Ini Tanggapan Wako Pekanbaru Terkait Anggota DPRD Keluar Kota di Tengah Pandemi
- Rabu, 14 Oktober 2020
- 959 likes
Selidiki Ambruknya Turap Danau Tajwid, Jaksa Kejati Riau sedang Susun Laporan
- Rabu, 14 Oktober 2020
- 959 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Isu yang paling rentan pada setiap pesta demokrasi di tanah air, termasuk di Provinsi Riau, adalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Isu ini sering digunakan saat Pilkada, baik untuk meraih simpati maupun menjatuhkan lawan politik. Menyikapi ini, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau, Fachri Yasin, berharap agar paguyuban di Riau tak termakan isu-isu SARA dalam Pilkada dan tak terlibat dalam politik praktis.
Terkait hal ini, sebanyak 51 paguyuban yang tergabung dalam FPK Riau, tegasnya, sepakat untuk tidak terlibat dalam pemilihan kepala daerah.
"FPK tidak terlibat di Pilkada. Kami berharap antar-paguyuban tidak ada gesekan. Kami juga sudah sepakat dengan semua paguyuban. Jadi, Pilkada bukan masalah paguyuban," ucapnya.
Disampaikannya, Pilkada hanya sebentar, setelah itu masyarakat akan kembali hidup bersama. Oleh sebab itu, penting untuk tak terpengaruh dan termakan isu SARA. Demikian juga menurut Sekretaris FPK, Jailani. Dirinya mengimbau semua masyarakat untuk menerapkan prinsip berbangsa dan bernegara.
"Kami juga berharap kepada semuanya, termasuk kepada media massa, untuk menetralisir setiap potensi pergesekan isu SARA di Pilkada Serentak 2020 ini. Kalau ada calon kepala daerah yang menggunakan itu, kami jangan mau. Ini yang patut dijaga bersama," tuturnya.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-imbau-masyarakat-tidak-terpancing-isu-sara-di-pilkada-ini-kata-fpk.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply