Setelah Demo, Beberapa Akun Driver Gojek di Pekanbaru Di-Suspend

Logo
Aksi demo para driver Gojek di Pekanbaru.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Setelah pada Rabu (29/07/2020) lalu batal digelar karena perwakilan dari PT GoJek Indonesia tidak dapat memenuhi undangan dari DPRD Pekanbaru, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara manajamen PT GoJek Indonesia, para driver GoJek, dan juga DPRD Kota Pekanbaru kembali digelar pada Senin (3//8/2020), bertempat di ruang rapat paripurna.

Adapun tuntutan para mitra GoJek ini masih sama, yakni penghapusan Program Berkat dan meminta GoJek kembali ke skema insentif awal.

"Melalui pertemuan ini, kami minta tolong sampaikan ke pusat agar program berkat ini dihapuskan. Kalaupun dipaksakan, jangan hilangkan insentif kami," ucap salah seorang perwakilan driver GoJek Pekanbaru, Media.

Diketahui, dalam RDP yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri ini juga hadir Branch Manager at Gojek Pekanbaru, para perwakilan driver, pihak Disnaker, serta pihak Dishub Provinsi dan Kota Pekanbaru. Azwendi sendiri dalam RDP itu dikagetkan dengan penuturan dari pengemudi Ojek Online (Ojol) ini bahwa ada Suspend atau pembekuan akun GoJek yang berada di hadapan paling depan untuk menyampaikan aspirasi terkait keluhan yang dirasakan oleh seluruh mitra Gojek di Pekanbaru ini.

Padahal, menurut para driver, aksi menyampaikan aspirasi yang dilakukan oleh para driver murni bentuk gejolak seluruh driver dan tidak ada yang mengajak untuk melakukan aksi turun ke lapangan, hal ini juga mendapat pengakuan oleh pihak Polresta Pekanbaru.

"Kami hadir untuk memperjuangkan hak kami. Namun, kami di-suspend dan saat dikonfirmasi ke pusat, ternyata daerah yang melakukan suspend tersebut. Kenapa kami yang 10 orang ini disuspend? Kami tidak ada mengajak melakukan, aksi ini murni dari semua driver. Ini tidak fair. Kenapa hanya kami yang disuspend?" tanya dia.

Menanggapi itu, Azwendi mengaku menyayangkan sikap pihak GoJek sebab ketika ratusan driver GoJek melaksanakan aksi damai di kantor DPRD Pekanbaru beberapa waktu yang lalu, DPRD sudah mengingatkan GoJek agar tidak melakukan intimidasi terhadap para mitranya.

"Saya merasa tidak dihargai karena saat kami temui pihak manajemen, kami sudah wanti-wanti jangan ada intimidasi, tapi buktinya 10 orang driver disuspend. Ini ada apa?" kata politikus Demokrat ini.

Ia menyebut, RDP ini akan kembali berlanjut, bahkan beberapa pihak yang terkait nantinya akan kembali diundang untuk menuntaskan proses mediasi ini.

"Untuk saat ini, kami minta persoalan ini segera selesai secara internal. Kami akan tetap lakukan mediasi lebih lanjut, bahkan akan kembali memanggil pihak manajemen Gojek Indonesia untuk membahas secara detail lagi karena ada beberapa pertanyaan kami yang belum ditanggapi, termasuk soal regulasi yang mereka miliki dan jumlah mitra yang bekerja sama," paparnya.

Di sisi lain, bantahan datang dari Branch Manager at GoJek Pekanbaru, Julianda. Ia menolak disebut bahwa pihaknya mengintervensi para mitranya yang vokal terhadap persoalan ini dengan cara melakukan suspend. Sementara itu, sambungnya, untuk program Berkat sendiri merupakan program nasional dan secara implementasi diakui memang ada gejolak di beberapa daerah. Pihak GoJek Indonesia, sebutnya, akan melakukan evaluasi.

"Terkait suspend yang dialami oleh beberapa driver, pihak manajemen mengakui bahwa persoalan tersebut bukan merupakan intimidasi, melainkan ada hal-hal yang diperkirakan dilanggar oleh pihak driver sehingga ada sanksi yang yang harus diterima," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-setelah-demo-beberapa-akun-driver-gojek-di-pekanbaru-disuspend.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)