Peduli Dampak Covid-19, PT Arara Abadi Salurkan 200 Paket Sembako untuk Masyarakat
- Selasa, 21 April 2020
- 850 likes
Banyak Warga Terdampak Covid-19, Gubri Ajak Masyarakat yang Mampu Berikan Bantuan
- Selasa, 21 April 2020
- 850 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Sebanyak 44 sumur baru di Blok Rokan pada 2021 rencananya akan dibor oleh PT Pertamina (Persero). Pengeboran dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi blok migas terbesar di Indonesia itu setelah alih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
"Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan melakukan pengeboran 44 sumur di tahun 2021," ucap VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, Selasa (21/4/2020).
Perseroan saat ini sedang melakukan persiapan program pengeboran termasuk pengadaan logistik, rig, dan crew untuk memastikan PHR dapat langsung melakukan pengeboran segera setelah proses alih transisi selesai pada Agustus 2021.
"Karena waktu operasional PHR hanya tersisa 4 bulan di 2021, yakni Agustus hingga Desember, maka pengeboran 44 sumur tersebut akan difokuskan pada upaya menahan laju penurunan produksi dan selanjutnya jumlah pengeboran sumur akan ditingkatkan secara bertahap di tahun-tahun berikutnya untuk memaksimalkan produksi," jelasnya.
Pada saat yang sama, perseroan berharap CPI dapat merealisasikan program pengeboran selama sisa masa transisi sehingga dapat menahan laju penurunan alamiah dan menjaga produksi pada tingkat yang wajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"PHR siap untuk melakukan perpanjangan kontrak program pengeboran tersebut untuk dapat melanjutkan kegiatan pengeboran setelah masa alih kelola sehingga jumlah rig dan sumur pemboran dapat mencapai angka yang lebih tinggi. Untuk itu diperlukan kolaborasi konstruktif antara PHR dan CPI dengan dukungan dari SKK Migas selama masa transisi," paparnya.
Laju penurunan produksi Blok Rokan saat ini terjadi secara alamiah mengingat blok itu tergolong tua sebab sudah beroperasi lebih dari 50 tahun. Apalagi, tahun lalu tidak ada pengeboran sumur baru sehingga laju penurunan produksi Blok Rokan diprediksi sekitar 25 persen. Di samping pengeboran sumur baru, perseroan pun akan berusaha meningkatkan produksi Blok Rokan melalui optimasi pengembangan lapangan-lapangan produksi baik melalui kegiatan Primary, Secondary/Waterflood maupun Tertiary Recovery (Steamflood dan Chemical EOR).
"Investasi dalam keseluruhan lingkup pekerjaan tersebut guna menahan laju penurunan alamiah dan menaikkan produksi dengan meningkatkan recovery factor lapangan. Dengan investasi yang terintegrasi tersebut, diharapkan akan memberikan pengaruh yang signifikan pada pendapatan pemerintah dan Pertamina," sebutnya.
Untuk diketahui, Blok Rokan memiliki luas 6.220 kilometer. Blok ini memiliki 96 lapangan dengan tiga lapangan memiliki potensi minyak yang baik, yakni Duri, Minas, dan Bekasap. Dengan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina mulai 9 Agustus 2021, konstribusi produksi minyak perseroan terhadap nasional meningkat dari 48 persen pada tahun 2019 menjadi 60 persen pada tahun 2021.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-tahun-2021-pertamina-targetkan-bor-44-sumur-baru-di-blok-rokan-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply