WNA Tiongkok Raup Rp700 Juta dari Modus Hipnotis di Pekanbaru, Ini Modusnya

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Warga Negasa Asing (WNA) pelaku penipuan dengan modus hipnotis yang terjadi di Kota Pekanbaru berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru. Kedua WNA ini masing-masing adalah seorang laki-laki warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berinisial LXY (44) dan seorang perempuan berinisial YXH (37).

Satu lagi, warga Indonesia berinisial MY (30). Adapun seorang pelaku lainnya bernama Lily yang menjadi otak pelaku, kini masih dalam pengejaran. Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, penipuan ini diketahui sudah direncanakan sejak awal September 2020 di Jakarta.

Para pelaku mencari korban keturunan Tionghoa di Pekanbaru yang percaya tentang mistis bawang hijau dapat menjadi penolak bala seperti tradisi zaman dahulu di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

"Lily sebagai otak tindak pidana ini menyuruh 3 pelaku untuk mencari sasarannya ibu-ibu Tionghoa yang berbelanja di Pasar yang ada di Pekanbaru," katanya.

Diuraikannya, sesampainya di Pekanbaru, komplotan ini menginap di salah satu hotel. Mereka lalu mencari korbannya di salah satu pasar di Jalan Ahmad Yani. Adapun modusnya, mereka berpura-pura mencari bawang hijau yang berguna untuk tolak bala. Di situ, mereka sudah mengincar korban bernama Yusni, warga Pekanbaru keturunan Tionghoa.

Pada saat itu, pelaku YXH bersama MY sebagai penerjemah bahasa menghampiri korban dan berpura-pura bertanya ingin mencari bawang hijau yang dianggap bisa menolak bala atau berbagai masalah itu. Dari perbincangan itu, ternyata korban juga dengan bawang hijau tersebut. Ketika itu, pelaku Lily muncul.

"Tiba-tiba, korban dihampiri oleh Lily dan berpura-pura mengaku punya kakek yang bisa memberikan pengarahan untuk menolak bala tanpa harus memiliki bawang hijau yang juga dicari korban," paparnya.

Guna mempengaruhi korbannya, pelaku Lily dan dua rekannya berupaya meyakinkan korban untuk segera menemui kakek yang dapat menyembuhkan tolak bala tanpa harus memiliki bawang hijau tersebut. Korban pun menuruti permintaan para pelaku dan ikut menemui kakek itu dengan menaiki mobil pelaku yang dikemudikan oleh pelaku LXY yang merupakan WNA RRT.

Setelah korban masuk ke dalam mobil, pelaku Lily membujuk korban agar menyerahkan sejumlah perhiasan dan uang kepada kakek yang akan ditemui nanti. Untuk lebih meyakinkan korban, pelaku MY juga memberikan uang palsu kepada Lily berupa setumpuk tisu wajah berisi 1.000 pcs dan dua bungkus garam untuk menghipnotis korban.

"Korban yang terkena hipnotis itu pun merasa yakin sehingga dirinya mengambil uang dari beberapa rekening bank dan menyerahkan sejumlah perhiasan emas kalung, gelang, dan cincin kepada para pelaku. Total yang diberikan korban terhadap para pelaku senilai Rp700 juta," bebernya.

Kemudian, setelah korban menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan ini, pelaku menyerahkan sebuah tas berisi dua tisu berisi 1000 pcs dan satu botol air mineral yang dianggap korban sebagai air suci penolak bala dan dua plastik putih berisi garam kepada korban. Pelaku meminta korban untuk membukanya setelah sampai di rumah. Korban lalu diturunkan di depan salah satu bank di Jalan Sudirman Pekanbaru, sedang pelaku Lily dan 3 rekannya kabur membawa uang dan perhiasan korban.

"Tidak lama kemudian, korban baru sadar menjadi sasaran pelaku tindak pidana penipuan modus hipnotis dan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Pekanbaru. Ketika pelaku berhasil ditangkap di Jambi dan otak pelaku atas nama Lily saat ini masih dalam pengejaran," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-wna-tiongkok-raup-rp700-juta-dari-modus-hipnotis-di-pekanbaru-ini-modusnya.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)