BKSDA Pasang Camera Trap untuk Pantau Harimau yang Masuk Kebun Warga di Inhu
- Jumat, 01 Maret 2019
- 9 likes
Karhutla di Rupat, Polres Bengkalis Turunkan Tim untuk Bantu Upaya Pemadaman
- Senin, 25 Februari 2019
- 9 likes
RIAUHITS.COM, DUMAI — Pagi di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Rabu (28/10/2026), menjadi ruang untuk kembali merawat ingatan tentang sebuah ikrar yang mengubah perjalanan bangsa. Di tengah barisan peserta upacara, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 kembali digaungkan, mengingatkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk melangkah bersama.
Di antara peserta yang mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Kota Dumai, hadir jajaran Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Dumai. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi agenda peringatan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran pemuda dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah.
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur pemerintah, pelajar, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan. Wali Kota Dumai diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Muhammad Yunus, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Rangkaian kegiatan berjalan tertib. Rizky Effendi bertugas sebagai perwira upacara, sedangkan Andrian Saputra menjadi komandan upacara. Suasana peringatan semakin menegaskan kembali makna sejarah ketika teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 dibacakan oleh Ketua Harian DPD KNPI Dumai, Andi Qadri.
Doa dipimpin Wakil Ketua Bidang Program DPD KNPI Dumai, Rizki Ramadhan, S.Pd., sebagai penutup rangkaian refleksi atas perjuangan generasi muda yang telah meletakkan fondasi persatuan bangsa.
Dalam amanatnya, Muhammad Yunus membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sambutan tersebut mengingatkan kembali peristiwa 98 tahun silam, ketika para pemuda dari berbagai latar belakang mengikrarkan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.
Ikrar itu lahir dari kesadaran bahwa masa depan bangsa tidak dapat dibangun dengan berjalan sendiri-sendiri. Persatuan menjadi kekuatan yang menyatukan keragaman sekaligus meneguhkan cita-cita bersama.
Nilai itulah yang, bagi KNPI Dumai, tetap relevan untuk menjawab tantangan generasi muda saat ini.
Menjaga warisan, menjawab tantangan zaman
Sekretaris DPD KNPI Dumai, Arya Mulyawan, yang mewakili Ketua KNPI Dumai, Nanda Aulia, mengatakan keikutsertaan organisasi tersebut dalam upacara merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pemuda yang telah meletakkan dasar persatuan Indonesia.
Menurut Arya, Sumpah Pemuda tidak semestinya dipahami hanya sebagai peristiwa sejarah yang diperingati setiap 28 Oktober. Lebih dari itu, ikrar tersebut membawa pesan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama ketika perbedaan pandangan dan latar belakang kerap menjadi tantangan dalam membangun kebersamaan.
“Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Pemuda harus mampu menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat persatuan membutuhkan upaya yang berkelanjutan. Kebersamaan tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi harus terlihat dalam sikap saling menghormati, kesediaan bekerja sama, dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Bagi generasi muda Dumai, nilai-nilai itu dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Menghargai perbedaan pendapat, membangun solidaritas, serta mengambil bagian dalam kegiatan sosial merupakan langkah sederhana yang dapat memperkuat ikatan antarsesama.
Dari kebiasaan itulah, semangat Sumpah Pemuda dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari, melampaui batas-batas seremoni.
Dari upacara menuju aksi nyata
Arya menegaskan, tantangan pemuda saat ini bukan hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengingatkan agar generasi muda tidak berhenti pada kehadiran dalam kegiatan seremonial. Pemuda perlu menunjukkan peran melalui gagasan, kegiatan positif, dan keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah.
“Pemuda jangan hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Kita harus menunjukkan peran melalui kegiatan positif, gagasan, dan tindakan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menempatkan pemuda bukan semata-mata sebagai penerus masa depan, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab pada masa kini. Potensi, kreativitas, dan energi generasi muda dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan apabila diarahkan pada kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Dalam konteks pembangunan daerah, peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kegiatan kepemudaan, pengembangan kemampuan diri, kepedulian sosial, serta keterlibatan dalam berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi kesempatan bagi organisasi kepemudaan untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberadaannya mampu membuka ruang partisipasi dan menggerakkan anak-anak muda agar berkontribusi secara nyata.
Bagi KNPI Dumai, persatuan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Semangat kebersamaan menjadi landasan untuk merangkul berbagai potensi pemuda, sedangkan aksi nyata menjadi cara untuk memastikan bahwa semangat tersebut menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan bersama.
Menjaga api Sumpah Pemuda tetap menyala
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Taman Bukit Gelanggang menjadi pengingat bahwa ikrar yang lahir hampir satu abad lalu tidak kehilangan maknanya. Tantangan zaman boleh berubah, tetapi kebutuhan untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bekerja demi kepentingan bersama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa.
Melalui momentum tersebut, DPD KNPI Dumai berharap generasi muda semakin memperkuat solidaritas, mengembangkan potensi, serta mengambil peran aktif dalam mendorong kemajuan daerah.
Arya menambahkan, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian upacara berakhir. Nilai-nilai yang diperingati setiap tahun itu perlu terus hidup dalam perilaku, gagasan, dan kontribusi generasi muda di tengah masyarakat.
Harapan itu sekaligus menjadi ajakan agar pemuda tidak hanya mewarisi cerita tentang keberanian generasi 1928, tetapi juga meneruskan semangatnya melalui karya dan pengabdian sesuai tantangan masa kini.
Sebab, persatuan bukan hanya ikrar yang diucapkan sekali dalam sejarah. Ia merupakan komitmen yang perlu dijaga setiap hari—dalam cara menghargai sesama, menyikapi perbedaan, dan mengambil bagian dalam membangun daerah.
Dari Taman Bukit Gelanggang, pesan itu kembali ditegaskan: semangat Sumpah Pemuda akan tetap bermakna selama generasi muda bersedia merawat kebersamaan dan membuktikannya melalui tindakan nyata bagi Dumai dan Indonesia.
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-knpi-dumai-persatuan-tak-cukup-di-atas-mimbar.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply