Pembinaan Administrasi PKBM Pada Program Kesetaraan

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) merupakan sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Dimana berdirinya PKBM diilhami oleh gagasan pusat belajar masyarakat (community learning center) yang terdapat di berbagai negara maju sejak sekitar tahun 60-an.

Tujuan PKBM adalah memberikan kebutuhan pelayanan pendidikan di masyarakat melalui berbagai jenis layanan program pendidikan luar sekolah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.

PKBM memiliki potensi untuk menyelenggarakan seluruh program pendidikan nonformal dan informal melalui berbagai macam kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang diselenggarakan, beberapa program andalan yang dikembangkan PKBM terutama program-program yang menjadi kebijakan pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal menurut Kamil (2001: 93-108): 1. Program Keaksaraan Fungsional; 2. Pengembangan Anak Usia Dini (early childhood) 3. Program Kesetaraan (equivalency education); 4. Kelompok Belajar Usaha; 5. Pengembangan Program Magang pada PKBM; 6. Kursus Keterampilan; 7. Program PKBM di Luar Program Depdiknas.

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan pendidikan nasional yang secara khusus dimaksudkan untuk mencapai tujuan tersebut. Keberadaan pendidikan kesetaraan disini sangat penting agar setiap warga negara memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas dan berperan serta dalam pembangunan.

Pendidikan kesetaraan memiliki misi khusus untuk menjawab tantangan dimana mampu menampung warga bangsa yang karena berbagai sebab masih belum mendapatkan kesempatan dalam pendidikan. Kualitas lulusan pendidikan kesetaraan haruslah setara dengan pendidikan formal.

Untuk memastikan kualitas lulusan pendidikan kesetaraan setara dengan pendidikan formal, maka pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan dilakukan dengan mengacu dan melalui kontekstulisasi kurikulum pendidikan formal.

Berdasarakan uraian di atas menunjukkan bahwa keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sangat diperlukan dan bermakna sebagai sarana pendidikan nonformal yang berbasis masyarakat. PKBM memiliki banyak fungsi dan potensi untuk dikembangkan sebagai institusi pendidikan yang berbasis pada masyarakat. Di dalam PKBM juga terdapat administrasi yang penting untuk mengatur kegiatan administrasi itu berlangsung.

Administrasi dalam setiap kelompok kerjasama sejumlah manusia dalam berbagai bidang kehidupan termasuk di dalamnya bidang pendidikan, oleh karena itu, administrasi pendidikan adalah merupakan aplikasi ilmu administrasi dalam kegiatan pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha-usaha pendidikan yang diselenggarakan dalam bentuk kerjasama sejumlah orang dengan menggunakan segala sarana dan prasarana yang tersedia baik moral maupun material dan spiritual agar tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.

Kampung Maredan Barat merupakan sebuah desa dengan luas wilayah 383,07 km2, yang terdiri dari 2 Dusun, 12 RT, dan 4 RW dilihat bahwa ada beberapa masalah dan dalam sisi administrasi program di PKBM yang perlu  dikaji, dan diberikan pembinaan, khususnya pada pelaksanaan administrasinya melalui pelatihan.

Penduduk di Kampung Maredan Barat berjumlah 2.835 jiwa, dan tahun 2020 sebanyak 2.887 jiwa. Kampung Maredan Barat memiliki banyak lahan kosong yang masih bisa dikelola. Selain itu desa ini mempunyai dataran yang tinggi dan struktur lahan yang berbukit dan bergelombang, sehingga kebanyakan lahan yang ada di Desa Maredan Barat didominasi tanaman kelapa sawit. Keadaan perekonomian masyarakat di desa Maredan Barat didukung oleh Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Maredan yang didirikan berdasarkan hasil musyawarah desa pada tanggal 10 Juni 2011.

Sebagian besar kawasan desa Maredan Barat ditanami dengan tanaman kelapa sawit dan tanaman karet dengan kondisi lahan bergambut, tidak heran bila kedua sektor inilah yang mengerakkan perekonomian rakyat. Namun, petani sawit di desa Maredan Barat masih merupakan petani sawit yang tradisional yang belum mampu memanfaatkan limbah pelepah sawit secara baik dan optimal. Padahal, pohon sawit memiliki karakter yang hampir sama dengan pohon kelapa. Hampir semua bagian pohon sawit dapat dimanfaatkan untuk dijadikan produk bernilai ekonomi. Idealnya, para petani juga perlu meremajakan kembali kelapa sawit yang sudah tua.  

Berdasarkan data penduduk dan tingkat pendidikan, pertumbuhan penduduk Kampung Maredan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya namun tidak terlalu mengkhawatirkan dan baik. Dari hasil observasi di lapangan diperoleh hasil analisis SWOT sebagai identifikasi awal di Kampung Maredan Barat.

Setelah di lakukan pelatihan oleh Tim dalam lima tahap yakni tahap persiapan, rancangan program, sosialisasi, pelaksanaan pembinaan adminitrasi, monitoring dan evaluasi, serta pelaporan. Secara rinci kegiatan yang dilakukan  pada  tahap persiapan adalah mengidentifikasi keefektivan program dan sarana yang sudah ada; tahap rancangan program merupakan tahap merancang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama pengabdian; tahap sosialisasi mengajak masyarakat untuk megikuti program yang dilaksanakan, pemberian materi serta diskusi antara tim pengabdi dengan masyarakat; pelaksanaan pembinaan adminitrasi merupakan tahap memfasilitasi masyarakat dengan materi, monitoring dan evaluasi merupakan tahap penilaian capaian kinerja tim. Hasil evaluasi persepsi peserta menyatakan bahwa sangat setuju (60,8%) diadakan kegiatan pembinaan ini, ketercapaian tujuan kegiatan 70%, ketercapaian target materi 80% dan kemampuan peserta  dalam penguasaan materi 80%.

Tim dosen dan mahasiswa bekerja sama untuk melakukan pendampingan. Mahasiswa yang terlibat dalam Tim Pengabdian ini diberikan pengetahuan oleh tim dosen tentang prosedur dan pendampingan pembinaan administrasi program kesetaraan di PKBM. Mahasiswa yang terlibat sudah dibekali pengetahuan tersebut akan selalu siap sedia membantu tim perangkat kampung Maredan Barat dalam proses pendampingan. Rencana tindak lanjut pada kegiatan ini adalah pendampingan secara berkala pembuatan SOP Kurikulum dan SOP Pengelolaan Peserta Didik pada Program Kesetaraan.

Kampung Maredan Barat sudah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bintang Cemerlang ini akan mempermudah kerjasama serta membantu proses pengadministrasi pada program Kesetaraan di PKBM. Setelah selesai kegiatan, peserta diminta foto bersama sebagai tanda sudah terlaksananya pembinaan administrasi program kesetaraan di PKBM dengan Dosen dan Kepala Kampung.

Dari gambaran secara keseluruhan kegiatan pembinaan administrasi PKBM pada Program Kesetaraan di Kampung Maredan Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak telah terlaksana dengan baik, peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh sehingga memahami penyusunan struktur kurikulum dan standar peserta didik pada program kesetaraan. Kegiatan ini sudah terlaksana sesuai dengan harapan Tim Pengabdi.

Dari tanggapan masyarakat berdasarkan hasil survey kepuasan terlihat bahwa kegiatan pengabdian pembinaan administrasi PKBM pada Program Kesetaraan sudah sesuai dengan kemampuan dari peserta pembinaan. Penilaian peserta terhadap kegiatan pengabdian ini adalah sangat baik, ini terlihat dari respon peserta yang tertarik untuk menyusun kerangka kurikulum secara bersama-sama. Peran serta dan dukungan masyarakat dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum pada program kesetaraan di PKBM sangat diperlukan sehingga akan menentukan keberhasilan dari proses pendirian PKBM.

Secara keseluruhan kegiatan pembinaan administrasi pada program kesetaraan yang sudah dilaksanakan berjalan sesuai dengan perencanaan, peserta mengikuti kegiatan dengan baik, peserta sudah menyusun kerangka SOP kurikulum dan SOP pengelolaan warga belajar artinya peserta memahami materi yang disampaikan oleh Tim Pengabdi. Terlaksananya kegiatan ini sudah memenuhi harapan dari Tim Pengabdi dengan dukungan penuh dari Kepala Kampung dan perangkatnya.

Namun, ditinjau dari padatnya kegiatan yang ingin dicapai dengan waktu pelaksanaan yang terbatas merupakan salah satu kendala untuk tercapainya hasil yang sesuai ditargetkan maka Tim Pengabdi membuat rencana tindak lanjut yaitu melanjutkan kegiatan kerangka SOP Kurikulum dan SOP Pengelolaan Peserta Didik pada Program Kesetaraan (proses pendampingan).

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi maka rekomendasi untuk pengabdian selanjutnya adalah pembinaan administrasi pada Program Keaksaraan Fungsional dan PAUD di Kampung Meredan Barat. (sa)

Said Suhil Achmad, Ria Rizkia Alvi, Daeng Ayub dan Muhammad Jais Universitas Riau (Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pembinaan-administrasi-pkbm-pada-program-kesetaraan--.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)