dalam penjualan masker, alkohol, dan juga hand sanitizer, pelaku usaha juga diminta untuk mencoba melakukan penimbunan. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Sovia Septiana.

"Dalam situasi seperti sekarang, di mana banyak warga membutuhkan masker dan hand sanitizer sebagai pencegahan agar tidak terjangkit virus, jangan sampai ada oknum yang justru menimbun dengan motif cari keuntungan," katanya.

Diakuinya, dirinya sudah turun ke lapangan untuk mengecek keluhan warga sulitnya memperoleh masker dan hand sanitizer. Adapun dari beberapa toko yang ia datangi, terdapat sebuah toko yang menjual masker dengan harga yang tidak masuk akal.

"Di beberapa toko, kosong. Namun, ada satu toko yang menjual, tetapi harganya sangat tidak rasional. Masker standar yang biasanya cuma Rp2000 per pieces, di sana dijual dengan harga Rp13.500. Kalau dihitung per kotak, bisa sampai Rp650 ribu. Ini sangat memprihatinkan," jelas politikus Golkar ini.

Oleh sebab itu, ia berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan juga Dinas Kesehatan, dapat segera menyikapi dengan mengambil langkah-langkah yang tepat. Sementara itu, menurut Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut saat ini di Pekanbaru masker dan hand sanitizer memang langka di pasaran.

"Itu di gudang-gudang memang kosong. Kami (Disperindag,red) sudah koordinasikan dengan teman-teman penyedia alat kesehatan memang kosong," ucapnya.

Pihaknya, kata dia, juga sudah turun langsung ke gudang penyimpanan alat kesehatan untuk memastikannya. Adapun akibat dari kelangkaan ini, harga masker dan hand sanitizer di Pekanbaru naik tinggi di atas kewajaran.

"Ini memang menjadi persoalan juga karena itu termasuk produk yang tidak bersifat penugasan. Artinya, masih mengacu pada mekanisme pasar dan juga belum ada kebijakan dari pemerintah terkait hal itu," paparnya.

Lebih jauh diterangkannya, produsen alat kesehatan ini tidak mengirimkan barang produksinya sampai ke Pekanbaru.

"Namun, kami akan terus mencoba dan mencari jalan untuk mengatasi hal ini," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-dprd-pekanbaru-minta-diskes-dan-disperindag-bertindak-terkait-tingginya-harga-masker-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)