Tanam Ribuan Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai, Ini Kata Gubri

Logo
Penanaman ribuan batang bibit mangrove di Dumai oleh Gubernur Riau, Syamsuar.

(RIAUHITS.COM) DUMAI - Sebanyak 2.020 batang bibit mangrove jenis api-api dan bakau di daerah Guntung ditanam secara simbolis oleh Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar. Adapun hal ini berlangsung di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Penanaman ribuan Mangrove itu dilakukan dalam rangka Hari Mangrove Sedunia Tahun 2020, yang ditetapkan secara resmi oleh UNESCO dalam sebuah dokumen "Proclamation of the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem" November 2015.

Menurut Gubri, Indonesia memiliki sebaran ekosistem mangrove terluas di dunia, yakni sekitar 20 persen atau 3,31 juta hektare dari luas total mangrove dunia. Adapun dari luas total ini, imbuhnya, seluas 222 ribu hektar lebih berada di Provinsi Riau, yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Untuk urutan terluas adalah Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Kota Dumai, dan Siak.

Tekanan dan eksploitasi terhadap ekosistem mangrove, sambungnya, disebabkan oleh konversi mangrove menjadi tambak udang liar, perluasan perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar, dan pembangunan infrastruktur. Ia menyatakan, ekosistem mangrove yang relatif tidak terganggu tinggal 4.850 hektare atau jauh menurun dari seluas 261 ribu hektare.

"Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah nyata dan perhatian kami dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove tersebut," katanya.

Diterangkannya, hutan mangrove adalah salah satu ekosistem yang paling produktif untuk menyerap karbon dibanding populasi tumbuhan lainnya. Tipologi perakarannya menjadikan vegetasi mangrove mampu menjadi benteng pertahanan dari ancaman abrasi pantai dan interusi air laut sehingga berperan penting untuk keberlanjutan kehidupan di ekosistem darat.

Peran penting lainnya, lanjutnya, hutan mangrove juga menjadi daerah perlindungan dan perkembangan bagi biota laut, seperti ikan, kepiting, udang, dan moluska, serta berbagai jenis satwa, seperti monyet, burung, dan reptil. Dukungan terhadap sub sektor perikanan komersial maupun terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar yang menggantungkan sumber penghasilan dan makanannya dari hasil perikanan juga sangat nyata.

"Kemudian bentuk manfaat yang tidak dapat diabaikan berupa dukungan dalam pengembangan pariwisata, konservasi, pendidikan, dan juga penelitian. Namun, pada sisi lain, ekosistem mangrove justru merupakan salah satu ekosistem paling terancam di dunia," tuturnya.

Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Mamun Murod, pada tahun ini Pemerintah RI melalui Presiden melakukan kegiatan penanaman serentak di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan penanaman serentak ini dimulai di Pulau Sumatra pada 3 Agustus 2020. Kemudian, kegiatan puncak penanaman bersama Presiden dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung pada 5 Agustus 2020 dan diikuti oleh seluruh gubernur se-Sumatera secara virtual bersama Presiden.

"Penanaman mangrove hari ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata dan hasil kerja sama para pihak terkait di Provinsi Riau dan Kota Dumai, yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari aksi dan kampanye terkait pentingnya pelestarian dan perbaikan pengelolaan ekosistem mangrove di dunia," ucapnya.

"Alhamdulillah pada hari ini akan ditanam sebanyak 2.020 batang bibit mangrove jenis api-api dan bakau di daerah Guntung dan secara simbolis dilakukan di Bandar Bakau Kota Dumai," terangnya.

Dalam kegiatan ini tampak hadir Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD
Riau, Kapolda Riau dan Forkopimda Riau dan Kota Dumai lainnya, serta Wali Kota Dumai.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)