Nakhoda Baru di Kota Pesisir: Nita Ariani dan Misi Kesejahteraan Nelayan Dumai

Logo
Muscab II DPC HNSI Kota Dumai yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, S.E.

RIAUHITS.COM, DUMAI – Riuh rendah suara ombak yang memukul tepian pantai Kota Dumai seolah menemani sebuah babak baru bagi ribuan nelayan di kota industri ini. Di bawah atap Ballroom Hotel Grand Zuri, Sabtu (2/5/2026), sebuah mandat besar diletakkan di atas pundak Nita Ariani, S.Kep.Ns.M.Kep. PhD.

​Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Dumai, Nita terpilih secara aklamasi untuk menakhodai organisasi ini hingga lima tahun ke depan. Di tengah tantangan sektor kelautan yang kian kompleks, kehadirannya membawa angin segar dan harapan baru bagi masyarakat pesisir.

Simbol Demokrasi yang Sejuk

​Muscab II yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, S.E., berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan tegang. Sebaliknya, nuansa kekeluargaan begitu kental terasa. Suara pemukulan gong oleh orang nomor dua di Dumai itu bukan sekadar seremoni, melainkan simbol dimulainya estafet perjuangan bagi kaum nelayan.

​Dalam sambutannya, Sugiyarto menekankan bahwa HNSI adalah mitra strategis pemerintah. "Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman—profesional, solid, dan yang terpenting, mampu menyuarakan jeritan hati para nelayan di garda terdepan," ungkapnya penuh harap.

Intelektual di Tengah Jaring Nelayan

​Terpilihnya Nita Ariani, seorang akademisi dengan gelar doktoral, menjadi fenomena menarik. Ia membuktikan bahwa perjuangan membela hak nelayan memerlukan perpaduan antara empati lapangan dan kecerdasan strategi.

​Menerima amanah tersebut, Nita tampak rendah hati namun tegas dalam visi. "Ini adalah amanah besar. Saya ingin HNSI bukan sekadar papan nama, tapi rumah yang nyata bagi aspirasi nelayan tangkap maupun pembudidaya," ujar Nita dengan nada bicara yang mantap.

​Fokus utamanya jelas: Sinergi dan Perlindungan. Ia bertekad mempermudah akses bantuan, memperkuat perlindungan hukum bagi nelayan, hingga mengembangkan lini usaha perikanan agar ekonomi masyarakat pesisir tidak lagi sekadar "cukup untuk makan sehari".

Dukungan Penuh dan Harapan Baru

​Kepercayaan yang diberikan secara bulat oleh perwakilan nelayan dari berbagai kecamatan di Dumai menunjukkan adanya kerinduan akan sosok pemimpin yang mampu merangkul semua pihak. Ketua DPD HNSI Provinsi Riau, Hendrawan, SE., MM., turut mengamini optimisme tersebut.

​"Kami yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Ibu Nita Ariani, DPC HNSI Dumai akan berlari lebih kencang. Nelayan Dumai harus naik kelas dalam hal kesejahteraan," kata Hendrawan.

​Hal senada diungkapkan oleh Ida Yulita, selaku Ketua Panitia Pelaksana. Baginya, Muscab II ini adalah momentum evaluasi sekaligus titik tolak untuk menyusun program kerja yang lebih membumi.

Menyongsong Masa Depan Bahari

​Sebagai kota yang berada di posisi strategis Selat Melaka, potensi perikanan Dumai adalah raksasa yang tengah tertidur. HNSI periode 2026–2031 kini punya tugas besar untuk membangunkan potensi tersebut.

​Kini, setelah ketukan palu sidang berakhir dan lampu-lampu hotel mulai meredup, kerja nyata telah menanti. Nita Ariani dan jajaran pengurus barunya kini punya janji yang harus ditepati: memastikan bahwa setiap tetes keringat nelayan di laut Dumai berbuah kesejahteraan yang layak bagi keluarga mereka di daratan.



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-nakhoda-baru-di-kota-pesisir-nita-ariani-dan-misi-kesejahteraan-nelayan-dumai.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)