RAPP, Bersebati dengan Alam dan Orang Riau

Logo

Oleh : Fithriady Syam

(RIAUHITS) PELALAWAN, BERALASKAN visi Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) 2030, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terus mendorong tercapainya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), baik di Indonesia, apatah lagi di rantau Riau ini. Visi besar APRIL 2030 itu, membuat kemajuan inklusif melalui serangkaian inisiatif dalam menyediakan mata pencarian. Hal itu, bukanlah sekedar ‘’cek kosong’’, tapi harus didukung dengan agenda jangka panjang dan berkelanjutan. Programnya harus on the track, sehingga bisa terukur dalam pelaksanaan dan selalu mengevaluasi hasil yang dicapai.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sebuah kunjungannya Jumat, 4 Juni 2021 lalu, angkat bicara soal keberadaan RAPP sebagai bagian grup APRIL dihadapan Gubri Syamsuar, Bupati Pelalawan Zukri Misran, Wakil Bupati Pelalawan Nasaruddin, Ketua DPRD Pelalawan Baharuddin, Presiden Direktur RGE Indonesia Irsan Syarief, Presiden Direktur RAPP Sihol Aritonang, Chief Operations Officer (COO) Eduward Ginting, Direktur Operational Support Mhd Ali Shabri dan Direktur Mulia Nauli. ‘’Saya berkeliling melihat proses pembuatan kertas PaperOne di RAPP, karyawannya sangat banyak dan saya harap ini dapat menyerap banyak lapangan kerja, menggerakkan perekonomian lokal dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Saya juga mendorong untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional," ujar Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Riau Peringkat 4 Nasional 2021,

RAPP Penyumbang Terbesar

Senyum Gubernur Riau H Syamsuar berseri-seri waktu itu. Keceriaan terpancut dari mukanya, walaupun memakai masker. Hari itu tak seperti hari biasanya, sebab Provinsi Riau menorehkan sejarah yaitu berhasil memperoleh rangking empat nasional. Rangking realisasi investasi periode Januari-September 2021 ini membahagian semua pihak. Dalam periode itu, Riau berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp39,543 triliun, yang terdiri dari realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp17,763 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 1.491,8 US$ atau Rp21,780 triliun. Angka tersebut telah mencapai 81 persen dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi atau BKPM RI kepada Riau di tahun 2021 yaitu Rp48,6 triliun.

Selain dua jempol dan like, pujian atas capaian ini, juga disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi, Indra Darmawan. Dia mengapresiasi Riau karena dinilai telah melebihi target nasional yang mencapai 73 persen. ‘’Riau sangat menggembirakan, dalam lima tahun terakhir belum pernah rangking empat nasional. Capaian ini sangat membanggakan dan harus kita apresiasi. Pencapaian-pencapaian ini bukan tanpa PR, bukan tanpa upaya keras dan pengorbanan,’’ sebut Indra.

Rilis Realisasi Invetasi Triwulan III 2021 dan Sosialisasi Kemudahan Berusaha tahun 2021 ini dihelat di Hotel Prime Park Pekanbaru, Selasa (2/11/2021). Tidak hanya itu, Indra Darmawan juga menambahkan target yang diberikan kepada Provinsi Riau selalu tercapai. Ia berharap, capaian yang telah diraih terus ditingkatkan.

Gubernur Riau H Syamsuar mengaku sangat bersyukur atas prestasi ini. "Riau belum pernah rangking empat dalam sejarah. Alhamdulillah pada Triwulan ke-III tahun 2021 kita rangking empat di Indonesia setelah Jawa," ujarnya. Investor, kata Syamsuar, kini tidak hanya berkutat di Pulau Jawa saja, tetapi sudah mulai berangsur-angsur pindah ke Sumatera khususnya Provinsi Riau. Dengan segala kemudahan investasi dan dukungan infrastruktur yang ada di Riau, Gubri optimis Bumi Lancang Kuning ini nantinya akan lebih maju dengan kawasan-kawasan industri. "Tentu suasana aman dan kondusif akan selalu kita jaga demi kemudahan investasi dan kemudahan berusaha di Provinsi Riau," ungkapnya.

Di balik kabar gembira ini, ternyata ada penopang utama atas pencapaian Riau ini. Yaitu, PT RAPP sebagai perusahaan PMA penyumbang realisasi investasi terbaik Provinsi Riau tahun 2021. Perusahaan bubur kertas yang berpusat di Kabupaten Pelalawan ini berada di urutan pertama sebagai penyumbang PMA terbesar di Riau.

Direktur RAPP Mulia Nauli mengatakan penghargaan ini merupakan wujud dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan investasi di Provinsi Riau. Ini sejalan dengan komitmen APRIL 2030 sebagaimana yang telah disinergikan dengan sejumlah program Pemerintah Provinsi Riau. ‘’Penghargaan yang merupakan apresiasi dari pemerintah kepada kami ini, akan jadi motivasi untuk terus berkembang, beroperasi dengan baik dan berguna untuk masyarakat, negara, iklim, pelanggan kami yang pada akhirnya untuk perusahaan,’’ ujarnya dengan penuh bangga usai menerima penghargaan. Dia menambahkan sebagai bagian dari masyarakat, perusahaan yang merupakan bagian dari grup APRIL ini juga mengapresiasi capaian yang telah diraih oleh Provinsi Riau dalam menjaga dan meningkatkan iklim investasi di daerah. “Kita turut bangga atas prestasi yang diraih oleh Provinsi Riau tahun ini dan semoga keberadaan RAPP atau grup APRIL bisa terus berkontribusi lebih baik terhadap pembangunan daerah," urainya

Berkontribusi di Rantau Riau

Sebuah rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau berlangsung ‘’panas’’, anggota dewan mempertanyakan kebelangsungan dana CSR (Corporate Social Responsibility) RAPP yang dialirkan 40 miliar pertahun. Sepintas, pertanyaan anggota dewan itu menghentak, memang inilah yang menjadi tugas anggota dewan. Tapi yang membahagiakan adalah jumlah yang diberikan RAPP ini adalah suatu besaran yang bukan main-main. Bisa membuat perubahan besar. Tak heran, banyak wakil rakyat itu, selalu fokus dengan kegiatan yang dilakukan RAPP. Setakat ini, Provinsi Riau sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP). Pelaksanaannya oleh sebuah forum kerjasama. Forum inilah yang menginisiasi dan memaksimalkan program tanggung jawab sosial dari perusahaan-perusahaan yang ada di Riau. 

Selaku perusahaan penghasil bubur kertas, RAPP mempunyai lahan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di lima kabupaten di Provinsi Riau. Semenjak berdiri tahun 1993 telah mempunyai program CSR untuk menunjukkan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat luas. Menurut Sundari Manajer CSR RAPP, tujuan dilaksanakannya program CSR yaitu ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi, menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan pemerintah selaku pemangku kepentingan, serta ingin membangun imej yang lebih baik. Setelah berjalan 27 tahun, program CSR dijalankan telah banyak memberikan peningkatkan, kemajuan dan keberhasilan bagi masyarakat luas di Rantau Riau dan warga sekitar wilayah operasinya.

Penilaian itu terbukti di ajang “Indonesian CSR Award 2020 Social Investment & Sustainable Development” lalu, yang membentangkan bukti konkret kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di wilayah operasi. Director Corporate Affairs Grup APRIL Agung Laksamana,  menerima penghargaan itu dengan bangga. Fakta bicara, program pengembangan masyarakat RAPP-APRIL diganjar dua penghargaan bergengsi dalam ivent itu. Yang memberi penghargaan pun lembaga kompeten,  yaitu Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Lembaga ini menilai, keberhasilan dan keberlanjutan program CSR sudah sampai kepada penerima manfaat. Kontribusi lewat program comdev yang dijalankan unit usaha APRIL-RAPP ini, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung tercapainya agenda global berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

Selama ini diakui, CSR RAPP fokus dalam beberapa agenda yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan serta infrastruktur sosial. Semuanya dijalankan di lima kabupaten wilayah operasinya, yaitu Pelalawan, Siak, Kuantan Singingi, Meranti dan Kampar. Meski demikian, beberapa kabupaten lainnya di Rantau Riau ini, juga mendapat dukungan RAPP, sesuai dengan misi dan misi perusahaan ini.


Senasib Sepenangungan Hadapi Covid-19

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Musibah memang sudah ditakdirkan, datang dan pergi atas kuasa Sang Khalik. Pandemi Covid-19 melanda dunia dan tanah air, RAPP memberikan sesuatu yang beda. Bersama business group di bawah RGE; Asia Pacific Rayon, Asian Agri, Apical bersama Tanoto Foundation, merasa senasib dan sepenanggungan, bahu membahu membantu provinsi Riau dalam pengadaan 145 konsentrator oksigen untuk 12 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di provinsi Riau. Alat konsentrator oksigen ini menjadi solusi untuk penyediaan oksigen bagi pasien Covid-19 di tengah tingginya kebutuhan akan oksigen medis itu.

Bantuan konsentrator oksigen ini diserahkan Direktur RAPP, Mulia Nauli langsung kepada Gubernur Syamsuar yang selanjutnya langsung diserahkan kepada 12 Direktur RSUD yang hadir di kompleks gubernuran pada (25/8/2021). ‘’Kami bangga bisa berkontribusi membantu Indonesia melewati masa krisis oksigen medis. Saat mengalami krisis oksigen, kami dengan senang hati mengalihkan cadangan oksigen untuk industri menjadi oksigen medis,‘’ sebutnya.

Oksigen memang sangat penting untuk industri pulp dan kertas. Dengan teknologi yang ada mampu memproduksi oksigen dengan kualitas 99.6% yang sangat sesuai dengan kualitas oksigen medis. Banyak pihak yang bertanya, bagaimana bisa perusahaan pulp dan kertas memproduksi oksigen? Apakah oksigen yang diproduksi tersebut aman untuk medis?

Amrizal Amnur, Dept Head Chemical dan O2 Plant menguraikan secara teknis. Amrizal telah bekerja selama 28 tahun di grup RGE dan lulusan Teknik Kimia Universitas Riau (UNRI) menjelaskan bahwa oksigen memainkan peranan penting dalam industri pulp dan kertas. Dalam proses produksi pulp, oksigen ditambahkan ke pulp untuk mengintensifkan efek pemutihan dan mengurangi penggunaan bahan kimia. ‘’RAPP memiliki teknologi canggih sehingga mampu menangkap oksigen dari alam lalu memprosesnya menjadi oksigen cair dengan kualitas 99.68%. Sangat layak untuk diubah menjadi oksigen medis yang sangat dibutuhkan di masa pandemi,’’ ujarnya. Keraguan pun terjawab sudah.

RAPP memiliki empat tangki penyimpanan (storage) oksigen cair, dua diantaranya mampu menampung hingga 250 ton oksigen cair. Pada April 2021 lalu, mampu memproduksi 262 ton/hari. Saat krisis oksigen medis beberapa waktu lalu, Amrizal dan tim O2 Plant berupaya secepat mungkin mengosongkan tangki penampungan dan mentransfernya ke truk-truk pengangkut yang akan membawa oksigen ini menuju Jakarta, Pekanbaru dan beberapa rumah sakit lainnya di Riau.

Saat pengiriman bantuan 500 ton Oksigen dan tiba di Kementerian Kesehatan RI pada 11 Juli 2021 sempat menjadi viral. Sebab, selain ke Kemenkes tim RAPP langsung bergerak cepat mendistribusikan bantuan oksigen ke rumah sakit- rumah sakit di Jakarta, Jawa Barat dan DIY. ‘’Bersama Tanoto Foundation kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menolong saudara sebangsa dan setanah air,’’ urai Mulia lagi.

Bantuan diserahterimakan oleh tim Tanoto Foundation kepada plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Dr Sumarjaya dan sekretariat Utama BNPB Lilik Kurniawan. Sebanyak 100 ton pertama atau setara 140.000 tabung oksigen sedang dalam perjalanan dari Riau menuju Jakarta. Sementara itu di mill RAPP di Pangkalan Kerinci terus melakukan pengisian tangki oksigen armada pengangkut dan pengiriman akan berlangsung terus hingga mencapai 500 ton oksigen ke seluruh daerah yang membutuhkan.

Di internal perusahaan, kekebalan kelompok (herd immunity) terus diupayakan dengan mengadakan program vaksinasi untuk karyawan, keluarga karyawan, anak-anak sekolah usia 12 tahun ke atas dan kontraktor-kontraktor yang tersebar di Riau Complex (mill) hingga estate-estate (fiber) secara berkala. Data Gugus Tugas Covid-19 Grup APRIL mengungkapkan bahwa 98% karyawan, 96% keluarga karyawan, 75% kontraktor mill, 50% kontraktor fiber, telah divaksin. Hal ini memastikan lingkungan perusahaan aman, dan kerjasama dengan Pemkab Pelalawan dalam pencapaian target pemerintah terus berlanjut.

Geliatkan Pembangunan dan Ekonomi Kerakyatan

Kehadiran RAPP sebagai perusahaan besar di Riau, memang menjadi nilai tambah, asam-garam, terhadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat luas. Seorang warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Fitri Rahmadani merasakan betul betapa keberadaan perusahaan telah mampu meningkatkan taraf ekonomi mereka. Ia mendapatkan modal awal sebesar Rp50 juta berupa bahan baku seperti kain, lilin dan pelatihan-pelatihan sebagai pembatik. Alhasil Batik Bono kini menjadi icon Riau asal Pelalawan.

Setelah peroleh penghargaan internasional dan nasional, secara lokal RAPP juga meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan CSR Terbaik dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Bupati Pelalawan, HM Harris (Bupati periode sebelum H Zukri) pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Pelalawan dengan tema “Peningkatan Perekonomian Melalui Pengembangan Pusat Industri dan Pariwisata Menuju Pelalawan Maju” di Gedung Daerah Datuk Laksemana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Rabu (10/3/2021). Begitu pula, Wakil Bupati Pelalawan, H Zardewan, mengakui bahwa RAPP selama ini turut membantu menyukseskan visi "Emas" Pelalawan yang merupakan singkatan dari Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera. "Dukungan RAPP cukup baik terhadap pembangunan daerah. Kami berharap program CSR terus meningkat," katanya berharap.

Community Development Head RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan program CSR perusahaan diharapkan berkontribusi positif pada pembangunan daerah. RAPP menyelaraskan program-program CSR yang berfokus pada peningkatan akses, kualitas pendidikan, dukungan kepada kesehatan masyarakat dengan fokus pada pelayanan dan infrastruktur kesehatan yang berkelanjutan. “Selain itu fokus kami juga pada link and match antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung program vokasi. Lalu, Pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian dan pengembangan UMKM untuk pengembangan produk lokal, promosi, pengembangan pasar dan e-commerce. Dan tak kalah penting, pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan sosial budaya dan infrastruktur ini,” jelasnya.

Dia mengapresiasi atas kerjasama semua pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha dan tokoh masyarakat dalam pembangunan Pelalawan selama ini. Jika tidak ada kolaborasi tersebut, tidak mungkin Pelalawan menjadi salah satu daerah peluang investasi dalam persaingan global. “Pemda menyekolahkan anak-anak di daerah ini supaya cerdas dan terampil dalam menghadapi persaingan ke depan. Saatnya kita semua mengubah pola pikir agar dapat bersaing dengan negara luar dan tidak menjadi penonton di negeri sendiri, khususnya daerah Pelalawan” tuturnya.

Wakil Bupati Siak Husni Merza juga ‘’curhat’’ saat menghadiri ekspose dukungan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan RAPP di Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jum'at (15/10/2021). Rapat yang dihadiri Gubernur Riau Syamsuar, Direktur PT RAPP Sihol Haritonang serta jajaran, para Bupati di wilayah kerja RAPP,  dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada RAPP, karena kami merasakan, RAPP telah menyentuh banyak sisi, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), baik melalui pembangunan SDM, penanganan stunting dan perhatian dari sisi heritage," ujarnya. Lebih jauh, dia berharap ke depannya dapat pula diarahkan selain untuk mengentaskan angka kemiskinan, juga pendampingan usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Siak.

Dia juga berharap perusahaan yang ada di Kabupaten Siak bisa mendukung program "Siak Kabupaten Hijau" seperti RAPP melalui program CSR-nya. Perusahaan ini memanfaatkan lahan gambut yang sesuai dengan visi Siak Hijau yakni untuk menerapkan prinsip kelestarian dan keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Tunak Perkuat Pendidikan dan Pelatihan

Dalam bidang pendidikan, kegiatan yang dilakukan oleh RAPP banyak memberikan dampak untuk generasi emas di Riau. Tonoto Foundation sudah tunak dan teruji kiprahnya di tengah peningkatan kualitas para Cik Gu. Juga ada pemberian bea siswa bagi siswa SMA, bea siswa ikatan dinas dan non ikatan dinas mahasiswa diberbagai perguruan tinggi. Konsisten setiap tahunnya, mulai sejak tahun 2015, RAPP telah memberikan beasiswa untuk 241 siswa dari 71 sekolah SMA, pada 2016 diberikan kepada 361 siswa dari 80 SMA dan 2017 kepada 300 siswa dari 71 SMA. Berlanjut untuk mahasiswa pada periode 2016-2017, RAPP telah memberikan beasiswa kepada 79 mahasiswa dari 12 universitas, beasiswa ikatan dinas kepada 48 mahasiswa. Peningkatan kualitas pendidikan ini terus mengalir hingga hari ini.

Memahami pentingnya dunia pendidikan, RAPP konsisten dalam sektor ini sejak berdirinya perusahaan. Wadah untuk itupun dibuatkan. Bukan hanya perorangan, namun pelatihan-pelatihan anak kemenakan terus dilakukan. Sistem Pertanian Terpadu atau Integrated Farming System (IFS),  sering ditaja di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT), Pangkalan Kerinci. Ini diperuntukan bagi pengembangan pendidikan dan pelatihan yang dikuti dari hampir seluruh  kabupaten dan kota se-Riau. Pendidikan sistem pertanian ini misalnya telah diikuti oleh 27 petani (13 orang dari Kepulauan Meranti, 11 orang dari Kabupaten Siak, 4 orang dari Desa Kuntu, Kabupaten Kampar), diikuti pula oleh 11 siswa-siswi magang dari Kabupaten Kuansing, juga diikuti oleh Community Development Officer dan Stakeholder Relations (SHR) Officer.

Amru Mahalli Direktur CSR RAPP pada sebuah sesi pelatihan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan dalam bidang UMKM, pertanian, perikanan dan peternakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Komitmen perusahaan senantiasa ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, dengan kata lain kemajuan perusahaan diharapkan akan sejalan dengan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar operasional perusahaan,” ujar Amru. ‘’Tali antara ekonomi, sosial dan lingkungan adalah triple buttom line (profit, people, and planet), ini bisa terlaksana kalau ada kerjasama tiga pihak antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” lanjutnya.

Merasakan dampak positif dan konkret dari pelatihan yang dilaksananakan RAPP, Zulmariyetti dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Siak, mengungkapkan rasa terima kasih kepada RAPP yang telah menggelar pelatihan tersebut. Ia menuturkan bahwa potensi persawahan di Kabupaten Siak seluas 8.499 ha, kolam dan tambak masing-masing 518 ha dan 17 ha. Sementara itu, ternak sapi dan kerbau mencapai angka 15.071 ekor. Jika dikalkulasikan dengan kebutuhan beras, maka Siak masih mengalami kekurangan sebesar 25.647 ton beras pertahunnya.

”Seiring dengan itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan maka kita juga harus mampu untuk meningkatkan produksi, baik produksi tanaman pangan, hortikultura dan produksi perikanan dan peternakan. Kami menyadari bahwa petani kita saat ini masih melaksanakan teknologi secara sederhana, untuk itu perlu peningkatan teknologi bagi para petani untuk dapat mewujudkan hal tersebut,” ujarnya mencontohkan. Zulmariyetti menambahkan, pemerintah Kabupaten Siak saat ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam melaksanakan usaha taninya selalu bekerjasama dengan pihak swasta, salah satunya dengan memanfaatkan program CSR dari perusahaan seperti yang dilaksanakan saat ini.

Soal Lingkungan, Pegang Petuah Datuk

Adalah Bupati Kabupaten Pelawan H Zukri yang tampil sumringah, saat menerima rombongan napak tilas RAPP saat berkunjung ke Desa Kuala Terusan yang sangat bersejarah. Desa ini merupakan cikal bakal dari kota Pangkalan Kerinci. Rombongan relawan RGE Founder's Day 2021 memunculkan rasa kebersamaan dan kehangatan yang terjalin antara relawan dan masyarakat setempat menjadi kenangan indah saat pembukaan pelaksanaan RGE Founder's Day 2021.

Agenda bersama seluruh unit bisnis grup yang berada di bawah manajemen RGE, mengenang kembali napak tilas perjuangan Founders RGE dari bawah hingga sukses membawa RGE menjadi perusahaan multinasional yang bergerak di berbagai industri. Tahun ini 2021 ini mereka merayakan anniversary RGE yang ke-54 tahun. Warga di Desa Kuala Terusan pun merasa sangat bahagia, karena daerah mereka selalu diingat oleh management dalam terus tumbuh dan berkembang. Kegiatan bakti sosial, syukuran, dan turut mengumpulkan donasi hingga membantu mengantarkan paket bantuan sembako ke rumah-rumah warga.

Waktu terus berjalan, laju pemanasan global dan kerusakan lingkungan semakin kritis, ini saatnya generasi muda turut mengerahkan tenaga dan pikiran kita untuk merawat lingkungan. Bayangkan dunia baru yang kembali hijau, ciptakan lingkungan yang asri dan pulihkan ekosistem lingkungan, "Reimagine. Recreate. Restore".

APRIL Group terus berkomitmen terhadap upaya restorasi lingkungan, RAPP mendanai program restorasi dan konservasi hutan gambut seluas 150.000 ha di Semenanjung Kampar, salah satu hutan gambut terluas di Asia Tenggara dan merupakan habitat bagi beberapa jenis satwa yang terancam dan hampir punah. Program restorasi ini dikenal dengan nama Restorasi Ekosistem Riau (RER). Sebagai perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), RAPP terus memastikan area konsesi terpelihara, terlindungi, dan memiliki keanekaragaman hayati sehingga dapat mewujudkan Lanskap yang Berkembang (ThrivingLandscape).

Tak cukup di situ, desa-desa di kawasan operasi, terus di bina untuk Kampung Iklim (Proklim). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus memberikan dukungan untuk terciptanya hal itu. RAPP pun merasa bangga tiga Desa Proklim binaan meraih sertifikat Proklim Utama 2021 dari KLHK, yaitu Dusun Pandan Mukti Kampung Empang, Dusun Sei Duek Desa Teluk Paman Timur, Lingkungan Kelurahan Teluk Meranti. Penyerahan Sertifikat Proklim dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjalankan program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya penanggulangan perubahan iklim yang mendorong keterlibatan semua lapisan masyarakat hingga tingkat desa dengan meningkatkan kapasitas dan mitigasi perubahan iklim. Sejak tahun 2018 RAPP telah mengintegrasikan program KLHK Program Kampung (Proklim) ke dalam program Community Developmentnya. 13 desa Proklim binaan telah memperoleh penghargaan sertifikat utama dari KLHK.

Soal menjaga alam lingkungan ini, sudah dipamahi secara luas oleh masyarakat Melayu Riau. Budayawan Serantau Tengku Nasaruddin Said Effendy atau lebih dikenal dengan H Tenas Effendi dalam buku Tunjuk Ajar Melayu telah memberikan garisan yang jelas untuk selalu menjaga lingkungan. Bagi RAPP ini sangat penting, sebab perusahaan ini lahir dan berkembang, karena mengolah alam lingkungan, baik yang sudah menjadi anugerah yang kuasa, ataupun alam lingkungan yang diperbarui seperti yang dilakukan oleh RAPP dalam HTI-nya. Dan petuah datuk ini sangat mengena sebab dia juga terlahir di wilayah ini, tepatnya Dusun Tanjung Malim, Desa Kuala Panduk, Pelalawan.

Orang Melayu tradisional pada hakikatnya hidup sebagai nelayan dan petani. Mereka amat bersebati dengan alam lingkungan. Alam bukan saja dijadikan alat mencari nafkah, tetapi juga berkaitan dengan kebudayaan dan kepercayaan. Orang tua-tua Melayu mengatakan, bahwa kehidupan mereka amat bergantung kepada alam. Alam menjadi sumber nafkah dan juga menjadi sumber unsur-unsur budayanya. Kalau binasa hutan yang lebat, rusak lembaga hilanglah adat, begitu nasihat dan ungkapan adat Datuk Tenas yang bergelar Sri Budaya Junjungan Negeri ini.

Ungkapan itu secara jelas menunjukan bersebatinya hubungan antara orang Melayu dengan alam sekitarnya. Alam merupakan sumber nafkah sekaligus sebagai unsur budayanya. Kebenaran ungkapan itu, bisa dilihat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Secara tradisional, mereka secara turun temurun hidup dari hasil hutan atau mengolah tanah.

Menyadari eratnya kaitan antara kehidupan manusia dengan alam, menyebabkan orang Melayu berupaya memelihara serta menjaga kelestarian dan keseimbangan alam lingkunganya. Dalam adat istiadat ditetapkan ‘’pantang larang’’ yang berkaitan dengan pemeliharaan serta pemanfaatan alam, mulai dari hutan, tanah, laut, selat, tokong, pulau, suak, sungai, tasik, danau, sampai kepada kawasan yang menjadi kampung halaman, dusun, ladang, kebun, dan sejenisnya.

Orang tua-tua masa silam amat menyadari pentingnya pemeliharaan dan pemanfaatan alam sekitar secara seimbang. Ketentuan adat yang mereka pakai memiliki sanksi hukum yang berat terhadap perusak alam. Sebab, perusak alam bukan hanya merusak sumber ekonomi, tetapi juga membinasakan sumber berbagai kegiatan budaya, pengobatan, dan lain-lain yang diperlukan oleh masyarakat.

Dalam adat dikenal beberapa pembagian alam, terutama pembagian hutan tanah. Ada alam yang boleh dimiliki pribadi, ada yang diperuntukan bagi satu suku dan kaum, ada juga yang diperuntukan bagi kerajaan, negeri, masyarakat luas. Hutan dan tanah ditentukan pula pemanfaatnya menurut adat, ada pemanfaatan untuk kepentingan pribadi dan bersama. Hal ini tercermin dan hutan yang dilindungi yang disebut ‘’hutan larangan’’, ‘’rimba kepungan’’, atau ‘’kepungan sialang’’. Selain itu masyarakt Melayu mengenal pula hutan tanah yang menjadi milik persukuan atau kaum masyarakat tertentu yang disebut ‘Tanah Ulayat’’

Petuah Datuk ini nampaknya menjadi semacam ‘’GBHN’’ bagi RAPP dalam menjalankan bisnisnya. Setidaknya Hutan ‘’kepungan sialang’’ masih terlihat di Pelalawan, selalu dimanfaatan oleh masyarakatnya menjadi petani madu sialang, yang terus menjadi produk yang iconic yang selalu terjaga. Bahkan menjadi binaan dan mendapatnya support dari perusahaan ini. Semoga, RAPP terus hidup bersebati dengan alam dan orang-orangnya. ***

 

Fithriady Syam, Wartawan SKM Genta dan riauhits.com



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-rapp-bersebati-dengan-alam-dan-orang-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)