KPID Riau Tarik Kembali Iklan Layanan Masyarakat soal Hoaks yang Libatkan Ustaz

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Sebuah iklan layanan masyarakat yang berisi perlawanan pada hoaks dibuat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau. Akan tetapi, iklan tersebut kemduian memicu kontroversi karena melibatkan sosok ustaz dalam berita bohong alias hoax dan siaran tidak berkualitas.

Iklan itu diawali dengan seorang pria yang mendengarkan siaran radio melalui ponselnya. Di siaran itu disebutkan seorang ustaz kondang dari Riau menghamili jemaahnya sendiri. Bagian itulah yang memicu kontroversi masyarakat meski dalam iklan itu juga bercerita tentang konten siaran televisi yang tidak mendidik dan bagaimana cara melaporkannya.

Pada bagian akhir iklan, disebutkan cara masyarakat melaporkan isi siaran yang tidak berkualitas dan meresahkan tersebut melalui KPID Riau. Menyikapi kritikan itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah meluruskan informasi yang beredar dan meminta maaf kepada masyarakat. Hal itu disampaikan langsung Ketua KPID Riau, Falzan Surahman, Wakil Ketua KPID, Hisam Setiawan, Anggota Bidang Pengawasan, Wide Munadir.

Falzan menyampaikan permohonan maaf KPID adanya iklan layanan masyarakat yang melibatkan ustaz tersebut. Mereka pun mengaku tidak ada tujuan mendiskreditkan ustadz.

"Terima kasih saran dan kritikan. Maksud tujuannya (Iklan Layanan masyarakat) adalah menangkal hoaks dan tidak ada maksud diskreditkan ustaz dan bagaimana cara melaporkan," tuturnya.

Menurutnya, iklan layanan masyarakat yang sebelumnya sempat tayang di beberapa lembaga penyiaran dan media sosial itu sudah ditarik kembali dan tidak ada ditayangkan lagi.

"Atas kritikan itu kami tarik semua iklan layanan masyarakat ini. Kami mohon maaf sebagai manusia tidak luput dari kesalahan karena kami adalah bagian dari masyarakat dan mengikuti masyarakat," paparnya.

Lebih jauh, ditegaskannya bahwa KPID tidak terlibat dalam ranah politik terkait iklan itu, terlebih jelang pelaksanaan Pemilu 2019, sedangkan iklan layanan masyarakat itu murni tidak ada maksud tertentu.

"Kami menegaskan KPID tidak sampai terlibat pada politik, kami netral dalam Pemilu," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kpid-riau-tarik-kembali-iklan-layanan-masyarakat-soal-hoaks-yang-libatkan-ustaz.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)