Pemkab Siak Bahas Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra Pertama di Indonesia

Logo
Bupati Siak Alfetri bersama BBKSDA Provinsi Riau dan Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako berencana membangun pusat konservasi harimau sumatera di kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, (24/06/2020).

(RIAUHITS.COM) SIAK  - Pemerintah Kabupaten Siak bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau dan Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako berencana membangun pusat konservasi harimau sumatera di kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

Harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) merupakan spesies langka bercitra tangguh dan berwibawa, yang salah satu habitatnya adalah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil sebagai kawasan konservasi ke-7 indonesia, diresmikan oleh Komite Nasional Program Man of the Biosfer (MAP) -UNESCO Tahun 2009 di Korea Selatan. Kawasan ini merupakan ekoregion hutan rawa gambut (Peat-Swamp Forest) Sumatra.

"Saya berharap program pembangunan ini nantinya akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama masyarakat sekitar kawasan konservasi tersebut. Kita semua juga berharap program pembangunan ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," kata Bupati Siak Alfedri di Siak, (24/06/2020).

Kepala BBKSDA Riau Provinsi Suharyono menjelaskan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil dipilih sebagai lokasi pembangunan pusat konservasi harimau sumatera antara lain karena kawasan itu merupakan habitat asli harimau sumatera yang berada cukup jauh dari permukiman warga.

Saya bersama team dari Balai Besar KSDA Riau menetapkan kawasan Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil sebagai lokasi pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatra pertama nasional, berdasarkan beberapa aspek. Yang pertama, kawasan ini merupakan habitat Harimau Sumatra” ujarnya.

Kedua lanjutnya, kawasan ini cukup jauh dari perumahan penduduk. Ketiga, aktivitas masyarakat hanya untuk menangkap ikan di sungai Siak Kecil. Keempat, aksesibilitas cukup mudah melalui sungai dan darat,terakhir kawasan ini merupakan bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) yang di kelilingi HTI. 

"Nantinya pengelolaan sarana dan prasarana dilaksanakan oleh pihak ketika dengan melibatkan peran serta masyarakat," katanya mengenai rencana pembangunan pusat konservasi harimau sumatera.

Alfedri berharap pusat konservasi harimau sumatera akan meningkatkan daya tarik pariwisata Kabupaten Siak, yang sudah memiliki Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dengan beragam flora dan fauna.

"Ini merupakan pembangunan pusat konservasi harimau sumatera pertama di Indonesia, sehingga kita nantinya akan mampu memberikan kontribusi lebih bagi peningkatan industri pariwisata nasional," tutupnya. (adv)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pemkab-siak-bahas-pembangunan-pusat-konservasi-harimau-sumatra-pertama-di-indonesia.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)