Sebulan Terdampak Banjir, Warga Meranti Pandak Keluhkan Ketersediaan Air Bersih

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Warga RT 5 / RW 5 Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau, terpaksa menumpang mandi di masjid akibat wilayah mereka terendam banjir hampir satu bulan. Adapun hingga Minggu (23/12/2018), air luapan Sungai Siak belum juga surut.

Para warga lantas terpaksa harus menumpang mandi di masjid yang ada di kawasan tersebut. Hal itu terjadi karena warga tidak punya air bersih untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK).

"Kami terpaksa menumpang mandi di masjid lantaran air bersih tidak ada," kata Mayhendri, Ketua RT 5/RW 5.

Warga, lanjutnya, sangat membutuhkan air bersih dan tidak hanya butuh pasokan, tetapi juga memerlukan sumber air bersih.

"Kalau bisa kami bisa dapat sumur bor," ungkapnya.

Sebanyak 40 KK terdampak banjir di kawasan itu. Hingga kini, mereka masih menanti uluran bantuan dari pihak terkait. Mereka kini baru mendapat bantuan beras dan tenda dari Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Diakui Mayhendri, masih banyak warga yang bertahan di rumahnya. Mereka takut berada di tenda darurat lantaran posisinya ada di Jalan Yos Sudarso.

Menurutnya, pihaknya berencana memindahkan tenda ke pinggir jalan. Adapun warga bantaran Sungai Siak memang kerap dihantui banjir. Luapan sungai sering merendam pemukiman yang lokasinya tidak jauh dari sungai. Bahkan, sudah hampir sebulan banjir menggenangi pemukiman masyarakat di Kelurahan Meranti Pandak.

Di sisi lain, BPBD Kota Pekanbaru berupaya menyalurkan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir. Mereka kesulitan mengakses air bersih selama satu bulan ini.

"Kalau soal air bersih, kami koordinasikan ke pihak PDAM. Nanti kami sampaikan agar ada truk tangkinya ke sana," kata Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Burhan Gurning.

Dia pun tidak menampik bahwa banjir kerap mengenangi kawasan tersebut. Banjir menggenang saat air sungai pasang. Mereka mengimbau masyarakat di sana waspada saat banjir.

"Saat ini tim bakal lakukan pemantauan saja. Sebab di sana rutin terjadi banjir akibat luapan Sungai Siak," paparnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya sudah menetapkan status siaga darurat banjir hingga 31 Desember 2018 lantaran kondisi curah hujan di Kota Bertuah yang diprediksi masih tinggi.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-sebulan-terdampak-banjir-warga-meranti-pandak-keluhkan-ketersediaan-air-bersih.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)