(RIAUHITS.COM) SORONG - Antusiasme warga Kota Sorong, Papua Barat tampak besar saat Ustaz Abdul Somad (UAS), Lc. MA tiba di sana pada Sabtu (22/9/2018). Dalam penyambutan di Bandara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, Papua Barat, UAS dipasangkan topi Cenderawasih oleh Kepala Suku Moi.
Kemudian, juga digelar "injak piring" sebagai salah satu tradisi dalam menyambut tamu kehormatan di Papua Barat. UAS dijadwalkan akan mengisi ceramah di Kota Sorong dan Raja Ampat Papua. Beberapa waktu lalu, UAS memutuskan untuk menghentikan kegiatan dakwahnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga Desember 2018.
UAS menyatakan, dirinya memilih untuk sementara tak berdakwah di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena sudah merasakan itu sejak kegiatan dakwah di 2 lokasi pada 17 Juli 2018, yakni di Kudus dan Krobokan. Di Kudus dibatalkan karena panitia tak mampu menyiapkan, sedangkan di Krobokan tetap berjalan, tetapi Ustaz Abdul Somad terkaget-kaget dengan rentetean peristiwa dibaliknya.
Adapun rupanya sebelum dan selama dakwah berlangsung ada ratusan orang diamankan polisi.
"Dari situ saya berpikir padahal ngajinya tentang mati, tidak ada tentang politik tentang makar," kata UAS dalam wawancaranya dengan program Fakta TVOne.
Kemudian, saat berceramah di Semarang. Ketika turun di bandara, dia dijemput oleh polisi dan TNI di bandara, lalu di lokasi dakwan sudah ditunggu Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono. Rupanya saat itu polisi sudah menerjunkan pengamanan yang jaraknya hanya 1 kilometer dari lokasi.
"Kami mau ngaji bukan mau perang. Saya berpikir kami sudah menyusahkan banyak orang. Padahal, di manapun saya ceramah selalu soal perbaikan umat, pendidikan. Dan perbaikan politik tidak pernah menyebut partai, nomor, nama. Hanya supaya umat melek," ujarnya.
Dari situ kemudian UAS memilih menenangkan diri dahulu dan menarik diri untuk sementara dari undangan dakwah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terkait dengan intimidasi, setelah kajian UAS baru mengetahui ada keluhan orang yang puluhan hampir ratusan yang akan merusak acara tadi tausiyahnya.
"Apa itu bukan intimidasi? Tentara Abdul Somad sudah datang. Itu yang datang itu adalah jamaah. Itu orang bisa trauma," tegasnya.
Di sisi lain, soal beberapa kali acara dakwah Ustadz Abdul Somad diharuskan menyanyikan lagu Indonesia Raya, UAS mengaku tak terganggu dengan keharusan tersebut. UAS bahkan menegaskan bahwa sebaiknya dibuatkan standar di seluruh Indonesia bahwa pengajian mesti disisipkan kegiatan menyanyikan lagu Indonesia raya dalam rangka membangkitkan kecintaan terhadap NKRI.
"Buat saja semua ustaz se-Indonesia harus lakukan itu. Tidak apa-apa, ngapain tersinggung, orang kami cinta negara ini. Saya nyanyi lagu Indonesia Raya dari SD Kok," ulasnya.
UAS juga menuturkan, saat dididik di Pesantren, dirinya menjadi dirigen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (rzt)
https://riauhits.com/berita-pemasangan-topi-cendrawasih-dan-tradisi-injak-piring-sambut-kedatangan-uas-di-sorong.html
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-pemasangan-topi-cendrawasih-dan-tradisi-injak-piring-sambut-kedatangan-uas-di-sorong.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply