Besok, Program Adopsi Pohon akan Diluncurkan oleh Gubri

Logo
Gubernur Riau, Syamsuar.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Peluncuran adopsi pohon Riau akan dilakukan oleh Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar. Nantinya, pohon ini akan diasuh oleh perusahaan dan masyarakat yang menjaga dan melestarikannya. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Mamun Murod, program adopsi pohon ini pertama di Indonesia untuk menjaga dan melestarikan hutan.

"Program ini bisa menjadi percontohan karena di Indonesia baru kami (Riau) yang membuat program adopsi pohon," ucapnya, Senin (9/8/2021).

Disampaikannya, adopsi pohon ini ditujukan untuk memberi insentif kepada masyarakat yang menjaga dan memelihara hutan di kabupaten/kota se-Provinsi Riu.

"Harapannnya adalah ketika mereka mendapatkan insentif maka masyarakat akan serius menjaga hutan. Dampak lainnya adalah akan memberi efek kepada masyarakat lainnya yang daerah terdapat hutan dapat dipertahankan agar mereka bisa mendapat insentif," jelasnya.

Ia menerangkan, insentif ini diberikan untuk mendukung kegiatan masyarakat dalam menjaga dan memelihara hutan serta untuk pemberdayaan masyarakat. Pihaknya dalam hal ini akan memberikan program sesuai dengan yang ada diwilayahnya. Misalnya, apabila di wilayah itu ada pertanian atau perternakan, dana yang diperoleh dari adopsi ini akan digulirkan ke situ.

"Dana itu juga bisa digunakan untuk infrastruktur dan pendidikan di wilayah masyarakat tempatan. Dengan begitu, dana tidak hanya digunakan untuk pribadi, tapi juga untuk membangun masyarakat di situ. Ketika ekonomi masyarakat terbangun maka secara otomatis mereka tidak akan mengambil kayu lagi, tapi dengan menjaga kayu, mereka bisa menghasilkan uang. Kemudian, uang itu bisa dikembangkan untuk berusaha dan kegiatan produktif yang bisa meningkatan perekonomian masyarakat," paparnya.

Insentif masyarakat ini, sambungnya, diperoleh dari berapa pohon yang mereka dapat jaga dan pelihara yang diadopsi oleh pihak ketiga (perusahaan). Hal itu sejalan dengan program "Riau Hijau".

"Kalau harga adopsi sendiri, untuk pohon dewasa itu Rp200 ribu per tahun. Kalau masyarakat bisa menjaga 200 pohon dewasa, berarti ada sekitar Rp200 juta. Dana Rp200 juta ini yang digunakan untuk menjaga hutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan dan infrastruktur," urainya.

"Jadi, uang itu yang mengelola mereka sendiri dan tim yayasan adopsi pohon ini tidak ada sama sekali mengambil dana dari situ. Pohon yang mereka jaga dan pelihara itu adalah pohon hutan yang sudah mendapat perizinan di Perhutanan Sosial (PS), di mana PS terdiri dari hutan desa, hutan adat, dan hutan kemasyarakatan. Tujuannya tak lain adalah agar hutan-hutan ini terjaga," sebutnya.

Harapannya, hal itu akan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dan mereka akan berupa melindungi hutan dengan mengajukan izin PS. Pasalnya, jika masyarakat sudah dapat perizinan PS itu, pihaknya akan mengatur untuk mendapat insentif adopsi pohon tersebut.

"Ini kami lakukan karena selama ini masyarakat yang selama ini telah mendapat perizinan PS tidak bisa berbuat apa-apa, sementara di lain sisi, ada pihak, yakni perusahaan, yang mengeluarkan emisi, baik itu dari pabrik, pembukaan lahan. Jadi, satu sisi ada perusahaan yang mengeluarkan emisi dan dipihak lainnya ada masyarakat yang mempertahankan hutan, tapi tidak dapat apa-apa," terangnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya ingin mensinergikan dengan program adopsi pohon. Dengan demikian, masyarakat yang menjaga hutan akan mendapat insentif dari adopsi pohon dan perusahaan yang memiliki kemampuan secara finansial juga dapat menjaga hutan dengan adopsi pohon sehingga akhirnya sama-sama menjaga hutan. Diterangkannya, PS ini tersebar di 13 Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).

Menurut identifikasi pihaknya, sejauh ini sudah terdaftar 27 ribu pohon, tetapi yang telah siap terdaftar di aplikasi 1.600 pohon dan itu yang akan diluncurkan pada Rabu (11//8/2021) besok.

"Identifikasi pohon terdiri besar dan jenis pohon, termasuk kemampuan menyerap karbon berapa, dan itu butuh berproses, sedangkan selebihnya tetap diproses dan segera kami pasarankan untuk diadopsi," ujarnya.

Pohon-pohon yang diadopsi itu, kata dia lagi, akan terintegrasi dalam sistem aplikasi sehingga perusahaan yang mengadopsi pohon dapat mengetahui posisi yang diadopsi dan kondisinya.

"Jadi, perusahaan jangan ragu mengadopsi pohon karena dana itu bisa diaudit setiap tahun dan perusahaan bisa mengecek setiap saat kondisi pohon yang diadopsinya," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-besok-program-adopsi-pohon-akan-diluncurkan-oleh-gubri.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)