Kondisi Kapal yang Sulit Digerakkan Diduga Penyebab Speedboat BUMDes Serapung Tenggelam

Logo
Speedboat BUMDes yang tenggelam di Pelalawan.

(RIAUHITS.COM) PANGKALAN KERINCI - Sejumlah pertanyaan masih tersisa setelah terjadinya insiden tenggelamnya speedboat milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, Riau di tambatan sungai pada pekan lalu. Adapun penyebab kapal cepat itu tenggelam telah diketahui lantaran adanya kebocoran berdasarkan surat penjelasan dari Kepala Desa Serapung, Syafullah kepada Dinas Perhubungan (Dishub).

Akan tetapi, fakta-fakta lain terungkap terkait keberadaan dan kondisi speedboat yang baru digunakan selama enam bulan tersebut. Pengakuan bekas kapten Speedboat Pelalawan Emas 2 itu, Rustam, kebocoran terjadi pada lambung kapal yang berdekatan dengan kamar mandi. Lapisan fiber diduga tertembus tunggul kayu atau benda keras saat speedboat berwana putih itu dioperasikan beberapa minggu sebelum kejadian tenggelam.

"Sebelum tenggelam itu memang ada bocor di dekat kamar mandi, tapi kalau ditimba terus mungkin tidak akan tenggelam. Air hujan juga masuk sampai ke dalam," katanya, Selasa (25/6/2019).

Ia sendiri sudah berpengalaman menahkodai speedboat sehingga pernah dipercaya menjadi kapten kapal cepat ini beberapa bulan. Kala itu, kapal digunakan untuk kepentingan membawa warga sakit yang harus dirujuk, mengangkut penduduk desa, serta keperluan lainnya ke beberapa lokasi di sekitar daerah pesisir Pelalawan hingga ke kabupaten tetangga. Setelah kapal modern itu diserahkan ke BUMDes Serapung sepenuhnya, Rustam tak lagi menahkodainya.

Adapun kapal ditambatkan di sungai Parit Kota karena belum ada anggaran untuk operasional termasuk menggaji penjaga yang bertugas menimba air yang masuk dari lubang bocor atau hujan. Hingga didapat kabar jika kapal itu tenggelam dan menjadi viral diberitakan media massa.

"Body kapal itu lebih tipis jika dibandingkan dengan speed penumpang yang biasa beroperasi di wilayah perairan ini. Kalau hanya menabrak tunggul, mungkin tak langsung bocor," ucapnya.

Ketua Pemuda Desa Serapung itu menduga ada kesalahan dalam proses perencanaan dan pembangunan kapal tersebut. Berdasarkan pengetahuan awam yang dimilikinya, badan kapal terlalu tinggi sekitar 50 centimeter dibanding kapal lain. Akibatnya saat dipacu kencang di air kapal oleng dan sulit mengontrolnya. Belum lagi mesin yang digunakan 100 PK dua unit dinilai tak memadai dengan kapasitas dan besarnya speed itu. Hasilnya, jika mengangkut penumpang 20 sampai 30 orang, laju kapal lamban dan seperti kapal biasa saja.

"Kalau kata kapten-kapten di balai dan di tanjung batu, paling harga kapal itu hanya Rp600 juta tertinggi, tapi itu perkiraan kami yang berpengalaman bawa kapal," ungkapnya.

Diketahui, kapal yang sulit digerakkan menjadi alasan bagi perangkat desa tidak mengoperasikannya. Bahkan, kapal itu pernah ditawarkan untuk dikontrakkan di perusahaan, tapi ditolak karena kondisinya tak memadai dan riskan jika dipaksakan bergerak.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kondisi-kapal-yang-sulit-digerakkan-diduga-penyebab-speedboat-bumdes-serapung-tenggelam.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)