Peresmian KEMAS di Payung Sekaki, Mimpi Besar Pengelolaan Sampah Berbasis Warga

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Gerakan pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga, salah satu upaya membangun kesadaran lingkungan dari akar rumput kembali ditegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru. Melalui peresmian Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah (KEMAS) di RW 001, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki.

Usai diresmikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah Kota Pekanbaru terhadap persoalan lingkungan dan kebersihan kota.

"Pada prinsipnya, kegiatan ini sudah menjadi atensi Wali Kota Pekanbaru untuk peduli terhadap lingkungan. Anggaran kebersihan, terutama untuk pengelolaan dan pengangkutan sampah, cukup besar. Dengan adanya kesadaran masyarakat melalui program KEMAS, kita berharap beban anggaran itu bisa ditekan," ujar Reza.

Selama ini menurutnya, pengangkutan sampah menjadi salah satu pos anggaran signifikan dalam belanja kebersihan kota. Pemerintah menilai, pola pengelolaan konvensional yang bertumpu pada pengangkutan semata belum cukup menyentuh akar persoalan.

Program KEMAS hadir dengan pendekatan berbeda. Warga didorong untuk memilah, mengolah, hingga memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Jika program ini efektif, pemerintah optimistis anggaran pengangkutan sampah akan jauh berkurang.

"Kalau ini sudah efektif, kita pastikan anggaran untuk pengangkutan sampah bisa jauh lebih kecil dan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih prioritas," kata Reza, Senin (02/03/26) Sore.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan KEMAS di RW 001 Labuh Baru Timur tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DLHK berperan dalam pendampingan dan pengawasan, sementara kebutuhan operasional dipenuhi melalui kolaborasi berbagai pihak.
 
"Kegiatan ini tanpa APBD. Kita dari DLHK selalu support dalam bentuk pendampingan. Ada juga bantuan dari berbagai pihak misalnya, difasilitasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Forum LPS turut ambil bagian memberikan bantuan. Selain itu, dukungan juga datang dari dapur SPPG dan Koperasi Merah Putih," jelas Reza.

Reza menambahkan juga terdapat potensi ekonomi dari inovasi di program KEMAS tersebut, yakni membuka peluang agar produk warga dapat disuplai ke badan-badan usaha, dengan catatan kualitas dan konsistensi produksi terjaga.

"Tadi kita lihat ada produk sabun. Nanti bisa kita supply ke badan-badan usaha, asalkan konsisten membuatnya. Pengawasan terhadap itu juga harus kita lakukan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi warga," ujar Reza.

Terakhir, Reza mengatakan peresmian KEMAS di RW 001 Labuh Baru Timur diharapkan menjadi proyek percontohan. Pemerintah menargetkan kelurahan-kelurahan lain di Kota Pekanbaru mengikuti jejak serupa apabila program ini terbukti efektif.

"Harapan terbesar terletak pada perubahan perilaku. Bahwa pengelolaan sampah bukan semata urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Memunculkan kesadaran masyarakat itu tidak gampang, butuh waktu dan harus konsisten," tutup Kadis LHK kota Pekanbaru.

Dari satu RW di Kecamatan Payung Sekaki, kota Pekanbaru memulai langkah kecil menuju tata kelola sampah yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Sebuah gerakan yang bertumpu pada kesadaran warga, bukan sekadar pada besarnya anggaran. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-peresmian-kemas-di-payung-sekaki-mimpi-besar-pengelolaan-sampah-berbasis-warga.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)