Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Mantan Kepala Bapemaspemdes Inhu Ajukan Pembelaan
- Kamis, 31 Oktober 2019
- 833 likes
Bangun Pagar Lapas Narkotika Rumbai, Syamsuar Akan Gunakan Dana CSR BRK
- Rabu, 30 Oktober 2019
- 833 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pasca tewasnya seorang pekerja karena diterkam harimau sumatera, para warga Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai diliputi rasa khawatir. Karena itu, mereka pun meminta pemerintah segera menangkap harimau tersebut. Menurut Kepala RT 038 Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Rayo, melalui surat yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, pihaknya mewakili warga meminta agar harimau segera dievakuasi.
Diketahui, setelah menerkam karyawan PT Kencholin Jaya, kontraktor atau rekanan dari PT RIA, Wahyu Kurniadi (19), harimau masih berkeliaran. Warga pun waswas untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Disampaikan Rayo, ada warga yang pernah melihat harimau berkeliaran di Desa Tanjung Simpang. Hal itu membuat mereka selalu khawatir untuk pergi bekerja.
"Kami sudah mengirim surat permohonan ke Bupati Indragiri Hilir. Kami juga akan mengirimkan surat permohonan itu BKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam),” ucapnya, Rabu (30/10/2019).
Disampaikannya, dirinya sedang mengumpulkan tanda tangan warga setempat yang ketakutan dengan harimau tersebut.
"Minimal ada 60 tanda tangan dari warga kami yang akan dikumpulkan. Setelah itu, barulah dikirim ke BBKSDA," jelasnya.
Wahyu sendiri diterkam harimau pada Kamis (24/10/2019) siang. Saat itu, korban bersama lima orang rekannya dalam perjalanan menuju tempat kerja. Harimau tiba-tiba datang dan menerkamnya. Rekan-rekan korban mencoba mengejar, tetapi tidak bisa. Tubuh korban sempat dilarikan harimau ke dalam hutan. Setelah dilakukan penyisiran, korban ditemukan rekannya dalam keadaan meninggal dunia. Sekitar lima tusukan ditemukan di tengkuk korban.
Menurut Kepala BBKSA Riau, Suharyono, titik lokasi penyerangan ada di Petak RIA E 021301 yang masuk areal kerja PT RIA. Tim melakukan analisis lokasi untuk kemudian mengambil langkah tindak lanjut. Diungkapkannya, lokasi penyerangan oleh harimau masuk Lanskap Kerumutan, yang merupakan salah satu kantong harimau di Riau. BBKSDA akan mempertimbangkan tentang kelestarian harimau di Riau.
"Tidak bijak rasanya jika ada kejadian konflik manusia dan harimau maka harimaunya yang dievakuasi atau dipindahkan. Sejatinya, di sana memang rumah atau habitatnya, Lanskap Kerumutan," tuturnya.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-harimau-yang-tewaskan-pekerja-belum-ditangkap-warga-pelangiran-kirim-surat-ke-pemkab-inhil.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply