Perkuat Wawasan Kebangsaan Pers, PWI dan Lemhannas Teken MoU Ketahanan Nasional

Logo

RIAUHITS.COM, JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia resmi memperbarui komitmen kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, bersama Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily. Prosesi penandatanganan turut didampingi oleh jajaran pengurus PWI Pusat, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamaji, serta Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu.

Kesepakatan ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pers melalui pendidikan kepemimpinan, pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, pertukaran informasi dan narasumber, hingga penyelenggaraan kajian ilmiah bersama.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut positif pembaruan kerja sama yang sejatinya telah terjalin lama ini. Ia mengungkapkan, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah kompleksitas dinamika geopolitik dan pesatnya arus teknologi informasi.

"Wartawan dan komunitas pers bekerja dalam koridor jurnalisme yang memproduksi serta mendistribusikan informasi. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan pada diri wartawan harus terus diperkokoh, bahkan ditularkan kepada masyarakat luas melalui produk pers yang merawat kebinekaan dan menjaga keutuhan NKRI," tegas Akhmad Munir.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menekankan bahwa pilar ketahanan nasional saat ini tidak lagi sekadar bergantung pada kekuatan militer semata, melainkan mencakup dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hingga demografi.

Ace secara khusus menyoroti munculnya ancaman gaya baru berupa perang kognitif (cognitive warfare) di era kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi algoritma media sosial yang berpotensi memengaruhi pola pikir serta persepsi publik.

"Ancaman hari ini tidak selalu berupa perang militer, tetapi juga perang kognitif. Perkembangan AI dan kecerdasan algoritma dalam penyebaran informasi menuntut masyarakat memiliki daya kritis tinggi. Kolaborasi bersama PWI menjadi krusial agar komunitas pers menjadi benteng dalam menjaga literasi dan kesadaran berbangsa," ujar Ace.

Melalui kemitraan ini, Lemhannas dan PWI berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas jurnalis di seluruh Indonesia agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang edukatif, berimbang, serta berorientasi pada persatuan nasional. (dcp)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-perkuat-wawasan-kebangsaan-pers-pwi-dan-lemhannas-teken-mou-ketahanan-nasional.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)