Program Perbaikan Instalasi Listrik Gratis Pemko Pekanbaru, Sasaran Awal di Suka Ramai

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggulirkan program perbaikan instalasi listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu yang tinggal di kawasan padat penduduk. 

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan angka kebakaran permukiman yang dalam beberapa tahun terakhir masih tergolong tinggi.

Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Pekanbaru untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi instalasi listrik di kawasan padat penduduk yang berisiko tinggi mengalami kebakaran.

"Pada tahap awal, program ini menargetkan sebanyak 100 rumah yang akan mendapatkan bantuan perbaikan instalasi listrik secara gratis,"ujar Zulhelmi saat meninjau lokasi program di Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi dan pencegahan dini terhadap potensi kebakaran yang kerap dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak lagi memenuhi standar keamanan.

Zulhelmi mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk sering kali menimbulkan tantangan besar bagi petugas pemadam kebakaran. Selain karena api cepat menjalar antar rumah, akses jalan yang sempit juga menyulitkan armada pemadam untuk menjangkau lokasi kejadian.

"Kami sangat khawatir apabila kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk. Proses pemadaman akan lebih sulit karena keterbatasan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran," katanya.

Dalam peninjauan yang dilakukan di Kelurahan Suka Ramai, tercatat sebanyak 76 kepala keluarga (KK) menjadi calon penerima manfaat program tersebut. Mereka merupakan warga yang masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu berdasarkan data Dinas Sosial, yakni kelompok Desil 1 hingga Desil 4.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemko Pekanbaru melibatkan sejumlah instansi dan pihak terkait dalam proses verifikasi lapangan. Tim gabungan terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, PT PLN, serta Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).

Tim akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi instalasi listrik di rumah warga, mulai dari jaringan kabel dalam rumah hingga kelayakan instalasi yang digunakan sehari-hari.

"Berdasarkan hasil pengecekan, nantinya akan diketahui bentuk bantuan yang diperlukan, seperti penggantian kabel instalasi, perbaikan jaringan listrik dalam rumah, maupun komponen lain yang sudah tidak layak digunakan," jelas Zulhelmi.

Ia juga berharap pihak PLN turut melakukan pemeriksaan terhadap jaringan listrik pendukung, mulai dari trafo, kabel sumber, hingga kWh meter pelanggan. Jika ditemukan kerusakan atau kondisi yang membahayakan, perbaikan maupun penggantian dapat segera dilakukan.

"Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan instalasi listrik pada 100 rumah dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. Program tersebut tidak berhenti pada tahap awal, melainkan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan keselamatan warga," ulas Zulhelmi.

Selain menjalankan program bantuan, Pemko Pekanbaru juga mengimbau kepada seluruh camat untuk aktif mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan dan pembaruan instalasi listrik kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan padat penduduk.

"Pemerintah berharap langkah preventif ini dapat mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting listrik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar," tutup Zulhelmi.

Dalam peninjauan tersebut, Tim perbaikan dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Pekanbaru menemukan sejumlah instalasi listrik yang tidak memenuhi standar saat melakukan peninjauan di rumah-rumah warga Kelurahan Suka Ramai.

Ketua AKLI Pekanbaru, Jhon Bone Picing, mengatakan sebagian besar rumah warga telah menggunakan instalasi listrik yang tergolong standar. Namun, tim masih menemukan beberapa titik instalasi yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

"Dari hasil peninjauan yang kami lakukan di rumah-rumah warga Kelurahan Suka Ramai, terdapat beberapa temuan yang akan segera kami tindak lanjuti. Secara umum, instalasi listrik yang digunakan warga sudah sesuai standar, tetapi kami juga menemukan sejumlah instalasi yang tidak standar dan perlu dilakukan perbaikan ulang," ujar Jhon Bone.

Menurutnya, proses perbaikan diperkirakan tidak membutuhkan waktu lama. Tim teknis telah mengidentifikasi beberapa komponen yang menjadi prioritas untuk diperbaiki agar sistem kelistrikan rumah tangga dapat berfungsi lebih aman dan andal.

Adapun beberapa bagian yang akan diperbaiki meliputi saklar yang sudah tidak layak pakai, kabel listrik yang memerlukan penataan ulang, serta penggunaan colokan listrik sambung yang tidak memenuhi standar keselamatan.

"Perbaikan yang dilakukan tidak akan memakan waktu hingga satu hari. Fokus kami adalah memastikan seluruh instalasi yang berpotensi membahayakan dapat segera diperbaiki sehingga warga dapat menggunakan listrik dengan lebih aman," tutup Jhon Bone.

Hadir juga dalam peninjauan tersebut, Amar Abdillah, tim teknik PLN ULP Pekanbaru kota Barat, Sekretaris AKLI Riau Dion Saragih, Kabid Pencegahan Damkar Pekanbaru Said, Camat Pekanbaru Kota Pondris, perwakilan Dinas Perkim, perwakilan Dinas Sosial, Ketua RW, Ketua RT, dan disaksikan warga sekitar. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-program-perbaikan-instalasi-listrik-gratis-pemko-pekanbaru-sasaran-awal-di-suka-ramai.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)