MTsN 1 Pekanbaru Tegaskan MATAMUDA Bebas Perpeloncoan dan Tanamkan Ekotologi

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pekanbaru menggelar Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah awal membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepedulian lingkungan bagi peserta didik baru.

Kepala MTsN 1 Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, S.Pd.I., M.A., mengatakan pelaksanaan MATAMUDA mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Agama. Program ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga sarana membangun budaya disiplin, pembinaan karakter, serta pengembangan minat dan bakat peserta didik, baik di bidang akademik maupun non akademik.

"MATAMUDA ini tujuan utamanya adalah mengenalkan budaya madrasah, membangun karakter dan disiplin, sekaligus mengembangkan potensi peserta didik sejak hari pertama mereka bergabung," ujar Agus Salim, pada Selasa (14/07/26)

Ia menegaskan, MTsN 1 Pekanbaru menerapkan prinsip zero bullying selama pelaksanaan MATAMUDA. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang tanpa praktik perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merendahkan peserta didik.

"Kami sangat menekankan bahwa tidak ada aktivitas perpeloncoan ataupun bullying. Yang kami bangun adalah rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta suasana belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh siswa," tegasnya.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga menjadi ciri khas MTsN 1 Pekanbaru. Melalui program ekotologi yang diterapkan di madrasah, seluruh peserta didik diwajibkan membawa tumbler sebagai wadah minum pribadi dan tidak diperkenankan membawa botol minuman plastik sekali pakai.

Menurut Agus Salim, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

"Kami memiliki prinsip bahwa lingkungan madrasah harus bersih, nyaman, aman, dan sebisa mungkin bebas dari sampah. Edukasi mencintai lingkungan kami tanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia," katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan MATAMUDA, peserta didik baru akan diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan madrasah, mulai dari kurikulum, bidang kesiswaan, program keislaman, sarana dan prasarana, hingga berbagai program pengembangan diri, minat, bakat, serta budaya ekotologi yang menjadi identitas MTsN 1 Pekanbaru.

Di akhir pesannya, Agus Salim mengajak seluruh peserta didik baru untuk memegang teguh tiga nilai utama selama menempuh pendidikan di MTsN 1 Pekanbaru, yakni berbahagia dalam belajar, berprestasi, dan mencintai lingkungan.

"Jika tiga nilai ini tertanam dalam diri setiap peserta didik, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu bersaing di berbagai bidang," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., menegaskan pentingnya membangun budaya madrasah yang bebas dari perundungan (bullying) serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh peserta didik. 

Ia mengapresiasikan tema MATAMUDA di MTsN 1 Pekanbaru yang mengusung semangat "No Bullying, Sukseskan Ekoteologi Berdampak". Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

"Bullying di madrasah harus terus kita cegah melalui edukasi kepada seluruh peserta didik. Mereka harus menjaga kebersamaan, memperkuat kekompakan, serta menghindari perilaku saling mengejek, menghina, maupun tindakan lain yang dapat menyakiti sesama. Sikap seperti itu tidak dibenarkan dalam ajaran agama maupun kehidupan bermasyarakat," ujar Muliardi.

Selain menanamkan nilai-nilai anti perundungan, Muliardi juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai ekoteologi. Menurutnya, peserta didik perlu dibimbing untuk mencintai alam, menjaga lingkungan, serta menyayangi seluruh makhluk ciptaan Allah SWT sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengungkapkan, perubahan positif dalam budaya peduli lingkungan di MTsN 1 Pekanbaru sudah terlihat nyata. Salah satunya melalui kebiasaan warga madrasah, baik peserta didik maupun tenaga pendidik, yang membawa dan menggunakan tumbler sebagai wadah minum pribadi.

"Kebiasaan sederhana ini memberikan dampak besar karena mampu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, sehingga sampah plastik di lingkungan madrasah dapat ditekan," kata Kakanwil Kemenag Provinsi Riau.

"Kami mengajak kepada Guru yang memiliki peran penting sebagai contoh bagi peserta didik. Keteladanan yang diberikan akan menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, cinta lingkungan, dan bertanggung jawab," tutupnya. 

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Kasi PD Pontren Kemenag Kota Pekanbaru, Zulfa Hendri, Ketua Komite MTsN 1 Pekanbaru, Masykur Tarmizi, seluruh tenaga pendidik, dan peserta didik MATAMUDA Tahun Ajaran 2026-2027. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-mtsn-1-pekanbaru-tegaskan-matamuda-bebas-perpeloncoan-dan-tanamkan-ekotologi.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)