Komisi I DPRD Riau Agendakan Dengar Pendapat Terkait Polemik Iklan KPID Riau

Logo
Salah satu unggahan iklan layanan masyarakat KPID Riau di Facebook.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Iklan layanan masyarakat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau yang dinilai menyinggung tokoh agama sangat disayangkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau, Taufik Arakhman. Seharusnya, kata dia, iklan layanan yang dibuat oleh KPID tidak kontradiktif sebab lembaga itu merupakan lembaga negara. 

"Sebagai lembaga yang mengawasi penyiaran, seharusnya produk KPID lebih elok. Bukannya malah menyinggung tokoh agama. Apa pun agamanya, itu tak pantas," katanya.

Politikus Gerindra itu pun berharap insiden tak menyenangkan tersebut menjadi pelajaran yang berharga. Harapannya pula, insiden itu menjadi yang pertama dan terakhir.

"Saya harap dijadikan pelajaran berharga, dan ini yang pertama sekaligus terakhir," tuturnya.

Di sisi lain, dia pun meminta agar KPID Riau segera menarik dan menghapus iklan layanan itu sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih luas. Sebagai mitra kerja Komisi I DPRD Riau, pihaknya juga berencana menggelar dengar pendapat dengan pihak KPID Riau. Tujuan dengar pendapat itu adalah lebih ingin mengetahui alasan pihak KPID Riau membuat iklan layanan masyarakat seperti itu.

"Sebagai mitra, kami harus tahu apa alasan mereka," paparnya.

Iklan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau itu diketahui berisi perlawanan pada hoaks. Akan tetapi, iklan itu melibatkan sosok ustaz sehingga mendapat kritik dari masyarakat karena dianggap mendiskreditkan tokoh agama. Iklan itu bercerita tentang berita bohong alias hoaks dan siaran tidak berkualitas.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-komisi-i-dprd-riau-agendakan-dengar-pendapat--terkait-polemik-iklan-kpid-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)