Kampung Muara Kelantan Kabupaten Siak Jadi Desa Inklusi Pertama di Riau
- Rabu, 24 Juni 2020
- 824 likes
(RIAUHITS.COM) SIAK— Bupati Siak Alfedri menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Siak.
219 kepala keluarga di Kampung Mandi Angin, Kecamatan Minas, menerima sertifikat tanah, Alfedri mengatakan, dengan bersertifikat, tentunya ada kepastian hukum dan kepastian hak atas lahan masyarakat Mandi Angin, melalui Program sawit Siak II.
Sertifikat ini diterbitkan melalui Program Reforma Agraria yang sudah dialokasikan anggarannya oleh BPN Kabupaten Siak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPN Siak, yang telah membantu menyelesaikan sertifikat tanah Program Reforma Agraria di sini, sehingga hari ini bisa diserahakan," ujar Bupati Alfedri, Rabu (23/6/2020) siang.
Dikatakannya, Sertifikat yang dibagikan itu adalah lahan perkebunan dari program pemberdayaan ekonomi kerakyatan (Program Sawit Siak II) Tahun 2006, dengan luas 450 hektar. Sebanyak 219 Sertifikat telah selesai dan telah diserahkan kepada masyarakat dari 225 orang anggota Koperasi SJL (Sekato Jayo Lestari) Minas dan sisanya masih dalam proses. “Mudah-mudahan setelah diserahkannya sertifikat ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang Aamiin..,”tuturnya.
Kabar baiknya, kebun sawit ini telah memiliki sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hal ini sangat menguntungkan bagi petani sawit di sini.
Hadir pada acara itu Asisten Admintrasi Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono, Kepala Kantor Pertanahan kabupaten Siak Hermen, Zumratul Aini, kepala Bidang Penataan Pertenahan (Kanwil BPN) Provinsi Riau, kepala Bidang Penataan Pertenahan (Kanwil BPN) Provinsi Riau Zumratul Aini, Camat Minas, Direktur PT Persi Usni Mirza, tokoh masyarakat serta puluhan masyarakat penerima sertifikat TORA.
Karena, tata kelola kebun sudah memiliki standar pertanian sehingga produktifitasnya dapat meningkat. Kemudian para petani bisa menjual TBS (Tandan Buah Segar) dengan harga premium di Pabrik. “Kami mengajak masyarakat Mandi Angin untuk selalu bersyukur dan mendukung program-program pemerintah. Sehingga kedepan akan ada program yang lebih baik lagi. Saya ingin menyamapikan dari 8500 hektar sawit Program Siak I dan Siak II, ini lah kebun sawit pertama yang mendapat sertifikat dari ISPO. ucapnya.
Di akhir sambutannya, Alfedri mengusulkan kepada Kantor Wilayah BPN Riau untuk menjadikan Kampung Mandi Angin sebagai Kampung Reforma Agraria, dengan kontur tanah yang mendukung harapan tentunya berdampak baik bagi masyarakat dimasa mendatang.
“Setelah menjadi Kampung Reforma Agraria nantinya, nanti bisa menjadi kampung binaan dari Kanwil BPN “tutupnya. (adv)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-bupati-serahkan-secara-simbolis-sertifikat-program-tora-kepada-masyarakat-mandi-angin.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply