Inflasi Riau per Desember 0,23 Persen karena Kenaikan Harga pada Kelompok Barang Ini

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Inflasi di Provinsi Riau pada Desember 2018 tercatat sebesar 0,23 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,69. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, inflasi bulan lalu itu terjadi karena adanya kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa komunikasi. Tercatat sebesar 0,56 persen.

Adapun kelompok bahan makanan sebesar 0,48 persen. Kelompok Kesehatan sebesar 0,09 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,06 persen, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,03 persen.

"Sedangkan dua kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok sandang sebesar 0,12 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen," ucap Kepala BPS Provinsi Riau, Aden Gultom.

Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau, imbuhnya, yakni angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur, bayam, udang basah, buah anggur, ayam hidup, serta beberapa jenis komoditas lainnya. Di sisi lain, komoditas yang memberi andil deflasi, yakni kentang, ikan mujair, petai, minyak goreng, telur ayam ras, emas perhiasan, bawang putih, dan lain sebagainya.

Sebagaimana biasanya, penghitungan inflasi oleh BPS Provinsi Riau dilakukan di tiga kota, yakni Pekanbaru tercatat 0,18 persen, Dumai 0,22 persen, sedangkan Tembilahan menjadi yang tertinggi sebesar 2,45 persen. Kota Pekanbaru, empat kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasi pada Desember 2018 ini, yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Kelompok bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dengan. Serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Sementara Dua kelompok lainnya malah mengalami deflasi yakni sandang, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sedangkan kelompok kesehatan relatif stabil.

Adapun di kota Dumai, Empat kelompok pengeluaran memberikan sumbangan inflasi, yaitu kelompok bahan makanan, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Kelompok sandang, dan kelompok kesehatan. Satu kelompok memberikan andil deflasi yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar.

Di Kota Tembilahan, pada Desember 2018, inflasi disumbang oleh kelompok pengeluaran bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Sementara satu kelompok memberikan andil deflasi, yakni kelompok sandang.

"Untuk inflasi Tahun Kalender, Januari sampai Desember 2018, sebesar 2,45 persen, dan Inflasi Year on Year Desember 2018 terhadap Desember 2017 2,45 persen," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-inflasi-riau-per-desember-023-persen-karena-kenaikan-harga-pada-kelompok-barang-ini.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)