MKD DPR Terima Laporan terhadap Empat Anggota DPR Terkait Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Logo
Ratna Sarumpaet.

(RIAUHITS.COM) JAKARTA - Sebanyak empat anggota DPR resmi dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR karena menyebarkan berita Ratna Sarumpaet yang sebelumnya disebut menjadi korban penganiayaan, tetapi ternyata hoaks. Laporan itu dilayangkan Advokat Pengawal Konstitusi, yang diwakili Saor Siagian.

Pada hari ini, Kamis (4/10/2018), mereka mendatangi ruang MKD, gedung DPR, Senayan, Jakarta untuk melaporkan hal tersebut.

"Kami melaporkan 4 orang ke MKD, Saudara Fahri Hamzah, Saudara Fadli Zon, Saudara Mardani Ali Sera, dan Rachel Maryam," ujar Saor usai melapor. 

Adapun laporan Saor diterima bidang pengaduan MKD DPR. Diketahui, Fadli hingga Rachel dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik yang diatur dalam Peraturan DPR Nomor 1/2015 tentang Kode Etik DPR sebagai anggota Dewan. 

Untuk diketahui, keempatnya diduga melanggar Pasal 3 ayat (1) dan (4) serta Pasal 9 ayat (2) Peraturan DPR tentang Kode Etik, yang isinya mengatur bahwa anggota Dewan harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR, baik di dalam gedung DPR maupun di luar gedung DPR, menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 

"Mengapa kami laporkan? Dugaan pelanggaran kode etik yang mereka lakukan adalah soal berita hoax pembohongan yang mereka sebar ke publik yang katanya ada penganiayaan kepada Saudari Ratna Sarumpaet dan ternyata Ratna mengaku dia berbohong," jelasnya.

"Yang kami sesalkan sebagai Wakil Ketua DPR, yang berdua ini, Fadli dan Fahri mereka itu tak bisa cermat menjaga tindak perilakunya sebagai anggota Dewan. Kalau kami lihat pernyataan beliau, misalnya Fadli Zon menyatakan ini biadab, mestinya sebagai anggota Dewan dia bisa katakan apa yang mesti dia katakan," paparnya.

Adapun pasal pada peraturan Kode Etik DPR yang disangkakan pelapor ke 4 anggota DPR itu mengharuskan anggota DPR menjaga nama baik dan kewibawaan DPR serta anggota DPR dalam melaksanakan tugas dan fungsi serta wewenangnya tidak diperkenankan berprasangka buruk atau bias terhadap seseorang atau kelompok atas dasar alasan yang tak relevan.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)