Penerapan Sekolah Sekali Sepekan di Pekanbaru Tunggu Persetujuan Mendikbud dan Menag

Logo
Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Rencana sekolah sekali seminggu di Kota Pekanbaru masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Adapun rencana tersebut harus mendapat persetujuan dua kementerian tersebut. Menurut Wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus MT, dirinya menyetujui sekolah sekali seminggu atas beberapa pertimbangan.

Misalnya, kata dia, masih ada siswa yang belum dapat mengakses internet. Di samping itu, pemerintah pun tak mampu memberikan subsidi. Apabila lampu hijau dari kementerian diterima, penerapan ditargetkan pada Agustus ini. Pada prinsipnya, sekolah sekali seminggu ini menjadwalkan siswa untuk datang ke sekolah pada hari yang ditentukan, yakni Senin dan Kamis.

Siswa nantinya dibagi hanya setengah dari daya tampung kelas dan berada di sekolah beberapa jam saja. Ketika ke sekolah, siswa tidak belajar, tetapi hhanya menerima penugasan dari guru untuk sepekan ke depan dan menyerahkan tugas yang diterima dari pekan sebelumnya.

"Kami siap (menerapkan), tapi masih nunggu lampu hijau (dari kementerian)," ucapnya, Senin (10/8/2020).

Wako pun meminta agar sekokah yang ada di Pekanbaru tetap mematuhi kebijakan saat ini, yakni masih pada sistem sekokah dalam jaringan (daring) dan belum tatap muka.

"Kepada sekolah negeri swasta dan pesantren agar jangan melakukan dengan aturan sendiri. Hari ini kami zona merah," tuturnya.

Zona merah yang dimaksudnya adalah potensi penularan Covid-19 masih tinggi. Adapun di Pekanbaru penambahan kasus terkonfirmasi positif terjadi di berbagai kelompok, mulai dari pegawai bank, tempat kerja, hingga tenaga kesehatan.

"Semoga jangan terjadi di pendidikan," harapnya.

Ditambahkan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, surat untuk meminta izin pada dua Kementerian, yakni Kemendikbud dan Kemenag, untuk penerapan sekokah sekali sepekan sudah dikirimkan.

"Sudah empat hari lalu dikirimkan, kami masih menunggu jawaban," katanya.

Ia menyatakan, penerapan sekokah sekali sepekan memang memiliki mekanisme yang harus dilalui. Adapun mekanismenya, ada surat dari wali kota dikirim ke kementerian untuk meminta persetujuan.

"Jadi, masih tunggu izin Kemendikbud," paparnya.

Apabila persetujuan dari Kemendikbud diterima, kepala sekolah yang ada di Pekanbaru akan dipanggil untuk mendapatkan penjelasan terkait pola penerapan sekokah sekali sepekan ini.

"Penerapannya kan tidak serta merta. Kami sosialisasikan dulu dan kalaupun dibuka dalam SOP kami itu, anak mesti diizinkan orangtua, ada pernyataannya," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-penerapan-sekolah-sekali-sepekan-di-pekanbaru-tunggu-persetujuan-mendikbud-dan-menag.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)