Sambut HUT Riau ke 69, Satu Hari Berbahasa dan Berbudaya Melayu di SMAN 8 Pekanbaru

Logo
Permainan Tradisional Congklak

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 Tahun 2026, SMA Negeri 8 Pekanbaru menggelar kegiatan Satu Hari Berbahasa dan Berbudaya Melayu dengan mengusung tema "Takkan Melayu Hilang di Bumi". 

Kegiatan yang digelar di Halaman sekolah ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan di Bumi Lancang Kuning.

Beragam kesenian dan permainan tradisional Melayu ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Siswa dan guru turut memeriahkan acara melalui permainan congklak, tali merdeka, cakbur, statak, kelereng, serta berbagai atraksi budaya lainnya yang sarat nilai edukasi dan kebersamaan.

Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pelestarian budaya Melayu bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan juga menanamkan karakter, sopan santun, serta penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi identitas masyarakat Riau.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat dan belajar dari sejarah. Riau merupakan tanah Melayu yang sejak dahulu terbuka menerima berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah ini," ujar Benny.

Menurutnya, Provinsi Riau dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, seperti suku Melayu, Minangkabau, Jawa, Batak, Sunda, Bugis, Ambon, serta beragam etnis lainnya yang hidup berdampingan dalam suasana harmonis.

"Semua membaur, saling menghormati, dan bersama-sama membangun Bumi Lancang Kuning. Itulah nilai luhur yang diwariskan budaya Melayu, yakni menjunjung tinggi persaudaraan, keramahan, toleransi, dan budi pekerti," katanya.

Benny menegaskan bahwa karakter masyarakat Melayu dikenal santun dalam bertutur, ramah dalam pergaulan, mudah memaafkan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Budaya Melayu, lanjutnya, telah lama menjadi ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk hidup, tumbuh, dan berkembang bersama.

Mengutip falsafah Melayu Benny mengatakan, "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," sebagai pengingat bahwa setiap orang yang hidup di tanah Melayu diharapkan menghormati adat, budaya, dan nilai-nilai yang berlaku tanpa kehilangan identitas asalnya.

"Melalui kegiatan ini, SMAN 8 Pekanbaru berharap semangat mencintai budaya daerah semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Sekolah juga ingin mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman sebagai modal utama dalam membangun masa depan Riau," jelas Benny.

"Kami berharap Provinsi Riau ke depan semakin maju, berjaya, dan berkembang. Lebih dari itu, Riau diharapkan terus memperkuat posisinya sebagai pusat kebudayaan Melayu, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional," tutupnya. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-sambut-hut-riau-ke-69-satu-hari-berbahasa-dan-berbudaya-melayu-di-sman-8-pekanbaru.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)