Kota/Kabupaten se-Riau Diedukasi Cara Penghitungan DBH Migas oleh BPKAD
- Rabu, 23 Oktober 2019
- 1018 likes
Pilkada 2020, LAM Riau Sampaikan Harapan Ini untuk Calon Kepala Daerah
- Rabu, 23 Oktober 2019
- 1018 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Yusri mengajak pelajar untuk menabung sebab kegiatan itu menjadi kunci kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan hal itu dalam acara Aksi Riau Menabung yang digelar di Menara Dang Merdu, Jalan Sudirman, Kamis (24/10/2019). Aksi Riau Menabung, imbuhnya, adalah proses yang panjang.
"Dulu waktu saya kecil, ada yang namanya Tabanas dan Taska. Dulu Tabanas dan Taska ini adalah ikon dan pemerintah pada saat itu memang mengkampanyekan ajakan menabung di Tabanas dan Taska dalam rangka pembiayaan pembangunan, tetapi lambat laun Tabanas dan Taska itu hilang dan setelah itu Bank Indonesia menggalakkan yang namanya Tabunganku, lambat laun Tabunganku juga hilang," katanya.
Kemudian, pada tahun 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2015 pemerintah menetapkan Standar Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang bertujuan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, pemberantasan kemiskinan.
"Salah satu pilar dari SNKI itu adalah meningkatkan tabungan masyarakat. Kemudian dalam rangka SNKI itu lahirlah simple. Simpel ini adalah Simpanan Pelajar," jelasnya.
Ia menerangkan, Simpel ini mempunyai potensi yang sangat baik dikembangkan di Indonesia sebab dari informasi yang dihimpun saat ini ada 50 Juta jiwa penduduk Indonesia adalah angkatan sekolah, yakni SD, SMP, dan SMA.
"Penduduk Riau sendiri saat ini ada sekitar 6,8 juta jiwa. Sepertiga saja penduduknya angkatan sekolah, itu lebih kurang 2 juta jumlahnya. Kalau masing-masing pelajar menabung sehari saja Rp2.000 dikali 2 juta orang kali 20 hari dalam sebulan kali 10 bulan dalam setahun, jumlahnya itu sudah mencapai Rp800 Miliar. Itu baru Rp2.000 sehari, sekarang jajan anak-anak minimal Rp10.000. Kalau nabungnya sehari Rp4.000 setiap tahunnya sudah terkumpul Rp1,6 triliun. Itu baru satu tahun, kalau dikumpulkan dalam 5 tahun, angkanya sudah Rp8 triliun. Angka tersebut bukan angka yang kecil, itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur provinsi Riau," paparnya.
Aksi Riau menabung ini, kata dia lagi, adalah upaya OJK, Bank Indonesia, serta didukung oleh Pemerintah Daerah untuk menggiatkan aksi menabung di Provinsi Riau.
"Kami imbau juga kepada sekolah-sekolah dan Guru-guru untuk mengingatkan anak-anak muridnya untuk menabung di lembaga keuangan formal, yakni di perbankan. Jangan lagi dibawah bantal karena kalau dibawa bantal tidak bisa dimanfaatkan," ungkapnya.
"Karena dengan potensi yang ada, kami harapkan 1 pelajar 1 rekening akan bisa mendorong percapatan pembangunan, pemberantasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau," tutupnya.
Dalam acara Aksi Riau Menabung tersebut sebanyak 567 siswa di Kota Pekanbaru mendapatkan mock up tabungan simpanan pelajar (Simple). Pemberian mock up simpel dalam Gerakan Riau menabung ini merupakan lanjutan dari program Sinergi Aksi Indonesia Menabung sebagai puncak kegiatan Bulan Inklusi Keuangan tahun 2019.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-ojk-ajak-pelajar-riau-menabung-diharapkan-bisa-mendorong-percepatan-pembangunan.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply