Polda Riau Siapkan Pemakaman Militer di TMP Pekanbaru bagi Polisi Korban Penganiayaan di Papua

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Jenazah Brigadir Hendra Saut Parulian Sibarani (33) yang gugur dianiaya warga saat bertugas di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Rabu (18/12/2019) akan dibawa ke Pekanbaru. Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pemakaman korban akan dilakukan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma.

"Kedatangan almarhum besok (Jumat). Kami akan menangani dan memakamkan secara militer di TMP Pekanbaru. Kami akan urus," katanya, Kamis (19/12/2019).

Disampaikannya, prosesi pemakaman akan dihadiri seluruh personel Polda Riau.

"Ini adalah pahlawan kami, ini adalah pejuang kami. Kami mendoakan agar keluarga almarhum sabar menghadapi ini," tuturnya.

Ia menyebut, untuk waktu pemakaman, masih menunggu keputusan dari pihak keluarga Brigadir Hendra.

"Waktu pemakaman belum dapat kepastian dari keluarga," paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, Brigadir Hendra gugur dalam menjalankan tugas membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami berbelasungkawa atas meninggalnya Brigpol Hendra Saut Parulian," tutupnya.

Sementara itu, menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto jenazah Brigadir Hendra akan dibawa dari Papua menuju Pekanbaru pada Jumat (20/12/2019) sekitar pukul 05.50 WIB.

"Berangkat menuju ke Pekanbaru menggunakan pesawat Batik Air ID 6856. Dijadwalkan pukul 07.35 WIB tiba di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," ucapnya.

Adapun jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Among Gang Sawit/Pribadi, Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekali, Pekanbaru. Diketahui, Brigadir Hendra adalah anggota Ton 2 Kie 1 Ops Aman Nusa I Brimob Polda Riau BKO Polda Papua. Ia lahir di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 24 Oktober 1986.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri. Untuk diketahui, penganiayaan terhadap Brigadir Hendra terjadi di Mapolres Yahukimo, Rabu (18/12/12) sekitar pukul 11.23 WIT. Tak hanya Brigadir Hendra, sekelompok warga juga menganiaya anggota Polres Yahukimo, Bripda Agustinus Nabu (19) dan Nikolaus Ribo Situr (31).

Saat itu, anggota Polres Yahukimo yang sedang melaksanakan piket penjagaan di Mapolres Yahukimo sedang menyelesaikan masalah kesalahpahaman antara Camat Distrik Lolat dengan masyarakat lolat (pak guru). Ketika penyelesaian sedang berjalan, salah satu warga buang air kecil di samping penjagaan Mapolres Yahukimo. Anggota penjagaan langsung menegur pemuda itu, tetapi dibalas oleh pemuda dengar kasar dan malah memaki anggota jaga.

Warga itu lantas memanggil warga lainnya hingga terjadi penyerangan. Kemudian, terjadi tindakan brutal oleh sekelompok masyarakat. Anggota penjagaan berusaha menenangkan, tetapi tidak berhasil. Kepala SPKT, Bripka Toniwi Pareme dilempari. Petugas mengeluarkan tembakan peringatan, tetapi situasi tetap tidak terkendali.

Kemudian, sekitar pukul 12.30 WIT, Brigadir Hendra yang saat itu sedang melewati Pemukiman Jalur 1 hendak ke arah Pos Masjid At-taqwa dianiaya oleh sekelompok masyarakat di depan Toko Cahaya Yahukimo. Korban mengalami luka parah dan dibawa ke RSUD Dekai dengan menggunakan mobil Patroli Polsek Kota untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak terselamatkan.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-polda-riau-siapkan-pemakaman-militer-di-tmp-pekanbaru-bagi-polisi-korban-penganiayaan-di-papua.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)