Video Masyarakat Ungkap Tsunami di Palu Terjadi Tiga Kali dalam Waktu Berdekatan Pascagempa

Logo
Kerusakan di sejumlah wilayah di Palu pascagempa dan tsunami.

(RIAUHITS.COM) JAKARTA - Pascagempa bermagnitudo 7,4 di Palu-Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sore silam, terjadi tiga kali tsunami di wilayah tersebbut. Hal itu sebagaimana disampaiakan oleh Kepala Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.

Dia mengatakan, ketiga tsunami itu diketahui melalui video masyarakat yang ditemui petugas BMKG sesaat setelah gempa. Gempa berpotensi tsunami pada mulanya terdeteksi melalui sistem pemodelan komputer. Kemudian, BMKG terus mencari data di lapangan, salah satunya data mengenai berapa ketinggian air di lokasi gempa bersumber alat dari Pelabuhan Pantoloan, Palu.

Namun, data dari pelabuhan itu tak bisa didapatkan karena sambungan komunikasi terputus. Dia menerangkan, data Pelabuhan Pantoloan itu dikelola oleh konsorsium sehingga saat komunikasi terputus BMKG tak bisa mendapatkan informasi di lapangan. 

"Baru dua hari lalu pengelola data bilang Pelabuhan Pantoloan merekam ada naik dan turun air. Namun, saat dibutuhkan sistem komunikasi terputus. Jadi, alat itu bekerja, tapi nggak bisa mengirimkan ke BMKG karena komunikasi terputus," katanya. 

Petugas BMKG, imbuhnya, sudah ditugaskan mengecek ke titik gempa sejak gempa pertama 5,9 SR pada pukul 15.00 WITA. Akan tetapi, petugas baru bisa mencapai Pelabuhan Pantoloan pada 18.17 WITA akibat terhalang karena suasana chaos. Dari hasil temuan petugas di lapangan dengan bertanya ke masyarakat sekitar tsunami terjadi pada saat magrib. Bahkan, dari video masyarakat tsunami terjadi 3 kali dengan rentang waktu berdekatan.

"Segera kami cek video, saat kami teliti tsunami itu terjadi 3 kali menurut video itu. Waktunya tidak ada tertulis di video. Tapi saat terjadi itu langit lembayu. Kami menduga 18.02 WITA itu sesaat setelah magrib," bebernya.

"Ada saksi mengatakan saat terjadi tsunami yang bilang ada terdengar suara adzan. Dari video itu tsunami datangnya dekat setelah magrib terjadi 3 kali. Waktu tenggang antara tsunami pertama ke ketiga dari perhitungan detik di video itu 2,5 menit. Jadi rentang waktunya sangat cepat," imbuhnya.

Di sisi lain, dia menyayangkan terputusnya komunikasi di lapangan sehingga BMKG tak mendapatkan data di Pelabuhan Pantoloan saat gempa terjadi. Dia pun menyebut saat ini baru ada simulasi penanganan ketika listrik mati, sedangkan simulasi saat komunikasi tertutup tidak ada.

"Kami tidak membayangkan itu terjadi. Kita belajar ke negara lain, lihat, tengok-tengok negara lain karena kekhawatirannya itu listrik. Bahwa ini pelajaran baru sehingga komunikasi terputus," ujarnya. 

"Kami sudah mencurigai tentang terputusnya saluran komunikasi itu saat saya paparan di BNPB mengenai peringatan dini. Saat itu kami selaku BMKG mengusulkan harus ada satelit khusus untuk bencana," tutupnya. (rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)