1.500 Masker Dibagikan BPBD Rohul kepada Warga dan Pengendara Motor
- Kamis, 22 Agustus 2019
- 1026 likes
Manajemen RSUD Bengkalis Tegaskan Bukan Abal-abal meski Turun Kelas
- Jumat, 16 Agustus 2019
- 1026 likes
(RIAUHITS.COM) BENGKALIS - Isu miring menerpa PDAM Tirta Terubuk. Kabarnya, pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis tidak maksimal, sementara subsidi terus mengalir ke PDAM. Menurut Direktur PDAM Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis, Jufrizal SE, pihaknya perlu mengklarifikasi isu itu sebelum berkembang dan disalahpahami masyarakat. Diterangkannya, pihaknya sangat memahami dengan kondisi yang ada saat ini.
Hal itu, kata dia, karena PDAM juga bagian dari pelanggan. Bahkan, sebelum dan tengah berlangsungnya kemarau saat ini, PDAM proaktif dalam menyelesaikan persoalan untuk mencari solusi agar distribusi air tidak terhambat ke masyarakat dan pelanggan. Adapun solusi yang terus dikerjakan adalah melakukan pembersihan dan membuka seluruh sumber air baku di sekitar Waduk yang mengarah ke Waduk. Selanjutnya, melakukan penggerukan Waduk di Wonosari, termasuk melakukan komunikasi dengan pihak PT Meskom sebagai pihak yang membantu menyuplaikan air baku.
Lalu, masalah infrastruktur pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dilakukan dari hulu hingga hilir, baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten. Pemkab Bengkalis, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Bidang Cipta Karya, sebelumnya juga sudah melakukan program normalisasi Waduk di Wonosari, yakni di di pinggir waduk dan membuka pintu-pintu air menuju waduk.
"Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan ini. Namun, perlu kami ketahui, terganggunya pelayanan beberapa bulan terakhir, PDAM juga telah dipanggil dan melakukan hearing dengan Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis dan telah kami sampaikan semua kendala, persoalan yang ada, termasuk juga mengenai solusi yang sedang kami kerjakan," jelasnya.
Ia menambahkan, terkait solusi yang telah dikerjakan, selain membenahi Waduk, pada Selasa 20 Agustus 2019, PDAM Bengkalis juga sudah membuat kesepakatan bersama dengan PT Meskom terkait bantuan suplai air dari kanal PT Meskom menuju Waduk di Wonosari melalui mesin pompa hisap PDAM, yakni berupa dari yang sebelumnya PT Meskom tidak mengizinkan membongkar dan membobol pelat skat pembatas yang dipasang PT Meskom di kanal sebelum mesin pompa PDAM yang mengakibatkan air baku terbatas, saat ini PT Meskom sudah mengizinkan melakukan pembobolan sehingga suplai air ke Waduk di Wonosari mulai Selasa 20 Agustus 2019 lalu berjalan maksimal menuju Waduk di Wonosari.
"Kami juga berharap PT Meskom mendukung PDAM terkait persoalan air baku ini sebab air merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak. Selain itu, kami sadar, PDAM merupakan pihak yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai operator dalam menjalankan program air bersih melalui Perusahan Umum Daerah (Perumda). Kami juga meminta, mari kami objektif dalam memandang persoalan," tuturnya.
Di samping itu, persoalan subsidi, sesuai amanat undang-undang dan PP 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pendapatan yang diperoleh dari penjualan air tidak dapat memenuhi biaya operasi dan pemeliharaan, Pemerintah Daerah dapat memberikan subsidi dalam upaya perbaikan terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yang dilakukan untuk tercapainya keseimbangan antara pendapatan dengan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan ketentuan. Sementara itu, besarnya subsidi dihitung berdasarkan selisih kurang tarif rata-rata dengan harga pokok produksi setelah diaudit.
Adapun dalam hal ini kepala daerah memutuskan tarif lebih kecil dari usulan tarif yang diajukan PDAM sebagai penyelenggara SPAM yang mengakibatkan tarif rata-rata tidak mencapai pemulihan biaya secara penuh (full cost recovery), pemerintah daerah harus menyediakan subsidi untuk menutup kekurangannya melalui APBD.
"Dan terkait penetapan tarif penjualan air, tarif kami (PDAM) Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis dari 2008 sampai sekarang 2019 belum pernah berubah. Lebih kurang 11 tahun tarif kami belum dilakukan penyesuaian," ungkapnya.
Lebih jauh, selaku pimpinan di PDAM, atas nama pribadi, unsur pimpinan, dan karyawan PDAM Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis, ia menyampaikan permintaan maaf terhadap layanan PDAM saat ini. Meski begitu, PDAM terus berupaya mengatasi persoalan saat ini dan selalu terbuka terhadap masyarakat dan semua pihak, demi kemajuan PDAM Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-ini-klarifikasi-pdam-bengkalis-terkait-isu-pelayanan-yang-tidak-maksmimal.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply