Ini Permintaan Dewan kepada Diskes Pekanbaru Terkait Terus Naiknya Angka DBD di Pekanbaru

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Sejak Januari hingga pekan ke-2 Maret, diketahui 238 warga Pekanbaru yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru.  Menanggapi itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Jepta Sitohang meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru untuk cepat tanggap menangani kasus ini. Apalagi, kepada masyarakat yang belum mengetahui penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sehingga terlambat mendapat penanganan.

"Cuaca yang tidak menentu seperti sekarang memang rawan DBD. Bahkan, kami sudah konfirmasi langsung sama pihak Diskes agar turun ke lokasi rawan DBD untuk melakukan langkah antisipasi dan sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya.

Adapun untuk mencegah DBD agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan, ia meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan juga melakukan 3 M plus (menguras, menutup, dan mengubur tempat genangan air).

"Terapkan metode 3M plus secara rutin dan juga tingkatkan kembali pemberatantasan sarang nyamuk. Saya kira langkah itu cukup efektif jika dibandingkan dengan tindakan fogging atau pengasapan," katanya politikus Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Victor Parulian menyayangkan sikap Diskes Pekanbaru yang terkesan lambat menangani permasalahan DBD ini.

"Ini salah satu contoh, di Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh, warga sudah melaporkan ke Diskes bahwa ada serangan DBD di wilayah mereka dan itu dilaporkan pada Jumat (6/3) minggu lalu, namun sampai hari ini masih belum ada tindakan nyata mengatasi penyebaran berkembangnya wabah DBD," paparnya.

Laporan dari warga tersebut, imbuhnya, juga dibarengi dengan menyertai bukti surat rumah sakit yang menerangkan si pasien dirawat lantaran DBD.

"Saya akan laporkan dan meminta Kepala Dinas Kesehatan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya. Kadiskes jangan hanya berpangku tangan di kantor. Kesehatan warga ini juga tanggung jawab pemerintah," tutupnya.

Data Kasus DBD Hingga Pekan ke-2 Maret di Pekanbaru adalah:

Kecamatan Tenayan: 44 kasus
Kecamatan Tampan: 36 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai: 30 kasus
Kecamatan Payung Sekaki: 28 kasus
Kecamatan Bukit Raya: 26 kasus
Kecamatan Rumbai: 15 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir: 9 kasus
Kecamatan Limapuluh: 21 kasus
Kecamatan Sukajadi: 11 kasus
Kecamatan Senapelan: 13 kasus
Kecamatan Sail: 1 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota: 4 kasus
Total: 238 kasus

(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-ini-permintaan-dewan-kepada-diskes-pekanbaru-terkait-terus-naiknya-angka-dbd-di-pekanbaru-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)