Miras Disembunyikan di Bak Mandi oleh Perempuan Penghibur saat Warung Esek-esek Dirazia Polisi

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) SIAK - Pasukan gabungan antara personel Polri, Satpol PP dan pemerintahan kecamatan Tualang, kabupaten Siak pada Kamis (18/10/2018) malam menggelar operasi di kawasan lokalisasi di KM 12 Kampung Perawang Barat. Apel kegiatan dan operasi itu dipimpin oleh Panit I Reskrim Polsek Tualang, Ipda Musa Sibarani.

Ketika rombongan petugas sampai di lokasi, yakni laman rumah papan yang tidak berlampu dan sebuah rumah papan yang lebih besar lagi di belakangnya, perempuan-perempuan berpakaian minim di dalam rumah itu berhamburan lari ke kamar masing-masing. Mereka tampak panik karena tidak mengetahui adanya razia. Mereka tampak mengganti pakaian dan mengambil jaket.

"Ganti pakaian kalian, ada kamera, ada kamera," ucap seorang perempuan yang dituakan oleh perempuan penghibur lainnya.

Kemudian, petugas langsung menggeledah setiap kamar dan menyuruh seluruh perempuan penghibur itu berkumpul di ruang tengah. Minuman keras yang dimpan dikeluarkan untuk di sita.

"Rumah belakang kok gak dirazia, Pak. Itu di belakang ada itu," kata perempuan itu kesal.

Lantas, sejumlah petugas langsung merangsek masuk ke rumah di belakangnya. Mendapati beberapa perempuan sedang menenggak minuman keras bersama beberapa pria. Seluruh minuman keras disita petugas dan seluruh perempuan itu didata Satpol PP. Usai mengambil potret dan data identitas seluruh perempuan penghibur, pihak kepolisian menyita minuman kerasnya.

Perjalanan yang diselingi hujan itu dilanjutkan ke rumah pelesir yang lain. Lantaran melihat iring-iringan petugas kepolisian, sebuah rumah yang tengah ramai pengunjung tampak kalang kabut. Aroma tuak begitu kentara. Para pria yang ada di dalam rumah itu tampak separuh mabuk.

"Mana minuman keras, semua dikeluarkan sebelum kami geledah," tegas Ipda Musa Sibarani.

Tak lama, seorang perempuan yang tampak ketakutan menjawab, di tempatnya hanya ada tuak. Personel kepolisian selanjutnya terpaksa melakukan penggeledahan dan berhasil menemuka beberpa dus minukan keras merek Anker. Tak dinyana, seorang petugas kepolisian terbahak di kamar mandi. Pasalnya, dia menemukan hampir 1 kardus minuman beralkohol disembunyikan di dalam bak air di kamar mandi tersebut.

Kemudian, seorang perempuan penghibur disuruh mengeluarkan minuman yang disembunyikan itu sehingga ada sekitar 2 kardus minuman beralkohol tanpa izin yang dapat di sita dan beberapa liter tuak. Sementara tetamu pada rumah ke 4 yang berjarak 60 meter dari rumah itu sudah kabur. Musik house mendadak dimatikan. Pengelola rumah pelesiran ke-4 itu sudah mengetahui ada razia.

"Selamat malam, ada orang di sini?" tanya Ipda Musa Sibarani.

Pintu lantas terbuka, tetapi suasana hening. Hanya ada seekor anjing hitam yang tidur di ruangan tengah. Tak lama berselang, terdengar suara perempuan yang seakan-akan terbangun tidur. Padahal make up-nya masih tampak belum lama dipasang.

"Ee..pura-pura tidur kalian, keluar semua," ucap seorang petugas Satpol PP.

Lima perempuan tampak keluar dari tiga kamar. Seluruh minuman keras yang disediakan juga disita. Namun, para perempuan itu hanya didata saja tanpa dibawa oleh pihak Satpol PP, sementara minuman kerasnya disita.

"Ini punya saya. Saya tak berani buka kalau tidak ada yang mem-backup," kata Rina Winarni, yang tampak kesal rumah pelesirnya digeledah.

Terkait siapa yang mem-backup, dia tak mau buka suara. Seorang anggotanya warga Cimahi mengaku kalau di rumah itu menyediakan layanan karaoke, minuman keras, dan layanan short time bagi pelanggan. Harga sepasang bir Rp110 ribu dan layanan shor time antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.

Sementara itu, di pinggir jalan lintas Perawang--Minas Km 12 juga ada tempat esek-esek. Perempuan disediakan untuk memberikan layanan pijit plus dan short time. Akan tetapi, pada razia malam tersebut hanya terdapat beberapa orang perempuan paruh baya yang bermake up tebal. Seluruh rumah pelesiran dan panti pijat plus-plus di Km 12 Tualang diakui pengelola dimiliki seorang bos.

Bos itu bernama Dedi Botak. Saat petugas tiba, Dedi Botak tersebut tidak berada di tempat. Menurut Ipda Musa Sibarani, karena lokasinya banyak dan terpisah-pisah, informasi giat Pekat dan Miras itu cepat sampai sehingga pada rumah-rumah yang lain langsung sengaja ditutupnya.

"Kami pantau untuk beberapa hari ke depan, dan kami tak pernah bosan datang ke sana," jelasnya.

erkait tidak diangkutnya perempuan penghibur di sana, dia menegaskan bahwa hal itu menjadi urusan Satpol PP. Pasalnya, kewenangan Polri pada miras yang tanpa izin, sementara pekat merupakan kewenangan pemerintah daerah. Giat Pekat dan Miras malam itu diikuti oleh 15 personel Polsek Tualang dan 6 personil Satpol PP serta beberapa dari pihak pemerintah kecamatan.

Adapunmiras yang berhasil di sita ada 5 dus serta 5 liter tuak dan 1 sepeda motor tanpa surat-surat.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-miras-disembunyikan-di-bak-mandi-oleh-perempuan-penghibur-saat-warung-esekesek-dirazia-polisi.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)